Gibran Kunjungi Pabrik yang Bisa Produksi Beras 300 Ton Per Hari
Wapres juga meninjau langsung fasilitas pengolahan gabah menjadi beras berkualitas tinggi di pabrik PT Daya Tani Sembada
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming melangsungkan kunjungan kerjanya di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Sabtu (18/5). Dalam kesempatan tersebut, Gibran meninjau proses pengolahan beras di pabrik PT Daya Tani Sembada, Alas Pecah, Geneng, Kec. Geneng.
Gibran mejelaskan, lokasi pabrik tidak jauh dari area penanaman padi varietas unggul, Inpari 32. Karenanya, kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional yang sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto.
Pada kesempatan tersebut, Wapres juga meninjau langsung fasilitas pengolahan gabah menjadi beras berkualitas tinggi di pabrik PT Daya Tani Sembada yang telah memanfaatkan teknologi modern untuk menjaga mutu dan efisiensi proses produksi.
"Peninjauan ini tidak hanya untuk mengecek perkembangan industri pengolahan beras, tetapi juga menjadi momentum untuk mendorong sinergi antara sektor pertanian dan industri pengolahan," tulis Gibran dalam siaran pers, dikutip Minggu (25/5).
24 Jam Tanpa Libur
Sejalan dengan hal tersebut, Wapres pun menekankan pentingnya penguatan rantai nilai pangan dari hulu hingga hilir, termasuk inovasi teknologi dan pendampingan kepada petani.
Putra sulung Jokowi ini pun mendorong pemerintah daerah dan pelaku usaha untuk terus aktif berperan dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan di tengah dinamika global yang semakin kompleks.
Senada dengan, Direktur Operasional PT Daya Tani Sembada Tyo Janu menyampaikan, proses pengolahan gabah menjadi beras siap konsumsi. Ia menyebutkan kapasitas satu unit dryer mencapai 30 ton dan pihaknya memiliki empat dryer yang dapat beroperasi dua kali dalam sehari.
“Pada saat musim panen, kami bisa memproses hingga 300 ton beras per hari, bahkan beroperasi 24 jam tanpa libur demi menjaga kualitas dan ketepatan distribusi. Semua hasil produksi kami pastikan sesuai standar Bulog, baik dari segi broken (persentase butir beras yang patah selama proses penggilingan), whiteness (tingkat kecerahan atau warna putih beras), hingga kadar air,” terang Tyo.
Distribusi Beras
Mendengar penjelasan itu, Gibran mengapresiasi kontribusi PT Daya Tani Sembada dalam menyerap hasil panen petani lokal serta mendukung kelancaran distribusi beras.
Ia menegaskan bahwa sinergi antara petani, pelaku industri, dan pemerintah daerah harus terus diperkuat untuk mewujudkan ekosistem pertanian yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.
“Kita apresiasi kinerja pabrik ini yang sudah menyerap hasil panen petani lokal dan mendukung distribusi pangan secara efisien,” ungkap Wapres.
Sebagai informasi, PT Daya Tani Sembada dikenal sebagai mitra strategis petani di Ngawi yang turut mendukung pengolahan hasil panen varietas unggulan seperti Inpari 32.
Keberadaan pabrik ini turut memperkuat posisi Ngawi sebagai salah satu lumbung padi nasional yang berperan penting dalam mencukupi kebutuhan pangan dalam negeri.
Turut mendampingi Wapres pada peninjauan ini, Direktur Operasional Pelayanan Publik Perum Bulog Suyamto dan Direktur Utama PT Daya Tani Sembada Nellys.