Trivia: Populasi Sapi Bangka Tengah Capai 6.983 Ekor, Target Swasembada Daging Demi Ketahanan Pangan Nasional

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah genjot program peningkatan populasi sapi potong demi mewujudkan swasembada daging berkelanjutan. Langkah ini juga dukung ketahanan pangan nasional.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Trivia: Populasi Sapi Bangka Tengah Capai 6.983 Ekor, Target Swasembada Daging Demi Ketahanan Pangan Nasional
Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah genjot program peningkatan populasi sapi potong demi mewujudkan swasembada daging berkelanjutan. Langkah ini juga dukung ketahanan pangan nasional. (Merdeka.com)

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah, Kepulauan Bangka Belitung, secara aktif menggencarkan program percepatan peningkatan populasi sapi potong. Inisiatif ini bertujuan untuk mewujudkan swasembada daging sapi secara berkelanjutan di wilayah tersebut. Program ini juga menjadi bagian krusial dalam mencapai ketahanan pangan sekaligus mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari pemerintah pusat.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam program ini. Berbagai langkah strategis telah diimplementasikan untuk mencapai target tersebut. Hal ini mencakup penyediaan hijauan pakan ternak yang berkelanjutan, mengingat pakan merupakan kebutuhan esensial bagi pertumbuhan dan kesehatan ternak.

Berdasarkan data terbaru dari Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bangka Tengah, populasi sapi saat ini tercatat sebanyak 6.983 ekor. Ribuan sapi ini tersebar di enam kecamatan, dikelola baik secara perorangan maupun oleh kelompok peternak. Program percepatan yang dijalankan pemerintah daerah diharapkan dapat terus meningkatkan jumlah ini, sehingga mampu memenuhi kebutuhan daging sapi secara mandiri.

Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah tidak hanya berfokus pada penyediaan pakan, tetapi juga melibatkan aktif kelompok tani dalam program ini. Di Desa Lubuk Pabrik, empat kelompok tani, yaitu Argo Sedio, Barokah, Maju Jaya, dan Jaya Makmur, telah berpartisipasi dengan total populasi sapi mencapai 81 ekor. Keterlibatan mereka menunjukkan sinergi antara pemerintah dan masyarakat.

Bupati Algafry Rahman memberikan apresiasi tinggi terhadap upaya kelompok tani tersebut dalam mengembangkan populasi sapi. Menurutnya, hal ini patut dicontoh oleh peternak lain untuk memajukan pengembangan sapi potong. "Saya juga sudah menggendong sapi hasil pengembangan dari teman-teman di sini. Hal ini patut ditiru agar pengembangan sapi potong semakin baik," ujarnya.

Dukungan pemerintah daerah juga diwujudkan melalui berbagai pelayanan peternakan. Kegiatan ini mencakup panen silase yang diproduksi 13 hari sebelumnya, pemeriksaan kesehatan hewan, serta pemeriksaan reproduksi dan kebuntingan sapi. Selain itu, pemberian obat cacing dan vitamin, serta konsultasi peternakan dengan petugas teknis, turut menjadi bagian dari dukungan tersebut. Pemerintah daerah berjanji akan terus menambah fasilitas yang dibutuhkan peternak.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Tengah, Dian Akbarini, menyoroti pentingnya manajemen pakan dalam usaha peternakan. Sekitar 68 hingga 70 persen biaya produksi usaha peternakan berasal dari pakan. Oleh karena itu, pengetahuan peternak tentang manajemen pakan menjadi kunci keberhasilan yang tidak dapat diabaikan.

Dian Akbarini menekankan filosofi "good feed for good food" atau pakan yang baik untuk pangan yang baik. Prinsip ini menjadi acuan penting dalam menghasilkan pangan yang aman dan berkualitas. Kualitas pakan secara langsung memengaruhi kualitas daging yang dihasilkan, sehingga edukasi peternak menjadi prioritas.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi peternak rakyat adalah keterbatasan hijauan pakan saat musim kemarau. Untuk mengatasi masalah ini, solusi yang diterapkan adalah mengawetkan hijauan pada musim hujan melalui proses fermentasi menjadi silase. Metode ini memastikan ketersediaan pakan sepanjang tahun, mendukung keberlanjutan program peningkatan populasi sapi di Bangka Tengah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi