Stok BBM di SPBU Swasta Kosong, ESDM Ungkap Penyebabnya
Perubahan regulasi itu turut berimbas pada kelancaran suplai BBM non-Pertamina, sehingga tidak jarang terjadi kekosongan.
Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengungkap bahwa salah satu faktor penyebab kosongnya stok Bahan Bakar Minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta disebabkan oleh perubahan masa berlaku izin impor. Jika sebelumnya izin berlaku selama satu tahun, kini hanya enam bulan.
"Ya, kira-kira itulah (durasi impor dipangkas). Selalu ada masalah kan ekspor impor," kata Tri saat ditemui usai menghadiri acara peresmian fase Feed proyek LNG Abadi, di Hotel Mulia, Jakarta, Kamis (28/8).
Menurutnya, perubahan regulasi itu turut berimbas pada kelancaran suplai BBM non-Pertamina, sehingga tidak jarang terjadi kekosongan. Meski demikian, pemerintah memastikan langkah antisipasi sudah dilakukan.
"Pak Djoksis (Kepala SKK Migas) sudah jawab, sudah ada tambahan 10 persen. Terus kemudian apabila terjadi kekurangan, silakan ambil dari Pertamina," ujarnya.
Tambah Pasokan 10 Persen
Adapun dalam kesempatan yang berbeda, Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto menyebut pasokan ke SPBU non-Pertamina telah ditambah 10 persen.
Selain itu, bagi SPBU non-Pertamina bisa membeli BBM ke SPBU Pertamina terdekat jika masih mengalami kekurangan. Hal itu dilakukan sebagai upaya untuk mencegah kelangkaan BBM di SPBU Swasta.
"Jadi, untuk yang non-Pertamina sudah ditambah 10 persen, nah apabila masih kekurangan bisa belinya ke SPBU Pertamina terdekat," ujar Djoko.
Kementerian ESDM Cek Izin Impor SPBU Swasta
Sebelumnya, Wamen ESDM Yuliot mengatakan akan mengecek soal izin impor dari SPBU swasta tadi ke Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM. Dia menyebut, izin impor itu bukan menjadi akar masalah kosongnya stok BBM swasta.
"Jadi, saya cek dulu, ini kan proses perizinan itu kan ada di Ditjen Migas. Jadi ini sudah kita bahas. Seharusnya tidak berdampak (terimbas pembatasan izin impor BBM)," kata Yuliot, ditemui usai Indonesia Summit 2025, di Jakarta, Rabu (27/8).
Dia mengatakan pemerintah melakukan evaluasi stok BBM secara keseluruhan di tingkat nasional. Menurutnya, ada peningkatan permintaan impor dari SPBU swasta pada Februari 2025 dan ada lonjakan konsumsi BBM swasta pada Maret 2025.