BRMP Kalsel Dukung Percepatan Tanam Padi, Perkuat Pertanian Modern di Kalimantan Selatan
BRMP Kalsel gencar mendukung percepatan tanam padi melalui program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) untuk ketahanan pangan dan kesejahteraan petani di Kalimantan Selatan. Simak detail strateginya!
Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Kalimantan Selatan (BRMP Kalsel) pada Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kementerian Pertanian terus memperkuat sektor pertanian di wilayahnya. Lembaga ini secara aktif mendukung percepatan tanam padi melalui implementasi Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS). Program ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas, serta keberlanjutan usaha tani demi masa depan pertanian yang lebih baik.
Plt Kepala BRMP Kalsel, Dr. Wahida Annisa Yusuf, menyatakan bahwa program PM-AAS menjadi kunci dalam upaya percepatan tanam padi. Implementasi model pertanian modern ini diharapkan mampu menjawab tantangan produksi pangan. Wahida Annisa Yusuf juga menekankan pentingnya inovasi dalam praktik pertanian.
Kalimantan Selatan sendiri menargetkan percepatan tanam seluas 2.800 hektare sebagai bagian dari target nasional 50.000 hektare yang digelorakan Kementerian Pertanian tahun ini. Beberapa wilayah di Kalsel, seperti Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Tabalong, telah menjadi lokasi percontohan keberhasilan PM-AAS.
Strategi Pertanian Modern PM-AAS
Program Pertanian Modern Advanced Agricultural System (PM-AAS) merupakan pendekatan komprehensif yang menitikberatkan pada optimalisasi sumber daya dan teknologi. Model ini berfokus pada peningkatan produktivitas lahan sekaligus menjaga kelestarian lingkungan. Tujuannya adalah menciptakan sistem pertanian yang lebih tangguh dan berkelanjutan di masa depan.
Di Kabupaten Barito Kuala, PM-AAS telah berhasil diterapkan pada hamparan sawah pasang surut dengan sistem surjan. Sistem ini mengintegrasikan budidaya padi dan jeruk siam Banjar, menawarkan solusi adaptif untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan. Pendekatan inovatif ini juga terbukti mampu meningkatkan pendapatan petani secara signifikan.
Sementara itu, di Kabupaten Tabalong, program PM-AAS diimplementasikan pada lahan tanam seluas 49 hektare. Pemerintah daerah setempat menargetkan produktivitas panen lahan ini harus mencapai 10,2 ton per hektare. Target ambisius ini menunjukkan potensi besar PM-AAS dalam mendongkrak hasil pertanian.
Dr. Wahida Annisa Yusuf menegaskan bahwa BRMP Kalsel terus berupaya mendorong terwujudnya pertanian modern. Hal ini juga melibatkan upaya menarik generasi muda agar semakin tertarik bekerja dan berinovasi di sektor pertanian, memastikan keberlanjutan dan regenerasi petani.
Target dan Dampak Percepatan Tanam
Komitmen BRMP Kalsel terhadap percepatan tanam padi sangatlah besar, dengan target 2.800 hektare di Kalimantan Selatan. Target ini merupakan kontribusi signifikan terhadap program percepatan tanam nasional seluas 50.000 hektare yang dicanangkan Kementerian Pertanian. Upaya ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan.
Salah satu lokasi tanam yang menjadi fokus adalah Desa Salimuran, Kecamatan Kusan Tengah, Kabupaten Tanah Bumbu, dengan luasan 5 hektare. Lokasi ini merupakan bagian dari komitmen percepatan tanam pada program Optimasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR). Inisiatif ini bertujuan membuka dan memanfaatkan lahan tidur untuk produksi pangan.
Wahida Annisa Yusuf berharap melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, penyuluh, petani, dan seluruh pemangku kepentingan, percepatan tanam dapat berjalan optimal. Kolaborasi ini esensial untuk mencapai tujuan bersama dalam sektor pertanian.
Percepatan tanam ini tidak hanya bertujuan memperkuat ketahanan pangan nasional, tetapi juga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani. Dengan produktivitas yang lebih tinggi dan sistem pertanian yang modern, pendapatan petani dapat meningkat. Hal ini akan berdampak positif pada perekonomian lokal dan nasional.
Sumber: AntaraNews