KWT Embun Pagi Sulap Singkong Jadi Tepung Mocaf Bernilai Ekonomi Tinggi
Kelompok Wanita Tani Embun Pagi berhasil meningkatkan nilai jual singkong dengan mengolahnya menjadi Tepung Mocaf, produk bebas gluten yang berdaya saing tinggi di pasar.
Kelompok Wanita Tani (KWT) Embun Pagi di Dusun Selaro, Desa Simpang Bayat, Kecamatan Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan, menunjukkan inovasi signifikan. Mereka berhasil mengubah singkong menjadi tepung mocaf, sebuah produk olahan yang memiliki nilai ekonomi jauh lebih tinggi.
Inisiatif ini merupakan bagian dari program binaan PHE Jambi Merang, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE), yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat. Pendampingan ini fokus pada pemanfaatan singkong yang melimpah di kebun dan pekarangan rumah warga, agar menjadi lebih produktif dan memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.
Manajer Community Involvement and Development (CID) PT Pertamina Hulu Rokan Regional 1 Sumatera Zona 1, Iwan Ridwan Faizal, menjelaskan bahwa harga singkong mentah seringkali rendah, hanya sekitar Rp2.000 per kilogram. Oleh karena itu, KWT Embun Pagi mendapatkan pendampingan untuk mengembangkan produk mocaf, mengubah tantangan menjadi peluang.
Inovasi Pengolahan Singkong Menjadi Tepung Mocaf
Proses pengolahan singkong menjadi tepung mocaf oleh KWT Embun Pagi melibatkan serangkaian tahapan yang terstruktur. Dimulai dari fermentasi, kemudian pengeringan, hingga penggilingan, semua dilakukan dengan standar yang lebih baik.
Produksi yang sebelumnya sudah berjalan kini diperkuat dari sisi kualitas, standarisasi proses, kemasan, hingga strategi pemasarannya. Hal ini memastikan bahwa produk tepung mocaf yang dihasilkan memiliki daya saing tinggi di pasaran.
Salah satu anggota KWT Embun Pagi, Riyanti, mengungkapkan kepuasannya terhadap hasil olahan ini. "Awalnya kami ragu, apakah rasanya bisa sama seperti terigu. Ternyata enak, malah lebih ringan," ujarnya.
Kini, satu kilogram tepung mocaf produksi kelompok ini, yang sudah berlabel, dibanderol seharga Rp34.000. Angka ini berkali-kali lipat lebih tinggi dibandingkan nilai jual singkong utuh, menunjukkan peningkatan nilai ekonomi yang signifikan.
Keunggulan dan Pemanfaatan Tepung Mocaf
Tepung mocaf pada dasarnya merupakan sumber karbohidrat, serupa dengan terigu, namun memiliki keunggulan yang membedakannya. Salah satu keunggulan utamanya adalah sifatnya yang bebas gluten, menjadikannya alternatif yang baik bagi individu dengan intoleransi gluten.
Selain itu, tepung mocaf cenderung lebih mudah dicerna, sebuah aspek penting terutama saat berpuasa di bulan Ramadan. Makanan yang mudah dicerna membantu lambung yang kosong seharian tidak 'terkejut' oleh asupan yang terlalu berat.
Fleksibilitas tepung mocaf dalam kuliner sangat beragam. Untuk takjil, olahan mocaf dapat dijadikan bakwan dan pisang goreng yang renyah. Sementara untuk sajian berbuka puasa, tepung ini bisa diolah menjadi brownies kukus, bolu pandan, dan kue lapis. Bahkan, untuk persiapan Lebaran, tepung mocaf dapat digunakan membuat nastar, kastengel, dan putri salju yang kelembutannya tidak kalah dari tepung terigu.
Dampak Ekonomi dan Sosial Pemberdayaan Masyarakat
Program pengolahan singkong menjadi tepung mocaf ini memiliki dampak yang luas, baik secara ekonomi maupun sosial. Secara ekonomi, tepung mocaf dapat membantu mengurangi ketergantungan Indonesia pada tepung terigu berbasis gandum impor.
Bagi masyarakat Dusun Selaro, inisiatif ini berarti rantai produksi yang lebih dekat, biaya yang lebih terkendali, serta membuka peluang nilai ekonomi baru di tingkat desa. Program pemberdayaan masyarakat ini dirancang agar memberikan manfaat langsung kepada kelompok dan secara tidak langsung berdampak berkelanjutan pada ekonomi masyarakat.
PHE Jambi Merang tidak hanya memberikan pelatihan produksi, tetapi juga aktif dalam membantu pemasaran dan promosi tepung mocaf ini. Mereka kerap mengusung produk dari Desa Simpang Bayat ini ke berbagai pameran di tingkat kabupaten maupun provinsi, seperti Sriwijaya Expo di Palembang. Program ini memberi kesempatan bagi para ibu rumah tangga untuk lebih berdaya dan terlibat dalam aktivitas ekonomi, sekaligus menjadi simbol kemandirian pangan lokal.
Sumber: AntaraNews