Profil Lengkap Bupati Pati, Sudewo, Dituntut Mundur Massa Demo
Sudewo dilahirkan di Pati pada tanggal 11 Oktober 1968. Dia menyelesaikan pendidikan S1 di bidang Teknik Sipil di Universitas Sebelas Maret pada tahun 1993.
Aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar di Alun-Alun Pati pada Rabu (13/8) berubah tegang saat massa yang menuntut mundurnya Bupati Pati, Haryanto Sudewo, mulai kehilangan kendali.
Lemparan botol air mineral dari arah kerumunan ke petugas keamanan menandai pecahnya ketegangan di lapangan.
Meski aparat keamanan berupaya menenangkan situasi dengan pendekatan persuasif, suasana semakin memanas ketika sekelompok orang terlihat mencoba memancing provokasi di tengah barisan massa.
"Kami mengimbau kepada seluruh peserta aksi agar tetap tenang, tidak mudah terprovokasi, dan tetap fokus menyampaikan aspirasi dengan damai," kata Kapolresta Pati Kombes Pol Jaka Wahyudi, Rabu (13/8).
Keputusan yang diambil oleh Bupati Pati, Sudewo, untuk menaikkan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBBP2) sebesar 250 persen menjadi pemicu gelombang protes dari masyarakat setempat. Banyak warga yang merasa keberatan dengan kenaikan ini, yang dianggap sangat membebani mereka.
Pada tanggal 18 Mei 2025, Bupati Sudewo bersama dengan para camat dan Paguyuban Solidaritas Kepala Desa (PASOPATI) sepakat untuk menaikkan tarif PBBP2 hingga 250 persen. Mereka beralasan bahwa tarif PBB belum pernah disesuaikan selama 14 tahun terakhir. Saat ini, penerimaan PBB Kabupaten Pati hanya sekitar Rp29 miliar, jauh di bawah Kabupaten Jepara yang mencapai Rp75 miliar, serta Rembang dan Kudus yang masing-masing sekitar Rp50 miliar.
Sudewo menegaskan bahwa penambahan pendapatan ini sangat penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur jalan, renovasi RSUD RAA Soewondo, dan program-program pertanian serta perikanan. Namun, keputusan ini mendapat reaksi keras dari publik. Di berbagai platform media sosial dan forum, masyarakat menganggap kenaikan ini tidak manusiawi dan sangat memberatkan, terutama di tengah situasi ekonomi yang masih belum sepenuhnya pulih.
Lebih lanjut, pernyataan Sudewo yang menantang warga untuk mendatangkan 50.000 demonstran ke Kantor Pemkab Pati menjadi viral. "Silakan bawa 50 ribu orang, saya tidak akan gentar, keputusan tidak akan saya ubah." Pernyataan ini semakin memperkeruh suasana dan meningkatkan ketegangan antara pemerintah dan masyarakat.
Siapa Sebenarnya Haryanto Sudewo?
Sudewo dilahirkan di Pati pada tanggal 11 Oktober 1968. Dia menyelesaikan pendidikan S1 di bidang Teknik Sipil di Universitas Sebelas Maret pada tahun 1993 dan melanjutkan pendidikan S2 di Universitas Diponegoro dengan fokus pada Teknik Pembangunan, yang diraihnya pada tahun 2001.
Karier profesionalnya dimulai di PT Jaya Construction pada tahun 1993 hingga 1994, kemudian ia bekerja di Departemen Pekerjaan Umum dan Dinas PU Karanganyar hingga tahun 2006. Dalam dunia politik, Sudewo pernah menjabat sebagai anggota DPR RI selama dua periode, yaitu dari tahun 2009 hingga 2013 dan dari tahun 2019 hingga 2024, mewakili Partai Gerindra untuk Daerah Pemilihan Jawa Tengah III.
Sejak tanggal 20 Februari 2025, Sudewo resmi menjabat sebagai Bupati Pati, berpasangan dengan Wakil Bupati Risma Ardhi Chandra. Meskipun Sudewo menyatakan bahwa kebijakan kenaikan pajak bertujuan untuk pembangunan daerah, banyak warga yang merasa keputusan tersebut diambil tanpa adanya konsultasi publik yang memadai atau pertimbangan sosial yang cukup.
Mereka menganggap bahwa kebijakan ini terlalu mendadak dan mengejutkan, sehingga menambah beban yang harus mereka tanggung.