Pertamina Salurkan Ratusan Tabung LPG ke Dapur Umum di Sumatera untuk Bantu Korban Bencana
Pertamina Salurkan LPG Sumatera, total 983 tabung Bright Gas telah didistribusikan ke dapur umum dan posko pengungsian di tiga provinsi terdampak bencana. Bagaimana detail penyalurannya?
Pertamina Patra Niaga telah menunjukkan komitmennya dalam mendukung masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatera. Perusahaan menyalurkan total 983 tabung LPG untuk memastikan operasional dapur umum dan posko pengungsian tetap berjalan optimal. Bantuan ini menjadi krusial untuk memenuhi kebutuhan pangan para pengungsi di tengah situasi darurat.
Distribusi ribuan tabung Bright Gas ini mencakup tiga provinsi utama yang mengalami dampak bencana, yaitu Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Langkah cepat Pertamina ini bertujuan untuk menjaga ketersediaan energi bagi kebutuhan memasak, terutama di fasilitas umum yang melayani ribuan warga.
Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth MV Dumatubun, menegaskan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya tanggap darurat perusahaan. Fokus utama adalah memastikan pasokan LPG untuk memasak di dapur umum pengungsian tetap aman dan tidak terganggu, sehingga kebutuhan dasar pengungsi dapat terpenuhi.
Detail Penyaluran dan Wilayah Prioritas Bantuan LPG Pertamina
Dari total 983 tabung LPG yang telah disalurkan, Pertamina Patra Niaga membagi penyaluran dalam dua tahap krusial. Tahap awal tanggap darurat mencakup 244 tabung, yang segera didistribusikan ke titik-titik vital. Penyaluran awal ini menyasar sejumlah dapur umum di Sumatera Barat, seperti Padang, Agam, Padang Pariaman, dan Tanah Datar, serta di Sumatera Utara, termasuk Tapanuli Tengah dan Medan, dan sebagian wilayah Aceh.
Kemudian, tambahan 739 tabung Bright Gas 12 kg difokuskan secara khusus untuk wilayah Aceh dan sekitarnya yang membutuhkan dukungan lebih lanjut. Wilayah-wilayah di Aceh yang menerima bantuan ini meliputi Kabupaten Aceh Tamiang, Bener Meriah, Aceh Utara, dan Gayo Lues. Fokus ini menunjukkan respons adaptif Pertamina terhadap skala kebutuhan di masing-masing daerah.
Roberth Dumatubun berharap bantuan LPG ini dapat menjaga keberlanjutan operasional dapur umum. "Kami berharap dapur umum dapat terus beroperasi maksimal melayani kebutuhan pangan pengungsi," ujarnya, menekankan pentingnya dukungan logistik ini bagi korban bencana. Penyaluran ini memastikan bahwa dapur umum memiliki sumber energi yang stabil untuk mempersiapkan makanan bagi para pengungsi.
Koordinasi Intensif dan Komitmen Pemulihan Pasca Bencana
Pertamina Patra Niaga tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pada koordinasi yang efektif dengan berbagai pihak. Roberth menyatakan bahwa pihaknya terus menjalin koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Koordinasi ini penting untuk memastikan bahwa penyaluran energi, baik BBM maupun LPG, dapat dilakukan secara tepat sasaran.
Tujuan utama dari koordinasi ini adalah untuk mempercepat proses pemulihan pascabencana di seluruh wilayah terdampak. Dengan memastikan ketersediaan energi yang memadai, Pertamina berharap dapat mendukung berbagai aktivitas pemulihan, mulai dari operasional logistik hingga kebutuhan sehari-hari masyarakat. Kehadiran Pertamina Salurkan LPG Sumatera menjadi bagian integral dari upaya pemulihan ini.
Komitmen Pertamina dalam penyediaan energi vital ini menunjukkan peran aktif BUMN dalam penanganan bencana nasional. Dukungan berkelanjutan dalam bentuk penyaluran LPG dan BBM diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruasi di daerah-daerah yang terkena musibah.
Sumber: AntaraNews