Wapres Gibran Dorong Hilirisasi Industri Sapi Boyolali, Tingkatkan Ekonomi Peternak
Wakil Presiden Gibran Rakabuming menekankan pentingnya hilirisasi industri sapi Boyolali untuk menggenjot nilai tambah ekonomi dan kesejahteraan peternak, sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke peternakan sapi Ampaslovers' Sayekti Farm di Pagerjurang, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Dalam kunjungannya, ia secara tegas menekankan pentingnya hilirisasi industri sektor peternakan. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat setempat.
Penekanan pada hilirisasi industri sapi ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah. Tujuannya adalah untuk memperkuat ketahanan pangan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, inisiatif ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan kesejahteraan para peternak di Boyolali.
Kunjungan Wapres Gibran pada Jumat, 27 Maret 2026, ini juga menjadi momentum untuk memberikan arahan langsung kepada para peternak. Ia mendorong investasi untuk membangun fasilitas pengolahan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat mencakup seluruh proses dari hulu hingga hilir, mulai dari pakan hingga produk akhir.
Pentingnya Investasi dan Pabrik Pengolahan
Gibran mendesak percepatan kedatangan investor untuk membangun pabrik pengolahan di Boyolali. Pabrik ini diharapkan mampu mengolah produk peternakan dari awal hingga menjadi produk akhir. Kehadiran investor sangat krusial untuk menciptakan ekosistem hilirisasi yang terintegrasi dan berkelanjutan.
Implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto menjadi dasar utama bagi langkah ini. Penguatan sektor peternakan secara terintegrasi, mulai dari kesehatan ternak hingga pengembangan industri berbasis hilirisasi, menjadi fokus utama. Ini merupakan upaya konkret pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan peternak.
Keberadaan pabrik pengolahan nantinya diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pakan, yang seringkali menjadi keluhan peternak. Selain itu, fasilitas ini akan membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar. Peningkatan kesejahteraan warga di wilayah tersebut secara luas menjadi target jangka panjang dari program hilirisasi ini.
Kewaspadaan Terhadap PMK dan Peran Pemerintah Daerah
Selain fokus pada aspek industri, Wapres Gibran juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penyakit ini kerap menjangkiti hewan ternak dan dapat menyebabkan kerugian besar. Ia menginstruksikan percepatan vaksinasi dan meminta masyarakat untuk aktif melakukan pelaporan dini guna mencegah wabah meluas.
Wapres secara khusus berpesan kepada Bupati Boyolali agar memastikan seluruh sapi mendapatkan vaksinasi PMK. Ia juga meminta warga agar tidak terlambat melapor jika ditemukan kasus penyakit. Tindakan cepat dan responsif dari semua pihak dapat mencegah penyebaran wabah yang lebih parah dan mengular.
Gibran mendorong pemerintah daerah untuk segera menjajaki peluang investasi. Tujuannya adalah membangun ekosistem peternakan yang utuh dari hulu hingga hilir. Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan hasil peternakan yang terintegrasi menjadi kunci utama untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Bupati Boyolali Agus Irawan menyampaikan bahwa sektor peternakan sapi perah merupakan tulang punggung perekonomian masyarakat setempat. Ia menjelaskan bahwa wilayah Pagerjurang adalah salah satu sentra dengan potensi terbesar dalam sektor peternakan sapi perah yang menjadi andalan warga. Potensi ini perlu dioptimalkan melalui kebijakan hilirisasi yang dicanangkan.
Sumber: AntaraNews