Tahukah Anda? Gubernur Jabar Sebut Ada Nilai Koperasi dalam Negara untuk Kelola APBN dan APBD
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan adanya nilai koperasi dalam negara untuk pengelolaan APBN/APBD, yang disebutnya mampu menciptakan ekonomi berkeadilan dan berputar di daerah.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi baru-baru ini menyampaikan pandangan menarik terkait pengelolaan negara. Ia menyebutkan bahwa sejatinya ada nilai-nilai koperasi yang inheren dalam cara negara dikelola, terutama karena sistem ini dibangun dan didesain secara kolektif.
Pernyataan ini disampaikan Dedi Mulyadi dalam Musyawarah Dewan Koperasi Indonesia tingkat wilayah (Dekopinwil) Jawa Barat di Gedung Sate, Bandung, pada Senin, 20 Oktober. Menurutnya, sistem pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) memiliki kemiripan fundamental dengan prinsip koperasi.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa sistem anggaran tersebut disusun atas usaha bersama dan berasaskan kekeluargaan. Hal ini menunjukkan adanya potensi besar untuk menciptakan ekonomi berkeadilan yang terdistribusi, di mana dana tidak keluar dari wilayah atau bahkan luar negeri, melainkan berputar di sekitar daerahnya sendiri.
Prinsip Koperasi dalam Pengelolaan Anggaran Negara
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, secara gamblang mengemukakan bahwa sistem pengelolaan APBN dan APBD di Indonesia memiliki esensi yang sama dengan koperasi. "Sistem pengelolaan APBN atau APBD kita itu ya koperasi, yang disusun atas usaha bersama berasaskan kekeluargaan," kata Dedi Mulyadi dalam acara Dekopinwil Jawa Barat.
Menurut Dedi, kesamaan ini terletak pada fondasi usaha bersama dan asas kekeluargaan yang menjadi tulang punggung koperasi. Prinsip ini, jika diterapkan sepenuhnya dalam pengelolaan anggaran negara, akan memastikan distribusi ekonomi yang lebih merata dan berkeadilan bagi seluruh masyarakat.
Ia menekankan pentingnya perputaran dana di dalam wilayah itu sendiri sebagai salah satu kunci keberhasilan. Dengan dana yang berputar di daerah, ekonomi lokal akan semakin kuat dan tidak bergantung pada aliran modal dari luar, sehingga menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan.
Waspada Rentenir Berkedok Koperasi dan Upaya Pengentasan Kemiskinan
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Mulyadi juga memberikan peringatan keras kepada masyarakat mengenai praktik rentenir yang berkedok koperasi. Ia menyoroti fenomena bank gelap yang beroperasi di tengah masyarakat, yang seringkali menjerat warga dengan bunga tinggi dan berujung pada peningkatan angka kemiskinan.
Dedi Mulyadi mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih waspada dan tidak mudah tergiur dengan tawaran pinjaman yang tidak masuk akal. Praktik semacam ini tidak hanya merugikan secara finansial, tetapi juga merusak tatanan sosial ekonomi di tingkat akar rumput.
Lebih lanjut, Dedi menguraikan strategi pengentasan kemiskinan yang komprehensif. Ia menyatakan bahwa upaya menurunkan tingkat kemiskinan tidak hanya berfokus pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga pada penurunan angka belanja masyarakat. "Kita ingin menurunkan tingkat kemiskinan, bukan hanya dengan cara meningkatkan pendapatan masyarakat. Tapi, juga menurunkan angka belanja masyarakat. Contoh, pendidikan gratis, makan gratis, dan sebagainya," ujarnya.
Membangun Sistem Sosial Kokoh dengan Spirit Koperasi
Melihat potensi besar dari nilai-nilai koperasi, Dedi Mulyadi mengajak seluruh penyelenggara negara untuk mengadopsi spirit koperasi sebagai sebuah sistem. Dengan demikian, prinsip-prinsip kolektivitas dan kekeluargaan dapat diintegrasikan secara menyeluruh dalam setiap kebijakan dan program pemerintah.
Harapannya, melalui penerapan spirit koperasi ini, Indonesia dapat membangun sistem sosial yang kokoh dan berkelanjutan. Sistem ini akan mampu menopang kesejahteraan masyarakat secara merata dan menciptakan keadilan ekonomi bagi semua lapisan.
Acara Musyawarah Wilayah Dekopinwil Jabar tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting. Selain Gubernur Dedi Mulyadi, hadir pula Menteri Koperasi Ferry Juliantono dan Ketua Umum Dekopin Bambang Haryadi, menunjukkan dukungan terhadap penguatan koperasi di tingkat nasional dan daerah.
Sumber: AntaraNews