Dari Pekarangan Rumah, Ibu-Ibu Ini Buktikan Produk Herbal Bisa Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah

KWT Annisa, yang telah berdiri sejak tahun 2017 dan terdiri dari 31 ibu rumah tangga, memproduksi berbagai olahan dari tanaman herbal.

Deny19
Oleh Deny19 - Reporter
Dari Pekarangan Rumah, Ibu-Ibu Ini Buktikan Produk Herbal Bisa Raup Omzet Ratusan Juta Rupiah
Dari lahan pekarangan ke dapur rumahan, sekelompok ibu rumah tangga di Desa Glebeg, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah berhasil mengolah hasil panen tanaman herbal menjadi produ (© 2025 Liputan6.com)

Dari halaman rumah ke dapur, sekelompok ibu rumah tangga yang berada di Desa Glebeg, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, berhasil mengolah hasil panen tanaman herbal menjadi minuman kesehatan yang memiliki nilai jual tinggi.

Dengan dukungan dari Rumah BUMN PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) di Kabupaten Rembang, yang dikelola oleh anak usahanya, PT Semen Gresik, Kelompok Wanita Tani (KWT) Annisa berhasil memasarkan produk herbal hingga ke luar Pulau Jawa dan mencatat omzet mencapai Rp100 juta per tahun.

KWT Annisa, yang telah berdiri sejak tahun 2017 dan terdiri dari 31 ibu rumah tangga, memproduksi berbagai olahan dari tanaman herbal serta pangan lokal, seperti minuman sirup, serbuk jahe, temulawak, kunyit, dan minuman khas berbahan buah kawis. Semua produk tersebut diolah dari bahan baku alami yang diperoleh dari petani lokal di sekitar Desa Glebeg.

Rutiah, Ketua KWT Annisa, merasa sangat terbantu dan bersyukur dapat menjadi bagian dari keluarga besar RB Rembang sejak tahun 2022. Wanita berusia 50 tahun ini mengungkapkan bahwa RB Rembang memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan bisnis KWT Annisa dalam memproduksi minuman herbal.

Tidak hanya memberikan pelatihan dalam hal pengelolaan usaha secara administratif dan bisnis, RB Rembang juga memperkuat aspek branding dan pemasaran agar produk KWT Annisa semakin dikenal di pasar.

"Awalnya kami hanya ingin memanfaatkan hasil pekarangan agar tidak terbuang sia-sia. Dari dapur yang sederhana, kami, para ibu rumah tangga, mulai belajar mengolah produk yang memiliki nilai jual. Setelah bergabung dengan RB Rembang, peluang kami semakin terbuka lebar. Kami mendapatkan berbagai pelatihan, dukungan promosi, dan akses ke jejaring usaha yang semakin luas," ujar Rutiah.

Potensi Lokal Jadi Produk Unggulan

Dari Pekarangan Rumah, Emak-Emak Ini Buktikan Produk dari Tanaman Herbal Laku Keras di Pasaran
Dari lahan pekarangan ke dapur rumahan, sekelompok ibu rumah tangga di Desa Glebeg, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah berhasil mengolah hasil panen tanaman herbal menjadi produ © 2025 Liputan6.com

Rutiah menjelaskan bahwa usaha yang dimulai sejak tahun 2017 dengan modal awal sebesar Rp500.000 tersebut dikelola dengan alat memasak sederhana. Mereka berhasil mengubah potensi lokal menjadi produk unggulan.

Dengan memanfaatkan pekarangan rumah, kelompok wanita tani (KWT) Annisa mampu menghasilkan hingga 100 kilogram bahan baku seperti jahe, kunyit, dan buah kawis. Dari bahan-bahan tersebut, mereka dapat memproduksi sekitar 100 botol produk setiap minggu dan mulai memperkenalkan hasil olahan mereka ke pasar tradisional serta menjalin kerja sama dengan jejaring UMKM di Kabupaten Rembang.

Seiring dengan meningkatnya permintaan, KWT Annisa menghadapi tantangan keterbatasan lahan. Oleh karena itu, mereka berinisiatif untuk bekerja sama dengan petani lokal dan pelaku UMKM lainnya di Rembang guna memenuhi kebutuhan bahan baku.

Terutama menjelang momen penting seperti Lebaran, kapasitas produksi mereka dapat meningkat hingga tiga kali lipat. Saat ini, produk minuman jahe, temulawak, dan sari buah kawis dari KWT Annisa tidak hanya dijual di Rembang, tetapi juga telah merambah ke pasar yang lebih luas, termasuk Yogyakarta, Semarang, Surakarta, dan Surabaya di Jawa Timur. Dengan dukungan e-commerce dan jaringan reseller, produk KWT Annisa kini juga dapat dipasarkan hingga ke luar Jawa, seperti Kalimantan.

Kombinasi Asli yang Menggunakan Bahan Herbal

Dari Pekarangan Rumah, Emak-Emak Ini Buktikan Produk dari Tanaman Herbal Laku Keras di Pasaran
Dari lahan pekarangan ke dapur rumahan, sekelompok ibu rumah tangga di Desa Glebeg, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah berhasil mengolah hasil panen tanaman herbal menjadi produ © 2025 Liputan6.com

Dengan menggunakan bahan herbal yang otentik dan harga yang terjangkau mulai dari Rp10.000 hingga Rp40.000 per kemasan, produk KWT Annisa berhasil mencapai omzet rata-rata Rp10 juta setiap bulan, atau lebih dari Rp100 juta dalam setahun.

"Sebagai pelaku usaha, saya sangat merasakan manfaat dari keberadaan RB Rembang. Kami mendapat banyak dukungan, mulai dari pelatihan, pemasaran hingga promosi produk. Saya sangat berterima kasih kepada SIG dan RB Rembang. Harapan saya, para pelaku UMKM dapat terus berkembang dan sukses bersama," ungkap Rutiah.

Corporate Secretary SIG, Vita Mahreyni, menyatakan bahwa SIG sepenuhnya mendukung penguatan peran perempuan dalam ekonomi masyarakat desa sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

"SIG percaya bahwa perempuan memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi lokal. Melalui pembinaan UMKM, kami mendorong lebih banyak kelompok usaha perempuan agar dapat tumbuh mandiri, naik kelas, dan berdaya saing di pasar yang lebih luas. SIG akan terus mendampingi UMKM, terutama pelaku perempuan, agar semakin tangguh dan mampu memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat di sekitarnya," ujar Vita Mahreyni.

Rekomendasi