Perjalanan Riwayat Penyakit Hamdan ATT: Dari Stroke Hingga Pecah Pembuluh Darah di Kepala
Riwayat penyakit Hamdan ATT menunjukkan perjuangan panjang melawan stroke dan pecah pembuluh darah sebelum meninggal dunia pada 1 Juli 2025. Simak selengkapnya!
Kabar duka menyelimuti dunia musik Indonesia. Hamdan ATT, penyanyi dangdut legendaris, menghembuskan napas terakhirnya pada 1 Juli 2025 pukul 12.00 WIB di kediamannya. Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan jutaan penggemarnya di seluruh penjuru negeri. Namun, tahukah Anda bahwa sebelum berpulang, Hamdan ATT telah berjuang melawan berbagai penyakit selama delapan tahun terakhir?
Riwayat penyakit Hamdan ATT menjadi sorotan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi kesehatan yang naik turun mengharuskan beliau menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Serangan stroke berulang dan pecah pembuluh darah di kepala menjadi tantangan berat yang harus dihadapi. Lantas, bagaimana sebenarnya riwayat penyakit yang diderita oleh pelantun lagu "Termiskin di Dunia" ini?
Mari kita telusuri perjalanan panjang Hamdan ATT dalam melawan penyakit yang menggerogoti tubuhnya. Informasi ini dihimpun dari berbagai sumber terpercaya dan kesaksian dari orang-orang terdekat almarhum.
Stroke: Serangan yang Berulang
Hamdan ATT tercatat mengalami dua kali serangan stroke. Serangan pertama terjadi pada tahun 2017, yang mengharuskannya dirawat secara intensif di ICU RS Polri Kramat Jati. Stroke adalah kondisi medis serius yang terjadi ketika pasokan darah ke otak terganggu. Gangguan ini bisa disebabkan oleh penyumbatan (stroke iskemik) atau pecahnya pembuluh darah (stroke hemoragik).
Menurut National Institute of Neurological Disorders and Stroke, stroke dapat menyebabkan kerusakan otak permanen dan berbagai komplikasi. Komplikasi tersebut meliputi kelumpuhan, gangguan bicara, masalah memori, dan kesulitan menelan. Serangan stroke berulang, seperti yang dialami Hamdan ATT, dapat memperburuk kerusakan otak dan meningkatkan risiko komplikasi yang lebih serius.
Empat tahun berselang, tepatnya pada tahun 2021, Hamdan ATT kembali mengalami serangan stroke. Meski tidak separah serangan pertama, kondisi ini semakin memperburuk kesehatan beliau. Dampak dari stroke berulang ini tentu sangat signifikan terhadap kualitas hidup Hamdan ATT.
Pecah Pembuluh Darah di Kepala
Pada Oktober 2024, kondisi kesehatan Hamdan ATT kembali menjadi perhatian publik. Beliau dilarikan ke rumah sakit karena mengalami pecah pembuluh darah di kepala. Kondisi ini sangat berbahaya dan membutuhkan penanganan medis segera. Pecah pembuluh darah di kepala (aneurisma) dapat menyebabkan perdarahan di otak (stroke hemoragik), yang dapat berakibat fatal.
Operasi dilakukan untuk mengatasi pecah pembuluh darah tersebut. Namun, tindakan medis ini tentu memberikan dampak yang besar bagi kondisi fisik Hamdan ATT. Pemulihan pasca operasi membutuhkan waktu dan perawatan yang intensif.
Menurut Mayo Clinic, faktor risiko pecah pembuluh darah di kepala meliputi tekanan darah tinggi, merokok, dan riwayat keluarga dengan aneurisma. Riwayat stroke yang diderita Hamdan ATT sebelumnya juga bisa menjadi faktor yang berkontribusi terhadap kondisi ini.
Kondisi Terakhir dan Perawatan Intensif
Menurut penuturan Aisyah, kondisi kesehatan Hamdan ATT terus menurun drastis setelah operasi pecah pembuluh darah. Dokter mendiagnosis adanya infeksi yang memerlukan penanganan intensif. Infeksi ini diduga menyerang paru-paru, yang menyebabkan kesulitan bernapas dan membutuhkan bantuan ventilator.
Selain itu, fungsi ginjal Hamdan ATT juga mengalami penurunan yang signifikan. Kondisi ini mengharuskan beliau menjalani cuci darah secara berkala. Cuci darah (hemodialisis) adalah prosedur medis untuk membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme ketika ginjal tidak berfungsi dengan baik.
Kondisi kesehatan Hamdan ATT yang terus menurun menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya menjaga kesehatan. Pemeriksaan kesehatan secara berkala dapat membantu mendeteksi penyakit sejak dini dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Semoga almarhum Hamdan ATT mendapatkan tempat yang layak di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.