Perlu Transformasi Menyeluruh untuk Kembangkan Peternakan Indonesia, Seperti Apa?
Kolaborasi antar sektor seperti Program FRESH adalah contoh konkret dari transformasi peternakan rakyat di Indonesia.
Yayasan Rumah Energi (Rumah Energi) bekerja sama dengan Sarihusada Generasi Mahardhika (SGM) dan Danone Ecosystem mendorong transformasi peternakan sapi perah rakyat yang berkelanjutan dan inklusif melalui Program FRESH (Farmer Resilience and Enhanced Sustainable Husbandry).
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda menyatakan bahwa kolaborasi antar sektor seperti Program FRESH adalah contoh konkret dari transformasi peternakan rakyat di Indonesia.
"Program ini tidak hanya menjawab tantangan produktivitas dan regenerasi peternak, tetapi juga menjadi solusi adaptif terhadap perubahan iklim. Ini adalah model pengembangan peternakan masa depan yang menyeluruh, berkelanjutan, dan berdaya saing. Kami sangat mengapresiasi inisiatif seperti ini dan berharap bisa direplikasi di banyak daerah," tegasnya dalam kutipan yang disampaikan pada Rabu (30/7).
Manfaat dari program FRESH dirasakan langsung oleh seorang peternak bernama Jenarwan, yang berasal dari Jemowo, Boyolali. Dia mengungkapkan bahwa kini dia lebih percaya diri dalam mengelola usahanya setelah mengikuti pelatihan GDFP dan mendapatkan dukungan dalam pengembangan pakan.
"Dulu saya berpikir bahwa beternak hanya sebatas memberi makan dan memerah susu. Sekarang saya mulai memahami pentingnya pencatatan seperti produksi susu, kesehatan ternak, dan biaya usaha serta manajemen keuangan," ujarnya.
"Pendampingan ini membuka cara pandang baru bahwa peternakan juga harus dikelola seperti usaha profesional. Hasilnya, kualitas susu saya meningkat, kandungan lemak dan proteinnya lebih baik, serta jumlah produksi harian juga bertambah."
Dukungan terhadap peternak tidak hanya berkaitan dengan pasokan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi ketahanan pangan, perbaikan gizi, dan penguatan ekonomi lokal.
Susu memiliki peran penting sebagai sumber gizi makro dan mikro yang dibutuhkan selama masa tumbuh kembang anak, serta berkontribusi dalam pencegahan stunting dan peningkatan kesehatan keluarga di Indonesia.
Pengaruh Lingkungan dan Teknologi
Direktur Eksekutif Rumah Energi, Sumanda Tondang, menekankan bahwa intervensi lingkungan dan penerapan teknologi yang sesuai sangat penting untuk mendukung para peternak.
"Kami menyadari bahwa dengan memberikan akses kepada peternak untuk pelatihan, teknologi, dan pendampingan, mereka dapat menjadi mandiri. Misalnya, penggunaan biogas tidak hanya berfungsi untuk mengurangi biaya energi, tetapi juga meningkatkan sanitasi dan kualitas lingkungan di sekitar peternakan. Selain itu, bio-slurry yang dihasilkan dari proses biogas kini dimanfaatkan sebagai pupuk hijauan, memberikan manfaat ganda bagi produktivitas dan ketahanan pangan lokal," ujarnya.
"Langkah ini sejalan dengan visi Indonesia Berdaya yang diusung oleh Rumah Energi, yang merupakan komitmen untuk membangun masyarakat yang mandiri secara ekonomi, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berdaya dalam pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan."
Program FRESH, yang telah berjalan sejak tahun 2023, merupakan inisiatif kolaboratif dengan tujuan untuk meningkatkan produksi serta kualitas susu, meningkatkan pendapatan petani, dan mengurangi emisi gas metana. Program ini memiliki empat fokus utama: peningkatan kapasitas peternak dan koperasi, penguatan infrastruktur, pengujian dan inovasi, serta mitigasi perubahan iklim dan ketahanan.
Meningkatkan Produksi Susu
Hingga pertengahan tahun 2025, program FRESH telah memberikan pendampingan langsung kepada 511 peternak dan 6 koperasi dengan pendekatan yang intensif. Beberapa pencapaian program ini mencakup peningkatan produksi susu di Koperasi Samesta, UPP Kaliurang, dan KJUB Puspetasari, yang secara bertahap meningkat sejak bulan Juni 2023.
Peningkatan ini merupakan hasil dari penerapan praktik peternakan sapi perah yang baik (Good Dairy Farming Practices/GDFP), serta pengobatan dan vaksinasi pasca wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), dan program kredit sapi.
Selain itu, program ini juga berhasil meningkatkan kualitas susu, baik dari segi lemak maupun protein, serta menunjukkan perkembangan signifikan dalam total populasi menjadi 142 ekor, termasuk 18 ekor bunting yang kini dikelola oleh 43 peternak penerima manfaat. Di samping itu, terdapat pembangunan 172 unit instalasi biogas baru dan perbaikan 27 unit lainnya, yang semuanya telah dimanfaatkan oleh peternak untuk memenuhi kebutuhan energi rumah tangga mereka.
Senior Director of Public Affairs & Sustainability Danone Indonesia, Karyanto Wibowo menyatakan bahwa FRESH mencerminkan komitmen jangka panjang Sarihusada dalam membangun ekosistem susu yang inklusif dan berkelanjutan.
"Kami percaya bahwa keberhasilan industri susu tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan peternak sapi perah rakyat sebagai garda terdepan. FRESH bukan hanya tentang meningkatkan produksi, tapi juga memperkuat kapasitas, akses teknologi, dan kelembagaan peternak agar mereka bisa tumbuh berkelanjutan. Kami ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis bisa berjalan beriringan dengan dampak sosial dan lingkungan yang positif. Kolaborasi lintas sektor seperti ini menjadi kunci untuk menciptakan sistem pangan yang resilien dan inklusif di Indonesia," ujarnya.