Tengkorak Gadis Yunani Berusia 2400 Tahun Ini Masih Pakai Bando Bunga-Bunga, Diduga Korban Pernikahan Dini

Hiasan kepala bunga-bunga atau semacam bando yang ditemukan pada tengkorak ini masih utuh.

Hari Ariyanti
Oleh Hari Ariyanti - Reporter
Tengkorak Gadis Yunani Berusia 2400 Tahun Ini Masih Pakai Bando Bunga-Bunga, Diduga Korban Pernikahan Dini
Tengkorak Gadis Yunani Berusia 2400 Tahun Ini Masih Pakai Bando Bunga-Bunga, Diduga Korban Pernikahan Dini (Merdeka.com)

Tengkorak Gadis Yunani Berusia 2400 Tahun Ini Masih Pakai Bando Bunga-Bunga, Diduga Korban Pernikahan Dini

Tengkorak seorang gadis Yunani kuno ditemukan. Uniknya, tengkorak ini masih mengenakan hiasan kepala atau semacam bando bunga-bunga yang dipasang melingkar di atasnya.

Tengkorak ini berasal dari sekitar tahun 400 sampai 300 SM. Saat ini, tengkorak telah dipindahkan ke The New Archaeological Museum di Patras, Yunani. Sumber: Greek Reporter

Fosil tengkorak dengan hiasan kepala ini di antara beberapa koleksi tengkorak perempuan dan gadis yang ditemukan di Pemakaman Utara di Patras yang berasal dari periode Helenistik.
Dok. Istimewa
Periode Helenistik
Dok. Istimewa

Helenistik adalah periode sejarah yang berlangsung setelah penaklukan Aleksander yang Agung. Pada masa ini, pengaruh budaya dan kekuasaan Yunani mencapai pada puncaknya di Eropa dan Asia.

Patras adalah kota terbesar ketiga di Yunani, dan ibu kota regional Yunani Barat yang terletak di utara Peloponnese.
Dok. Istimewa

Foto: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/3.0/

Koleksi tengkorak yang ditemukan itu diperkirakan berasal dari masa kematian Aleksander yang Agung (323 SM) sampai kebangkitan Augustus di Roma (31 SM).

Bagaimana gadis Yunani kuno yang memakai bando bunga-bunga ini dikenali? Sebelum melakukan penggalian, para arkeolog melakukan penelitian latar belakang sejarah suatu area atau daerah. Mereka melakukan survei lapangan.

Dikutip dari Greek Reporter, tengkorak gadis yang memakai bando ini diperkirakan tidak hidup hingga mencapai usia dewasa. Benda yang dikenakan tersebut memungkinkan ahli untuk berspekulasi tentang evolusi biologis, bagaimana pemuda menjalani hidupnya di masa lalu, dan bagaimana jalan yang ditempuh gadis-gadis dari masa kanak-kanak menjadi wanita dewasa.

Ada juga yang menduga bando bunga-bunga yang dipakai gadis ini menandakan dia seorang pengantin. Selain itu, diduga berkaitan juga dengan ritual pernikahan dan ritual keagamaan. Menurut Greek Reporter, pengantin anak-anak atau pernikahan dini adalah salah satu ciri khas Yunani kuno dan kemungkinan gadis muda dengan hiasan kepala bunga-bunga itu juga salah satu dari pengantin anak-anak pada zaman itu.

Diduga juga hiasan bunga-bunga di kepala gadis itu diletakkan ketika dia dikubur, bentuk ratapan bahwa gadis itu meninggal sebelum dia menikah. Dugaan lainnya, hiasan bunga itu merupakan tanda statusnya sebagai bangsawan atau dari keluarga kerajaan.

Hiasan bunga pada tengkorak ini terbuat dari keramik. Tampaknya hiasan bunga itu adalah penggambaran artistik dari bunga myrtle. Karangan bunga di dunia Yunani kuno memiliki banyak arti, mulai dari kemenangan hingga kematian. 

Myrtle adalah tanaman Yun
Dok. Istimewa

Foto: stayhereforu/pexels.com

Hiasan kepala zaman kuno dibuat dari bunga-bunga, daun pohon zaitun, daun laurel, dan bahkan emas. Wangi bunga myrtle dikaitkan dengan cinta dan kematian di zaman Yunani kuno. Ini bisa berarti gadis muda itu bukan pengantin anak-anak tapi menandakan dia mati muda dan layak dikenakan hiasan di kepalanya.

Rekomendasi