Trivia: Strategi NTB Perkuat Ketahanan Pangan dan Wisata, Tekan Kemiskinan Hingga Nol Persen 2029
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) gencar memperkuat ketahanan pangan NTB dan sektor pariwisata sebagai strategi utama menekan angka kemiskinan, dengan target ambisius nol persen kemiskinan ekstrem pada 2029.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara proaktif mengambil langkah strategis untuk menekan angka kemiskinan di wilayahnya. Upaya ini difokuskan pada penguatan sektor ketahanan pangan dan pariwisata. Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal, menegaskan pentingnya strategi ini dalam pernyataan di Mataram pada Sabtu (14/9).
Langkah tersebut diambil mengingat potensi sumber daya alam NTB yang melimpah, mulai dari jagung, kopi, coklat, hingga tuna. Namun, tantangan hilirisasi masih menjadi perhatian utama yang harus diatasi. Oleh karena itu, penguatan ketahanan pangan NTB dan pariwisata diharapkan dapat mendongkrak ekonomi masyarakat.
Fokus pembangunan NTB selama lima tahun ke depan diarahkan pada pengentasan kemiskinan melalui hilirisasi sektor pangan serta penguatan program desa berdaya. Target ambisius telah ditetapkan untuk mencapai nol persen kemiskinan ekstrem pada tahun 2029.
Strategi Hilirisasi dan Penguatan Ketahanan Pangan NTB
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menyoroti kekayaan potensi alam NTB yang belum tergarap maksimal. "Kami punya potensi melimpah dari jagung, kopi, coklat, hingga tuna. Namun, masalah utama NTB adalah hilirisasi, karena itu strategi kami adalah memperkuat ketahanan pangan dan pariwisata agar ekonomi rakyat bisa naik," ujarnya.
Penguatan ketahanan pangan NTB menjadi prioritas untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga komoditas. Inovasi diperlukan untuk menekan biaya logistik yang seringkali membebani petani. Hal ini juga bertujuan untuk meningkatkan daya saing produk pertanian lokal di pasar.
Pemerintah daerah berupaya menyediakan tempat penyimpanan yang memadai bagi hasil panen. Tujuannya agar petani tidak terpaksa menjual produk saat panen raya dengan harga jatuh. Penundaan penjualan hingga harga membaik diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan memperkuat ketahanan pangan NTB.
Peran Pariwisata dan Program Desa Berdaya
Selain sektor pangan, pariwisata juga diandalkan sebagai motor penggerak ekonomi rakyat di NTB. Pengembangan destinasi wisata dan peningkatan kualitas layanan diharapkan menarik lebih banyak wisatawan. Ini akan menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat lokal.
Dalam kerangka pengentasan kemiskinan, Pemerintah NTB juga mencanangkan Program Desa Berdaya. Inisiatif strategis ini dirancang untuk mentransformasikan desa-desa miskin. Tujuannya adalah menjadikan desa-desa tersebut mandiri secara ekonomi dan sosial.
Program Desa Berdaya mengintervensi desa-desa miskin secara bertahap selama dua tahun. Melalui program ini, diharapkan terjadi peningkatan kapasitas masyarakat. Peningkatan ini mencakup pengelolaan sumber daya lokal dan pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.
Target Ambisius Nol Persen Kemiskinan Ekstrem
Dengan serangkaian strategi ini, NTB menetapkan target ambisius untuk mencapai nol persen kemiskinan ekstrem pada tahun 2029. Ini merupakan bagian dari visi pembangunan jangka panjang provinsi. Seluruh elemen masyarakat diharapkan turut serta mendukung pencapaian target tersebut.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat adanya penurunan signifikan dalam angka kemiskinan di NTB. Pada Maret 2025, tingkat kemiskinan tercatat sebesar 11,78 persen, setara dengan 654.570 jiwa penduduk. Angka ini menunjukkan penurunan agresif dibandingkan September 2024 yang mencapai 12,91 persen.
Penurunan yang cukup agresif ini menjadi indikator positif atas efektivitas program-program yang telah dijalankan. Konsistensi dalam implementasi strategi penguatan ketahanan pangan NTB dan pariwisata diharapkan terus berkontribusi. Ini akan membawa NTB menuju target kemiskinan ekstrem nol persen.
Sumber: AntaraNews