Pedangdut Senior Hamdan ATT Meninggal Dunia, Begini Profil dan Perjalanan Kariernya yang Penuh Prestasi
Hamdan ATT menerima berbagai penghargaan sebagai pengakuan atas dedikasinya yang luar biasa dalam dunia musik dangdut.
Indonesia berduka atas kehilangan salah satu ikon musik dangdut, yaitu Hamdan ATT yang telah meninggal dunia. Penyanyi legendaris ini dikenal luas dan meraih popularitasnya pada tahun 80-an, dengan lagu-lagu yang masih dikenang hingga kini. Salah satu karya terkenalnya, "Termiskin di Dunia", dirilis pada tahun 1980 dan menjadi salah satu lagu yang paling diingat sepanjang masa.
Hamdan ATT lahir pada 27 Januari 1949 di Aru, Maluku, dengan nama lengkap Hamdan Attamimi. Ia memulai karier musiknya sejak tahun 1964 dengan membentuk sebuah band yang terinspirasi oleh grup band asal Inggris, The Shadow. Pada tahun 1968, ia bergabung dengan band Nada Buana dan mulai tampil di TVRI setelah kembali dari Ambon. Namun, pada tahun 1969, Hamdan memutuskan untuk fokus pada pendidikan hingga lulus pada tahun 1975.
Setelah menyelesaikan pendidikannya, Hamdan memilih untuk melanjutkan kariernya di dunia musik dangdut dan sukses melahirkan berbagai hits. Di antara lagu-lagunya yang terkenal adalah "Dingin", "Bekas Pacar", "Sakit Hati", "Emas Jadi Tembaga", "Mabuk Judi", dan tentu saja mega hits "Termiskin di Dunia". Atas dedikasinya di industri musik dangdut, Hamdan ATT menerima sejumlah penghargaan, termasuk penghargaan lifetime achievement dari Indonesia Dangdut Awards 2021.
Catatan Kesehatan
Di akhir hidupnya, Hamdan ATT mengalami perjuangan melawan stroke serta pecahnya pembuluh darah di otak pada tahun 2017. Meskipun kondisinya sempat kritis, Hamdan berhasil mengatasi tantangan tersebut dengan penuh ketahanan.
Namun, pada tahun 2021, Hamdan kembali mengalami serangan stroke yang mengharuskannya untuk dipasang selang di otak guna mengeluarkan cairan berlebih. Bahkan, pada bulan Desember 2022, pendarahan di otak kembali terjadi, sehingga Hamdan harus menjalani operasi dan dirawat di ICU untuk pemulihan lebih lanjut.
Penurunan Fungsi Ginjal
Pada bulan Maret 2025, keadaan Hamdan semakin memburuk. Pedangdut berusia 75 tahun tersebut mengalami infeksi yang serius serta penurunan fungsi ginjal, sehingga ia harus menggunakan ventilator di ruang perawatan intensif (ICU).
Menjelang akhir Maret 2025, setelah menjalani perawatan yang intensif dan pemasangan trakeostomi, Hamdan akhirnya keluar dari ICU dan dibawa pulang untuk melanjutkan proses pemulihan di rumah. Namun, meskipun berbagai upaya penyembuhan telah dilakukan, takdir berkata lain.
Hamdan ATT menghembuskan napas terakhirnya pada hari Selasa, 1 Juli 2025, di kediamannya sekitar pukul 12.00 WIB. Kabar duka ini dikonfirmasi oleh putrinya, Putri Azza. "Iya betul, meninggal pukul 12.00," ungkap Putri Azza saat dihubungi oleh wartawan pada hari yang sama.
Dokter yang Melakukan Pemeriksaan
Setelah menghubungi ambulans, dokter yang melakukan pemeriksaan menyatakan bahwa Hamdan ATT sudah tidak bernapas lagi. "Lagi di rumah, ada dokter dipanggil ke rumah. Kita juga sempat panggil ambulans. Cuma pas ambulans datang, sudah henti napas. Jadi, dari pihak ambulansnya nggak bisa bawa," jelasnya. Hal ini menunjukkan betapa cepatnya situasi berubah dan betapa pentingnya penanganan medis yang tepat waktu.
Di momen yang penuh kesedihan ini, Azza juga meminta doa untuk mendiang ayahnya. "Mohon doanya buat ayah saya." Permohonan ini menggambarkan betapa besar rasa kehilangan yang dirasakannya dan harapannya agar ayahnya mendapatkan tempat yang baik di sisi-Nya. Dukungan dari orang-orang terdekat sangat berarti dalam menghadapi masa sulit ini.