Pendapatan E-Parkir Pasar Blora Melonjak Drastis, Capai Rp11 Juta Per Hari
Sistem E-Parkir Pasar Blora Sido Makmur berhasil mendongkrak pendapatan harian hingga Rp11 juta sejak Juli 2025. Namun, antrean panjang masih menjadi tantangan utama yang akan segera diatasi.
Implementasi sistem e-parkir di Pasar Sido Makmur, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, telah menunjukkan hasil yang sangat signifikan. Sejak mulai beroperasi pada Juli 2025, pendapatan harian dari layanan parkir elektronik ini melonjak drastis, mencapai angka Rp11 juta setiap harinya.
Peningkatan ini jauh melampaui pendapatan sebelum sistem digital diberlakukan, seperti yang disampaikan oleh Kabid Pasar Dindagkop UKM Blora, Margo Yuwono. Pendapatan bulanan rata-rata kini telah menembus lebih dari Rp300 juta, menunjukkan potensi besar dari digitalisasi parkir.
Dengan tren kenaikan yang terus berlanjut, pihak pengelola optimistis total pemasukan e-parkir Pasar Sido Makmur dapat mencapai Rp1,8 miliar hingga akhir tahun 2025. Meskipun demikian, sistem ini masih menghadapi tantangan berupa antrean panjang di pintu keluar pada jam-jam sibuk.
Peningkatan Pendapatan Signifikan Berkat Digitalisasi
Penerapan sistem e-parkir di Pasar Sido Makmur Blora telah membawa dampak positif terhadap pendapatan daerah. Sebelum digitalisasi, retribusi parkir tahunan hanya berkisar Rp390 juta hingga Rp396 juta, namun kini pendapatan harian saja sudah mencapai kisaran Rp8 juta hingga Rp11 juta.
Margo Yuwono menegaskan, "Tentunya jauh lebih tinggi dibandingkan sebelum sistem digital itu diberlakukan." Proyeksi pendapatan e-parkir Pasar Blora ini bahkan diperkirakan mencapai Rp1,8 miliar pada akhir tahun 2025, berdasarkan grafik kenaikan yang ada.
Perangkat e-parkir sebenarnya telah disiapkan sejak tahun 2019, namun baru dapat dioperasikan setelah melalui serangkaian evaluasi teknis. Uji coba ini juga berfungsi sebagai fase edukasi agar masyarakat dapat beradaptasi dengan sistem pembayaran digital yang baru.
Tantangan Operasional dan Solusi Jangka Panjang
Meskipun pendapatan e-parkir Pasar Blora meningkat pesat, sistem ini tidak luput dari kendala, terutama masalah antrean panjang di pintu keluar saat jam sibuk. Kondisi ini sering dikeluhkan oleh pedagang maupun pengunjung karena dapat mengganggu kenyamanan dan kelancaran aktivitas di pasar.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Dindagkop UKM Blora telah merencanakan penambahan dua pintu keluar pada tahun 2026. "Ke depan kami akan menambah pintu keluar karena tempatnya memungkinkan. Ini untuk mengurangi antrean," ujar Margo Yuwono.
Penambahan pintu keluar ini dinilai memungkinkan mengingat area parkir masih memiliki ruang yang memadai. Selain itu, dinas juga akan menambah personel pengelola parkir guna memastikan arus kendaraan tetap tertib dan efisien. Anggaran sekitar Rp300 juta telah dialokasikan untuk pembangunan pintu keluar tambahan ini.
Target Penuh Non-Tunai dan Akuntabilitas Keuangan
Pada tahap awal operasional e-parkir, metode pembayaran masih didominasi secara manual, dengan proporsi 70 persen manual dan 30 persen non-tunai atau cashless. Kepala Dindagkop UKM Blora, Kiswoyo, menyatakan pihaknya menargetkan dalam empat bulan ke depan sistem e-parkir dapat beroperasi sepenuhnya secara non-tunai.
Selain itu, opsi layanan berlangganan juga akan disiapkan khusus bagi para pedagang untuk memudahkan transaksi. Pemerintah daerah sangat berharap digitalisasi ini mampu meningkatkan akuntabilitas pendapatan parkir secara signifikan.
Jika evaluasi uji coba dinyatakan positif, peluncuran resmi sistem e-parkir ini akan dilakukan langsung oleh Bupati Blora. Kontrak pengelolaan e-parkir hingga akhir tahun 2025 sendiri tercatat mencapai Rp800 juta, menunjukkan komitmen terhadap modernisasi layanan publik.
Sumber: AntaraNews