Detik-Detik Pembongkaran Paksa Rumah Atalarik Syach, Suasana Panas dan Tegang Dikepung Puluhan Aparat
Terlihat puluhan aparat gabungan dari tentara, polisi dan pegawai berseragam Mahkamah Agung datang untuk mengeksekusi rumah mewah milik Atalarik Syach.
Aktor Senior Atalarik Syach baru-baru ini mencuri perhatian publik. Kemarin dia mengunggah video pembongkaran paksa rumahnya di kawasan Cibinong-Bogor, Jawa Barat.
Dalam video yang diunggah Lambe Turah, Atalarik Syach membagikan momen-momen sebelum rumahya dibongkar paksa. Terlihat puluhan aparat keamanan yakni tentara, polisi dan sejumlah pegawai berseragam Mahkamah Agung datang untuk mengeksekusi rumah mewah milik Atalarik Syach.
Tak hanya itu, Atalarik juga memperlihatkan ibunya yang berupaya ikut menghadang puluhan orang yang hendak membongkar rumahnya.
"Mamah, Mamah awas Mamah, Mamah sini. Mamah kalau dari situ kalah. Mamah dari atas aja," kata Atalarik sambil mengamankan sang ibunda dari kerumunan juru sita, dikutip dari Instagram Lambe Turah, Jumat, (16/5).
Di momen tersebut, Atalarik terlihat mempertahankan rumahnya sebelum dibongkar.
"Bagaimana kami tahu kalau anak buah Anda tidak mencuri-curi di dalam rumah, kita enggak tahu yah," kata Atalarik kepada para petugas.
Sebagai informasi, pembongkaran tersebut merupakan buntut dari sengketa tanah yang telah berlangsung sejak tahun 2015, melibatkan Atalarik dan penggugat, Dede Tasno. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan besar tentang proses hukum yang dijalankan dan keadilan bagi Atalarik.
Sengketa tanah ini berpusat pada kasus lahan seluas 7.000 meter persegi tempat rumah Atalarik berdiri. Dede Tasno mengklaim kepemilikan lahan tersebut, sementara Atalarik membantah klaim tersebut dengan bukti pembelian tanah pada tahun 2000 dari PT. Sapta Usaha Gemilang Indah.
Meskipun Atalarik memiliki sejumlah dokumen kepemilikan, termasuk sertifikat dan Akta Jual Beli (AJB), kehilangan surat pelepasan hak menjadi kendala utama dalam proses hukum.
Lantas seperti bagaimana ketegangan eksekusi rumah Atalarik Syach? Simak ulasannya berikut ini:
Rumah Atalarik Syach pada Kamis (15/5) didatangi aparat keamanan dan juru sita dari Mahkamah Agung untuk eksekusi pembongkaran.
Sebelum pembongkaran paksa dilakukan salah satu keluarga Atalarik Syach terlihat berdiskusi dengan pejabat juru sita yang datang. Lelaki berkaos putih itu memberikan penjelasan bahwa belum ada surat resmi terkait pembongkaran rumah mewah.
Dalam video yang beredar Atalarik Syach mengungkapkan kekecewaanya. Dia mengaku tak terima mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan tersebut. Apalagi kasus sengketa tanah di atas rumahnya masih berproses dan belum ada inkrah atau berkekuatan hukum tetap.
Atalarik pun mengungkapkan kekesalannya.
"Ini kita bukan penjahat yah, ini lebih buruk dari penggerebakan narkoba. Jahat kalian, kami bukan bandar narkoba, tega yah kalian," kata Atalarik.
Di tengah ketegangan tersebut, Ibunda Atalarik terlihat ikut keluar rumah untuk menahan rumahnya tidak dibongkar. Namun dengan segera Atalarik meminta sang ibunda untuk kembali masuk ke dalam rumah.
Dengan hati-hati Ibunda Atalarik yang hanya memakai daster hijau ini segera kembali ke rumahnya demi menghindari kerumunan yang semuanya laki-laki.