Tanah Warisan Jadi Sengketa, Ashanty Tegas Akan Perjuangkan Hak Keluarga
Ashanty merasa kecewa karena pihak pengembang melanjutkan proyek pembangunan di tanah warisan ayahnya di Depok, Jawa Barat.
Ashanty merasa kecewa karena pihak developer tetap melanjutkan proyek pembangunan di tanah warisan milik ayahnya yang terletak di Kawasan Cinangka, Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Tanah tersebut saat ini masih dalam status sengketa, dan Ashanty bertekad untuk memperjuangkan haknya atas tanah tersebut. Ia menjelaskan bahwa masalah ini muncul ketika seseorang mengklaim juga memiliki surat yang mengesahkan kepemilikan tanah itu. Awalnya, Ashanty dan orang yang mengklaim tersebut sepakat untuk mencari jalan keluar dari sengketa ini.
“Ini maksudnya kalau dengan si bapak punya surat yang sama, kita mungkin diginiin sama oknum yang dulu. Aku tidak mau ini punya aku, kamu enggak dapat apa-apa, enggak. Kalau kita punya surat yang sama, ayo kita cari solusi,” ungkap Ashanty di Depok, Jawa Barat, pada Kamis (18/9).
“Kita sempat 2 sampai 3 tahun, mulai dari papa sambung aku yang temui. Sampai kakak-kakak aku yang temui. Tapi tetap ya ya saja, tapi tiba-tiba sudah dijual saja kemarin setelah bertahun-tahun mungkin tahan-tahanan."Ia menambahkan,
Kekecewaan Ashanty
Kekecewaan Ashanty semakin mendalam setelah mengetahui bahwa developer yang membeli tanah tersebut telah memulai proses pembangunan. Sebelumnya, developer tersebut sempat berkomunikasi dengan Ashanty untuk menanyakan status tanah yang memiliki sertifikat ganda.
"Awalnya aku enggak mau terlalu gimana-gimana sama dia karena urusan aku sama bapak yang menjual. Tapi bapak yang menjual bilangnya belum dibayar, dan baru dibayar DP, kecil banget. Sekarang si developer main bangun dan dia kayak enggak peduli. Ya aku enggak akan diam," urai Ashanty.
Situasi ini membuat Ashanty merasa tertekan, karena ia merasa haknya sebagai pemilik tanah tidak dihargai. Meskipun dia ingin menyelesaikan masalah ini dengan cara yang baik, tindakan developer yang sembrono membuatnya merasa perlu untuk mengambil langkah lebih lanjut.
Keberanian Ashanty untuk berbicara dan tidak tinggal diam menunjukkan bahwa ia berkomitmen untuk mempertahankan haknya. Dalam hal ini, dia berharap agar semua pihak dapat menyelesaikan masalah ini secara adil dan transparan.
Mencari solusi
Ashanty pernah melakukan pertemuan dengan pihak developer untuk mencari solusi yang terbaik. Namun, ia merasa bahwa itikad baik tersebut tidak sejalan dengan tindakan pihak developer yang tetap melanjutkan pembangunan di atas tanah tersebut.
"Kalau kamu sudah tahu tapi terus membangun, menurut aku enggak ada niat baiknya. Dan enggak digubris sampai sekarang. Malah bapak yang jual ke developer bilang, 'Aduh saya juga kesal banget, ini juga belum dibayar.' Ya kita enggak tahulah, intinya kita akan perjuangkan," ungkap Ashanty.
Dalam pandangannya, tindakan pihak developer menunjukkan kurangnya komitmen untuk menghormati hak-hak yang ada. Ashanty bertekad untuk memperjuangkan haknya meskipun situasi yang dihadapi cukup sulit.
Ia berharap agar pihak berwenang dapat mendengar keluhannya dan memberikan perhatian lebih terhadap masalah ini.
"Kalau kamu sudah tahu tapi terus membangun, menurut aku enggak ada niat baiknya," tegasnya. Dia percaya bahwa perjuangannya akan membuahkan hasil meskipun banyak rintangan yang harus dihadapi.
Karena tidak ada yang mengurus
Kedatangan Ashanty di lokasi bertujuan untuk memperjuangkan hak atas tanah warisan dari ayahnya. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya ia telah kehilangan salah satu aset tanah warisan tersebut karena tidak ada yang mengurusnya.
"Karena enggak ada yang urus. Aku juga masih mudahlah waktu itu, ya sudah hilanglah. Mau menggugat juga aku belum paham. Jadi sekarang aku enggak mau lagilah kehilangan, aku mau perjuangkan haknya kita," kata Ashanty.
Dengan pengalaman yang menyakitkan itu, Ashanty kini bertekad untuk tidak kehilangan haknya lagi.
Ia menyadari pentingnya mengurus dan memperjuangkan hak atas tanah yang menjadi warisan keluarganya. Kini, ia berkomitmen untuk memahami proses hukum yang diperlukan agar tidak mengalami kerugian serupa di masa depan.