Serapan APBD Gorontalo 2025 Capai 92,67 Persen, Gubernur Apresiasi Kinerja Keuangan Daerah
Pemerintah Provinsi Gorontalo mencatat serapan APBD Gorontalo 2025 yang memuaskan hingga 92,67 persen, menunjukkan kinerja keuangan daerah yang sehat dan efisien.
Pemerintah Provinsi Gorontalo berhasil mencatat realisasi penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 yang sangat memuaskan. Hingga akhir Desember, serapan APBD Gorontalo 2025 mencapai angka 92,67 persen. Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, menyampaikan apresiasinya atas capaian kinerja keuangan daerah ini di Gorontalo pada Jumat (09/1).
Realisasi fisik program-program pembangunan tercatat sebesar 96,55 persen, sementara realisasi keuangan mencapai 92,67 persen dari target awal 100 persen. Angka ini menunjukkan efektivitas pelaksanaan program dan pengelolaan anggaran yang baik sepanjang tahun. Capaian ini menjadi indikator penting keberhasilan pemerintah provinsi dalam menjalankan roda pemerintahan.
Tingginya serapan anggaran ini tidak hanya mencerminkan kinerja positif dalam pengelolaan belanja, tetapi juga didukung oleh pendapatan daerah yang melampaui target. Keberhasilan ini menjadi modal kuat bagi Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk menghadapi tantangan fiskal di tahun-tahun mendatang. Ini juga menjaga kepercayaan publik terhadap pemerintahan daerah.
Pendapatan Daerah Melampaui Target dan Kontribusi PAD
Realisasi pendapatan daerah Provinsi Gorontalo menunjukkan performa yang sangat baik, bahkan berpotensi masuk lima besar nasional. Hingga 31 Desember 2025, pendapatan daerah berhasil mencapai 106,86 persen dari target yang ditetapkan. Angka ini menandakan kemampuan pemerintah provinsi dalam mengoptimalkan sumber-sumber penerimaan.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi pilar utama di balik capaian impresif ini, dengan realisasi mencapai 122 persen. Peningkatan signifikan PAD didorong oleh penerapan tarif pajak baru yang dilakukan secara bertahap sejak Mei 2025. Kebijakan ini diterapkan dengan hati-hati agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
Gubernur Gusnar Ismail menyoroti tantangan fiskal yang berat di tahun 2025, namun menegaskan komitmen pemerintah. “Di tahun 2025 itu banyak sekali tantangan, terutama yang sangat berat adalah tantangan fiskal. Tapi kita sudah menjalankan kegiatan yang memang ditunggu oleh masyarakat, sehingga harapan masyarakat begitu tinggi. Alhamdulillah kita bisa menjaga kepercayaan publik,” ujarnya.
Selain PAD, pendapatan transfer dari pemerintah pusat juga terealisasi secara optimal. Seluruh dana transfer tersalurkan 100 persen, dengan realisasi mencapai 101 persen dari alokasi yang direncanakan. Ini menunjukkan koordinasi yang baik antara pemerintah daerah dan pusat dalam pengelolaan anggaran.
Efisiensi Belanja dan Kesehatan Fiskal Daerah
Pada sisi belanja daerah, realisasinya tercatat pada angka 92,51 persen, menunjukkan efisiensi dalam penggunaan anggaran. Beberapa kegiatan yang belum rampung sepenuhnya akan dilanjutkan melalui mekanisme APBD Perubahan. Langkah ini memastikan keberlanjutan program pembangunan yang telah direncanakan.
Realisasi belanja modal juga menunjukkan angka yang positif, mencapai 82 persen. Capaian ini memiliki dampak signifikan terhadap ketersediaan saldo kas daerah. Dengan kondisi keuangan yang sehat, Pemerintah Provinsi Gorontalo mampu membiayai kebutuhan awal tahun tanpa harus menunggu transfer dari pemerintah pusat.
Kemampuan ini termasuk pembayaran gaji pegawai serta gaji ke-13, yang merupakan komitmen penting pemerintah kepada aparatur sipil negara. Kondisi fiskal yang kuat ini memberikan stabilitas dan kepastian dalam operasional pemerintahan.
Gubernur Gusnar Ismail menegaskan bahwa kinerja keuangan daerah tahun 2025 berada dalam kondisi sehat dan positif. “Mungkin kita sama-sama berkesimpulan bahwa tahun 2025 kemarin kita bisa lalui dengan lancar dan menggembirakan. Ini berarti menjadi modal dasar kita. Paling tidak bagi saya adalah kita semua ini membangun spirit, menjaga momentum semangat untuk kita masuk ke 2026,” kata Gusnar.
Sumber: AntaraNews