BPH Migas Pastikan Ketersediaan BBM Aman Jelang Idul Fitri 2026 di Boyolali dan Solo
Jelang Hari Raya Idul Fitri 2026, BPH Migas memastikan ketersediaan BBM di wilayah Boyolali dan Solo Raya aman terkendali. Lonjakan konsumsi berhasil diantisipasi, memberikan ketenangan bagi pemudik dan masyarakat.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) telah melakukan pemantauan intensif di Fuel Terminal (FT) Boyolali, Jawa Tengah, guna menjamin kelancaran pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi, terutama saat periode mudik dan libur Lebaran.
Kepala BPH Migas Wahyudi Anas menegaskan bahwa stok BBM di FT Boyolali sangat mencukupi untuk mendukung aktivitas masyarakat selama mudik dan libur Lebaran tahun 2026. Ia juga memastikan bahwa suplai BBM untuk jalur mudik dari Jawa Barat menuju Jawa Tengah berada dalam kondisi aman, memberikan rasa tenang bagi para pemudik.
Pemantauan ini tidak hanya berfokus pada ketersediaan, tetapi juga pada kesiapan infrastruktur dan sumber daya manusia. Dengan demikian, BPH Migas berupaya meminimalkan potensi kendala distribusi dan memastikan pelayanan optimal bagi seluruh pengguna jalan dan masyarakat di wilayah tersebut.
Kesiapan Distribusi BBM di Fuel Terminal Boyolali
FT Boyolali memiliki peran strategis dalam distribusi BBM di Jawa Tengah, melayani sekitar 300 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang tersebar dari Ungaran, Klaten, Solo Raya, hingga Pacitan dan Ngawi. Untuk menjamin kelancaran distribusi, petugas telah disiagakan selama 24 jam penuh.
Dukungan logistik sangat kuat dengan ketersediaan 117 unit mobil tangki reguler dan 14 unit mobil tangki Power Take-Off (PTO). Mobil tangki PTO ini dilengkapi dispenser khusus untuk melayani masyarakat di titik-titik kepadatan lalu lintas, memastikan akses BBM tetap mudah.
Selain itu, FT Boyolali juga menyiapkan 59 unit mobil kantong yang ditempatkan di jalur tol dan non-tol, klaster wisata, serta jalur utama Pantura. Sebanyak 13 titik SPBU modular dan 21 motoris juga disiagakan untuk memberikan pelayanan optimal, khususnya bagi pemudik yang membutuhkan pengisian BBM secara cepat dan efisien.
Wahyudi Anas secara khusus mengapresiasi kesiapan FT Boyolali dalam menjaga distribusi BBM di Jawa Tengah. Menurutnya, kesiapsiagaan ini patut diapresiasi mengingat pentingnya pasokan energi selama periode puncak arus mudik.
Pemantauan Langsung dan Antisipasi Lonjakan Konsumsi
Untuk memastikan pelayanan BBM berjalan optimal, Wahyudi Anas juga melakukan monitoring langsung di sejumlah SPBU di wilayah Boyolali dan Solo pada Kamis (19/3). Kunjungan ini bertujuan untuk mengecek langsung kondisi ketersediaan BBM di tangki timbun melalui Automatic Tank Gauging (ATG).
Hasil pemantauan menunjukkan adanya peningkatan penyaluran BBM sebesar 12 persen di SPBU yang terletak di ruas jalan alternatif Boyolali-Klaten. Peningkatan ini dipicu oleh banyaknya kendaraan niaga dan bus antar kota lintas provinsi yang melintas di jalur tersebut.
Meskipun terjadi lonjakan konsumsi, Wahyudi menegaskan bahwa pemudik tidak perlu khawatir karena stok di SPBU tersebut berada pada posisi 80 hingga 90 persen dari kapasitas. Ia menjamin bahwa layanan untuk masyarakat akan tetap aman dan terkendali.
Pemantauan kemudian dilanjutkan ke Kota Solo, meninjau SPBU di Jalan Raya Semarang – Solo yang merupakan pusat perlintasan pemudik. Wahyudi menjelaskan bahwa pemantauan langsung ini merupakan upaya BPH Migas untuk menjamin ketersediaan energi bagi masyarakat selama puncak arus mudik, sekaligus memastikan distribusi BBM bersubsidi tepat sasaran dan transparan.
Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Jawa Bagian Tengah, Fanda Chrismianto, menambahkan bahwa pelaksanaan distribusi BBM selama masa Idul Fitri 2026 secara keseluruhan berjalan lancar. Pihaknya terus berkoordinasi intensif dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk kepolisian, pengelola jalan tol, dan pemerintah daerah, untuk penanganan cepat jika terjadi gangguan operasional di lapangan.
Sumber: AntaraNews