Pakar UGM Dorong Peternak Sapi Perah Aktif dalam Proses Hilirisasi Susu untuk Kesejahteraan
Dosen UGM Satyaguna Rakhmatulloh menekankan pentingnya peternak sapi perah terlibat hilirisasi susu, dari pengolahan hingga pemasaran, demi peningkatan kesejahteraan dan nilai tambah ekonomi.
Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Satyaguna Rakhmatulloh, menyerukan agar peternak sapi perah tidak hanya fokus pada peningkatan produksi susu segar. Ia menegaskan bahwa keterlibatan peternak dalam proses hilirisasi susu merupakan kunci utama untuk mencapai kesejahteraan yang lebih baik. Pernyataan ini disampaikan di Yogyakarta pada Minggu, 14 Juni, menyoroti urgensi transformasi peran peternak.
Menurut Satyaguna, peningkatan produksi susu saja tidak akan cukup untuk menjamin kesejahteraan peternak apabila mereka tidak memiliki posisi tawar yang kuat dalam rantai nilai. Oleh karena itu, peternak harus didorong untuk terlibat aktif, mulai dari pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran produk susu yang memiliki nilai tambah. Langkah ini diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi mereka.
Transformasi peran peternak menjadi pelaku usaha produk olahan susu perlu menjadi agenda utama dalam pembangunan persusuan nasional. Hal ini bertujuan agar peternak dapat menikmati nilai tambah yang selama ini lebih banyak dinikmati oleh sektor hilir. Dengan demikian, peternak akan menjadi subjek utama dalam proses hilirisasi, bukan hanya sekadar pemasok bahan baku.
Pentingnya Diversifikasi Produk dan Peningkatan Nilai Tambah
Salah satu strategi krusial untuk meningkatkan kesejahteraan peternak adalah melalui diversifikasi produk susu. Produk olahan seperti susu pasteurisasi, yoghurt, es krim, puding susu, keju, hingga produk pangan fungsional dapat menjadi pilihan yang menjanjikan. Diversifikasi ini akan memperpanjang daya simpan produk sekaligus meningkatkan posisi tawar peternak di pasar.
Proses diversifikasi harus dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kapasitas kelompok ternak dan kebutuhan pasar yang ada. Pendekatan ini memastikan bahwa produk yang dihasilkan relevan dan memiliki potensi pasar yang baik. Dengan demikian, peternak dapat secara perlahan membangun kapasitas produksi dan pemasaran mereka.
Keterlibatan peternak dalam pengolahan dan pemasaran produk susu bernilai tambah sangat penting. Ini memungkinkan mereka untuk memperoleh manfaat ekonomi yang lebih besar dari hasil jerih payah mereka. Hilirisasi susu bukan hanya tentang produksi, tetapi juga tentang menciptakan nilai dari setiap tetes susu yang dihasilkan.
Strategi Dukungan dan Kolaborasi untuk Hilirisasi Berkelanjutan
Untuk mewujudkan hilirisasi susu yang berkelanjutan, pelatihan dan pendampingan menjadi elemen vital. Pelatihan harus mencakup aspek teknis pengolahan susu, manajemen usaha, pemasaran digital, hingga pengurusan legalitas usaha. Dukungan ini akan membekali peternak dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk bersaing.
Pemberdayaan perempuan dalam rantai nilai susu juga memiliki peran strategis yang tidak bisa diabaikan. Perempuan dapat berkontribusi signifikan dalam produksi, pengemasan, administrasi, dan pemasaran produk olahan susu. Keterlibatan mereka dapat memperkuat ekonomi keluarga peternak dan mendorong terciptanya usaha yang lebih inklusif.
Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, koperasi, dan dunia usaha sangat diperlukan untuk membangun ekosistem persusuan yang adil. Dukungan dapat berupa pembiayaan, penguatan kelembagaan, pengembangan pasar, serta pendampingan teknologi. Sinergi ini akan memastikan bahwa peternak memiliki akses terhadap sumber daya yang diperlukan untuk sukses dalam hilirisasi.
Sumber: AntaraNews