Arkeolog Temukan Cincin Emas Berusia 2.300 Tahun, Masih Utuh dengan Hiasan Batu Permata Merah
Cincin ini berasal dari era Helenistik, ditemukan dalam kondisi utuh.
Arkeolog menemukan sebuah cincin emas berhias batu permata berwarna merah saat melakukan penggalian di Lahan Parkir Givati, Taman Nasional Tembok Yerusalem, Palestina. Cincin ini diyakini berusia lebih dari 2.300 tahun, berasal dari era Helenistik.
Penemuan ini diumumkan Badan Kepurbakalaan Israel dan Yayasan Kota Daud pada Rabu (21/5). Menurut pengumuman tersebut, cincin ini ditemukan di dekat kuil kuno Yahudi. Cincin yang mirip dengan temuan terbaru ini juga pernah ditemukan di lokasi yang sama pada 2024, seperti dikutip dari Greek Reporter, Kamis (22/5).
Pemilik cincin ini tidak diketahui. Namun menurut Badan Kepurbakalaan Israel, artefak ini kemungkinan milik seorang Yahudi yang kaya, kalangan elit Yunani, atau orang dari dua kebudayaan tersebut.
“Emas sangat berharga; oleh karena itu, tidak mungkin bukan hanya satu, tetapi dua cincin terjatuh secara tidak sengaja selama pembangunan lantai tersebut,” kata Dr. Marion Zindel dari Badan Kepurbakalaan Israel.
“Fakta bahwa perhiasan tambahan juga ditemukan menunjukkan bahwa perhiasan tersebut sengaja dikubur di sana.”
Zindel menambahkan, cincin ini sangat mewakili mode era Helenistik.
“Ketika Alexander Agung tiba di wilayah tersebut (pada tahun 333 SM), orang-orang Yunani memperkenalkan material baru dan pengaruh budaya dari Timur — India dan Persia — yang merevolusi gaya perhiasan,” jelasnya.
Dia mengatakan, kombinasi emas dan batu permata berwarna cerah menjadi ciri khas saat itu dan tetap menjadi mode hingga periode Bizantium.
Karena ukurannya yang kecil, Zindel juga memperkirakan cincin ini milik seorang anak-anak. Cincin ini juga diduga sebagai bagian dari ritual Yunani yang menandai transisi menuju kedewasaan.
“Satu hipotesis yang sedang kami selidiki adalah bahwa benda-benda itu dikubur sebagai bagian dari ritual Yunani, di mana anak perempuan akan mengubur benda-benda yang berhubungan dengan masa kecil mereka pada hari sebelum pernikahan mereka,” katanya.