Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengatakan, banyak kepala negara di dunia yang menemuinya maupun Presiden Prabowo Subianto mengeluhkan masalah pangan. Namun, kata dia, Indonesia tak mengalami hal tersebut dan justru surplus pangan.
"Sering disampaikan Pak Presiden, kemandirian pangan itu penting. Tidak ada satu negara pun yang bisa berdiri tanpa pangan. Banyak kepala-kepala negara yang berkunjung ke istana, mengunjungi saya, Pak Presiden, semuanya mengeluh masalah pangan. Tapi kita tidak, kita malah surplus (pangan)," kata Prabowo saat menutup Muktamar ke-15 Persatuan Umat Islam (PUI) di Sumatera Utara, sebagaimana disiarkan di Youtube Sekretariat Presiden, Jumat (16/5).
Menurut dia, Prabowo sangat fokus pada swasembada pangan. Gibran mengatakan dirinya kerap kunjungan ke daerah seperti, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk memastikan ketersediaan pupuk, bibitnya baik, hingga air irigasi. Gibran menyebut pemerintah sangat fokus menyelesaikan masalah pangan.
"Mafia pupuk diberantas, pembangunan-pembangunan bendungan terus dikejar, dan kita juga punya Menteri Pertanian yang tidak pernah di kantor, tapi terus turun ke sawah. Jadi ini sekali lagi saya mohon sinergi dan kerja sama yang baik dengan Bapak-Ibu keluarga besar PUI," tuturnya.
Bangun Irigasi untuk Swasembada Pangan
Gibran menyampaikan Indonesia memiliki 53 bendungan baru, di mana 45 di antaranya sudah bisa mengairi lahan pertanian. Pemerintah juga menganggarkan Rp12 triliun untuk pembangunan dan perbaikan irigasi.
"Jadi sebelumnya ini sudah ada bendungan dan lain-lain, tapi irigasinya rusak. Jadi tahun ini kita perbaiki semua," ujar Gibran.
Selain itu, Gibran menjelaskan sebanyak 145 regulasi yang tumpang tindih dan menyulitkan masyarakat maupun petani susah dipangkas serta disederhanakan. Khususnya, aturan terkait pupuk.
"Karena sebelum-belumnya pasti kalau ketemu petani yang diperlukan pupuk, pupuk, pupuk, pupuk mahal, pupuk tidak ada. Nah ini regulasinya sudah dipangkas. Dan juga membangun ekosistem hilirisasi pertanian dan kelautan yang berkeadilan, yang melibatkan petani, peternak, nelayan, petambak, dan UMKM," jelas Gibran.