Wali Kota Ayep Zaki Bangga: Penyerapan APBD Kota Sukabumi Capai 70,08 Persen, Terbaik Nasional
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengumumkan penyerapan APBD Kota Sukabumi mencapai 70,08 persen hingga Oktober 2025, menjadikannya salah satu daerah terbaik di Indonesia.
Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki mengungkapkan kabar baik mengenai kinerja keuangan daerah yang patut diapresiasi. Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Sukabumi telah mencapai 70,08 persen hingga Oktober 2025. Capaian impresif ini menempatkan Kota Sukabumi sebagai salah satu daerah dengan pengelolaan anggaran terbaik di tingkat nasional.
Angka realisasi belanja yang signifikan ini mendapat apresiasi langsung dari pemerintah pusat. Keberhasilan ini menunjukkan keseimbangan yang sehat antara pendapatan dan belanja daerah, sehingga meminimalisir risiko gagal bayar. Hal tersebut juga mencegah terjadinya pengendapan dana yang tidak produktif di kas daerah.
Ayep Zaki menekankan bahwa capaian positif ini merupakan buah dari kerja keras seluruh pihak yang terlibat. Kinerja yang solid ini menjadi bukti konkret komitmen Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengelola keuangan daerah secara akuntabel, efisien, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Realisasi Anggaran dan Pendapatan Daerah yang Positif
APBD Kota Sukabumi tahun 2025 telah resmi ditetapkan sebesar Rp1,306 triliun untuk pendapatan daerah. Sementara itu, alokasi belanja daerah mencapai Rp1,353 triliun setelah perubahan APBD disetujui oleh DPRD pada Agustus 2025. Penetapan ini menjadi dasar utama pengelolaan keuangan kota untuk satu tahun anggaran.
"Syukur Alhamdulillah, ini menjadi bukti bahwa kinerja Pemkot Sukabumi sudah berada di jalan yang benar," kata Ayep Zaki melalui keterangan Diskominfo Kota Sukabumi. Ia menambahkan bahwa realisasi belanja yang menyentuh 70,08 persen dinilai sangat baik karena selisih antara realisasi pendapatan dan belanja cukup seimbang.
Keseimbangan tersebut secara langsung mengindikasikan rendahnya risiko gagal bayar dan minimnya pengendapan uang di kas daerah. Selain itu, realisasi pendapatan APBD Kota Sukabumi hingga September 2025 juga menunjukkan angka yang sangat impresif. Capaian ini mencapai 75,94 persen dari target yang telah ditetapkan.
Angka realisasi pendapatan yang tinggi ini menempatkan Kota Sukabumi di urutan ke-16 dari seluruh pemerintahan kota di Indonesia. Posisi ini menunjukkan kinerja penerimaan daerah yang sangat baik dan menjadi indikator positif bagi keberlanjutan pembangunan di Kota Sukabumi.
Apresiasi Pemerintah Pusat Terhadap Kinerja Kota Sukabumi
Data penyerapan dalam pengelolaan APBD seluruh pemerintah daerah telah disampaikan dalam rapat koordinasi penting. Rapat ini diadakan oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada 20 Oktober 2025. Acara tersebut dihadiri pula oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersama Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Dalam kesempatan tersebut, Ditjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri memaparkan laporan penyerapan APBD. Laporan tersebut mencakup data hingga 17 Oktober 2025 dari 93 pemerintah kota se-Indonesia. Data ini menjadi acuan utama dalam penilaian kinerja keuangan daerah di seluruh negeri.
Ayep Zaki menegaskan bahwa catatan dari pemerintah pusat tersebut sangat membanggakan bagi Kota Sukabumi. Kota Sukabumi termasuk dalam kelompok 20 pemerintah kota dengan persentase realisasi pendapatan APBD terbesar. Ini menunjukkan efektivitas dan efisiensi pengelolaan anggaran kota.
Capaian ini merupakan pengakuan yang jelas atas upaya keras Pemerintah Kota Sukabumi dalam mengoptimalkan penerimaan daerah. Prestasi ini sekaligus menjadi dorongan kuat untuk terus meningkatkan kinerja. Hal ini penting dalam rangka mencapai target pembangunan yang lebih tinggi dan berkelanjutan.
Kolaborasi Stakeholder untuk Peningkatan Pendapatan Daerah
"Ini jelas menjadi penyemangat kami, agar ke depan bisa meningkatkan pendapatan pemkot lebih signifikan lagi," ujar Ayep Zaki. Pernyataan ini menunjukkan komitmen kuat Pemerintah Kota Sukabumi untuk terus berinovasi. Tujuannya adalah memperkuat sektor pendapatan daerah demi kemajuan kota.
Wali Kota Ayep Zaki juga menekankan bahwa capaian ini bukan hanya prestasi individu semata. Ini adalah hasil kerja sama yang solid dari seluruh pemangku kepentingan di Kota Sukabumi. Kolaborasi ini melibatkan berbagai elemen masyarakat dan institusi yang peduli terhadap kemajuan daerah.
"Kalau mau disebut ini prestasi, tentu bukan semata kinerja wali kota," katanya. "Melainkan seluruh 'stakeholder' dan masyarakat yang benar-benar ingin hidup lebih baik dan menjadikan Kota Sukabumi sebagai kota terdepan di Indonesia."
Semangat kolaborasi yang kuat ini diharapkan akan terus berlanjut di masa mendatang. Tujuannya adalah untuk mewujudkan visi Kota Sukabumi yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing. Peningkatan pendapatan daerah akan menjadi fondasi penting untuk mendukung berbagai program pembangunan yang inovatif.
Sumber: AntaraNews