PHE Salurkan Berbagai Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Pertamina Hulu Energi (PHE) bergerak cepat menyalurkan berbagai bantuan untuk korban bencana di Sumatera, termasuk tim medis dan trauma healing, menghadapi akses sulit pasca bencana.
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) telah mengirimkan berbagai jenis bantuan untuk meringankan beban korban bencana yang melanda wilayah Sumatera. Upaya ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam tanggap darurat kemanusiaan di daerah operasionalnya.
Bantuan tersebut disalurkan ke sejumlah lokasi terdampak, khususnya di Sumatera Utara dan Aceh Tamiang, di mana PHE memiliki fasilitas operasional. Penyaluran bantuan dilakukan dengan sigap menyusul terjadinya bencana alam di wilayah tersebut.
Senior Manager External Communication and Stakeholder PHE, Fitri Erika, menjelaskan bahwa koordinasi intensif telah dilakukan untuk memastikan bantuan sampai ke tangan yang membutuhkan. Proses ini melibatkan berbagai pihak agar penanganan korban dapat berjalan efektif.
Akses Sulit, Bantuan PHE Disalurkan Via Jalur Laut
Saat bencana melanda, Fitri Erika mengungkapkan bahwa akses komunikasi dan jalur darat menuju lokasi terdampak mengalami hambatan serius. Kondisi ini membuat pengiriman bantuan menjadi tantangan besar bagi tim di lapangan.
Melihat kondisi tersebut, PHE mengambil langkah strategis dengan mengirimkan bantuan untuk korban bencana di Sumatera melalui jalur laut. Pendekatan ini dipilih untuk mengatasi terputusnya akses darat dan memastikan bantuan dapat segera mencapai korban.
Koordinasi erat dilakukan dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) untuk melancarkan proses distribusi. SKK Migas kemudian berkoordinasi dengan kontraktor-kontraktor di wilayah sekitar bencana, mempercepat penyaluran bantuan.
Berbagai jenis bantuan telah disalurkan, meliputi kebutuhan pokok seperti makanan dan obat-obatan. Tim dokter juga turut diterjunkan untuk memberikan penanganan medis di wilayah Aceh Tamiang, menunjukkan respons komprehensif dari PHE.
PHE dan Pertamina Bersinergi dalam Penanganan Bencana
Fitri Erika menegaskan bahwa Pertamina Hulu Energi terus mengerahkan relawan dari berbagai wilayah operasi PHE untuk mempercepat penanganan korban. Relawan ini memiliki peran krusial dalam mengkoordinasikan bantuan dan aspek lainnya.
Tidak hanya PHE, Pertamina (Persero) secara keseluruhan juga turut mengerahkan berbagai sumber daya untuk membantu penanganan dan korban bencana di Sumatera. Sinergi ini menunjukkan komitmen kolektif Pertamina Group dalam menghadapi situasi darurat.
Sebagai contoh, Pelita Air Service, anak perusahaan Pertamina, turut dikerahkan untuk menjangkau daerah-daerah terpencil yang sulit diakses. Upaya ini memastikan bantuan dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat terdampak.
Selain itu, Pertamina Commercial and Trading (CNT) memberikan akses agar mobil tangki dapat menempuh jalur-jalur yang terputus. Hal ini bertujuan mempercepat program bantuan terkait pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) di wilayah yang kesulitan akses.
Dukungan Psikologis dan Posko Terpusat untuk Pemulihan
Relawan yang diterjunkan oleh PHE tidak hanya bertugas mengkoordinasikan bantuan logistik, tetapi juga memberikan dukungan psikologis atau trauma healing. Aspek ini sangat penting untuk membantu meringankan penderitaan warga yang terdampak bencana.
Dalam upaya trauma healing, PHE mengerahkan para psikolog dan dokter untuk memberikan pendampingan kepada korban. Pendekatan holistik ini bertujuan untuk memulihkan kondisi mental dan emosional masyarakat pasca-bencana.
Hingga saat ini, PHE masih memiliki posko terpusat di Medan yang berfungsi sebagai pusat koordinasi penanganan di wilayah Sumatera Utara dan Aceh. Posko ini memastikan distribusi bantuan berjalan efektif.
Untuk penanganan di Sumatera Barat, PHE berkoordinasi langsung dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) setempat. Kolaborasi dengan lembaga pemerintah ini menunjukkan pendekatan terpadu dalam respons bencana.
Sumber: AntaraNews