Pemprov NTB Imbau Warga Tidak Panik Buying di Tengah Isu Kenaikan BBM
Pemerintah Provinsi NTB meminta masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan panik buying terkait isu kenaikan BBM yang beredar, menegaskan belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat.
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) secara tegas mengimbau seluruh warganya untuk tidak terprovokasi isu kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Imbauan ini disampaikan menyusul kekhawatiran masyarakat akan potensi "panik buying" akibat konflik di Timur Tengah. Pihak berwenang memastikan belum ada keputusan resmi dari pemerintah pusat mengenai penyesuaian harga BBM.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB, Irnadi Kusuma, di Mataram, Selasa (01/4), menegaskan bahwa pemerintah pusat telah menjamin stabilitas harga BBM. Jaminan ini diberikan meskipun terjadi gangguan pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah. Masyarakat diminta untuk tidak mempercayai informasi yang belum terverifikasi secara resmi.
Senada dengan Irnadi, Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral NTB, Samsudin, turut memastikan ketersediaan stok BBM di wilayah NTB tetap aman. Ia menekankan pentingnya menunggu pengumuman resmi dari pemerintah pusat sebelum mengambil tindakan. Situasi ini memerlukan sikap tenang dan bijak dari seluruh elemen masyarakat.
Jaminan Stabilitas Harga BBM dari Pusat
Pemerintah Provinsi NTB, melalui Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Irnadi Kusuma, memberikan penekanan kuat pada jaminan dari pemerintah pusat. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini, tidak ada informasi resmi mengenai kenaikan harga BBM yang akan diberlakukan. Penegasan ini bertujuan untuk meredakan kekhawatiran publik yang mungkin muncul akibat isu-isu yang beredar luas.
Irnadi Kusuma berharap masyarakat dapat menahan diri dan tidak terburu-buru melakukan pembelian berlebihan atau "panik buying". Tindakan tersebut justru dapat memicu kelangkaan buatan dan ketidakstabilan pasar. Keputusan resmi dari pemerintah pusat adalah satu-satunya acuan yang valid terkait kebijakan harga energi.
Pemerintah pusat terus memantau dinamika global, termasuk konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel di Timur Tengah. Meskipun demikian, komitmen untuk menjaga stabilitas harga energi bagi masyarakat tetap menjadi prioritas utama. Ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam melindungi daya beli masyarakat.
Strategi Pertamina dan Kedaulatan Energi Nasional
Kepala Dinas Energi Sumber Daya Mineral NTB, Samsudin, menambahkan bahwa stok Bahan Bakar Minyak di NTB dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Ia mengimbau agar warga tidak panik buying, mengingat Pertamina sebagai penyedia utama telah menyiapkan berbagai skenario mitigasi. Skenario ini dirancang untuk menghadapi potensi gejolak pasokan akibat situasi di Timur Tengah.
Salah satu strategi utama Pertamina adalah mengoptimalkan pemanfaatan kilang-kilang minyak di dalam negeri guna mengurangi ketergantungan impor. Selain itu, Pertamina juga berencana untuk diversifikasi sumber pasokan BBM, tidak lagi hanya bergantung pada Timur Tengah. Potensi pasokan dari wilayah lain seperti Afrika atau Amerika Latin sedang dipertimbangkan secara serius.
Lebih lanjut, Samsudin menjelaskan bahwa pemerintah sedang menggencarkan sosialisasi langkah-langkah penghematan energi kepada masyarakat. Inisiatif ini juga mencakup dorongan untuk beralih ke penggunaan energi terbarukan sebagai bagian dari upaya kedaulatan energi nasional. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) secara aktif memimpin program ini untuk memastikan ketahanan energi jangka panjang.
Langkah-langkah strategis ini merupakan bagian integral dari visi pemerintah untuk mencapai kedaulatan energi yang mandiri dan berkelanjutan. Dengan demikian, meskipun ada tantangan geopolitik, pasokan dan harga BBM diharapkan tetap stabil. Masyarakat diharapkan mendukung upaya ini dengan bijak dalam penggunaan energi sehari-hari.
Sumber: AntaraNews