Barito Utara Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Hilirisasi Pertanian, Pelajari Praktik Terbaik dari Nganjuk
Pemerintah Kabupaten Barito Utara serius memperkuat ketahanan pangan daerah dengan mendorong hilirisasi pertanian. Langkah ini diambil setelah Wakil Bupati Barito Utara mempelajari praktik terbaik di Nganjuk.
Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, terus berupaya memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya. Upaya ini difokuskan pada dorongan hilirisasi sektor pertanian, yang diharapkan mampu memberikan nilai tambah signifikan bagi para petani lokal. Langkah strategis ini mencerminkan komitmen daerah untuk mengoptimalkan potensi lahan pertanian yang melimpah.
Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y Tingan, menegaskan bahwa potensi lahan pertanian yang besar perlu didukung teknologi dan sistem pengelolaan yang tepat. Hal ini disampaikannya usai kunjungan kerja ke pabrik beras terintegrasi PT Adi Jaya Internasional di Nganjuk, Jawa Timur, pada Rabu (22/4). Kunjungan tersebut bertujuan untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengolahan hasil pertanian.
Kunjungan ini bukan sekadar silaturahmi, melainkan langkah konkret untuk melihat langsung proses hilirisasi pertanian yang efisien dan higienis. Dari hasil kunjungan tersebut, diharapkan Barito Utara dapat menerapkan inovasi serupa guna meningkatkan kualitas dan daya saing produk pertaniannya. Fokus utama adalah mengubah Barito Utara dari sekadar produsen gabah menjadi penghasil beras kemasan berkualitas tinggi.
Strategi Penguatan Ketahanan Pangan Barito Utara
Pemerintah Kabupaten Barito Utara secara aktif menggalakkan upaya penguatan ketahanan pangan di daerahnya. Inisiatif ini berpusat pada pengembangan hilirisasi sektor pertanian, yang dianggap krusial untuk meningkatkan nilai ekonomi produk-produk pertanian lokal. Dengan demikian, petani tidak hanya menjual bahan mentah, tetapi juga produk olahan yang memiliki harga jual lebih tinggi.
Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan menyoroti pentingnya pemanfaatan teknologi modern dalam pengelolaan pertanian. Ia menekankan bahwa meskipun Barito Utara memiliki potensi lahan yang luas, tanpa dukungan teknologi yang memadai, potensi tersebut tidak akan maksimal. Oleh karena itu, adopsi teknologi menjadi kunci dalam strategi pengembangan pertanian di Barito Utara.
Kunjungan kerja ke Nganjuk merupakan bagian dari strategi ini, di mana delegasi Barito Utara secara langsung mengamati bagaimana praktik hilirisasi pertanian diterapkan. Tujuan utamanya adalah mengidentifikasi model dan teknologi yang berhasil, yang kemudian dapat disesuaikan dengan kondisi spesifik di Barito Utara. Ini menunjukkan pendekatan proaktif pemerintah daerah dalam mencari solusi inovatif.
Belajar dari Praktik Terbaik Hilirisasi Pertanian di Nganjuk
Dalam kunjungan ke PT Adi Jaya Internasional di Nganjuk, Wakil Bupati Felix Sonadie Y Tingan dan rombongan meninjau secara langsung seluruh proses produksi. Mereka mengamati sistem terintegrasi mulai dari penerimaan gabah, proses pengeringan (drying), hingga penggilingan yang menghasilkan beras premium siap kemas. Proses ini memberikan gambaran komprehensif tentang efisiensi hilirisasi pertanian.
Rombongan dari Barito Utara disambut hangat oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatan, serta pemilik perusahaan, Adi. Turut mendampingi dalam kegiatan penting ini adalah Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Adi Haryadi. Pertukaran informasi dan pengalaman antar daerah menjadi fokus utama dalam kunjungan ini.
Felix Sonadie menyatakan harapannya agar Barito Utara tidak hanya menjadi produsen gabah, tetapi juga mampu menghasilkan beras kemasan berkualitas tinggi. Visi ini menunjukkan ambisi pemerintah daerah untuk mendorong diversifikasi produk dan meningkatkan daya saing di pasar. Penerapan teknologi terintegrasi menjadi kunci untuk mencapai tujuan ini.
Implementasi Teknologi dan Peningkatan Kesejahteraan Petani
Kepala Dinas Pertanian Barito Utara, Adi Haryadi, menegaskan bahwa hasil kunjungan ini akan menjadi bahan evaluasi penting untuk perencanaan pengembangan sektor pertanian di Barito Utara. Ia melihat bahwa penerapan teknologi terintegrasi seperti di Nganjuk dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus menjaga kualitas hasil pertanian. Hal ini akan dipelajari lebih lanjut dan disesuaikan dengan kondisi lokal.
Adi Haryadi juga menekankan pentingnya penguatan manajemen pascapanen dan pemanfaatan teknologi modern. Menurutnya, kedua aspek ini adalah kunci dalam meningkatkan daya saing produk pertanian lokal di pasar yang semakin kompetitif. Investasi dalam teknologi dan pelatihan bagi petani akan menjadi prioritas.
Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal yang signifikan bagi Pemerintah Kabupaten Barito Utara dalam mengembangkan sistem pertanian yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan. Pada akhirnya, tujuan utama adalah meningkatkan kesejahteraan petani melalui hilirisasi dan inovasi di sektor pertanian. Ini adalah investasi jangka panjang untuk masa depan pangan Barito Utara.
Sumber: AntaraNews