Pemkab Batang Gencarkan Gerakan Pangan Murah, Tekan Inflasi Jelang Lebaran 2026
Pemerintah Kabupaten Batang kembali menggelar Gerakan Pangan Murah untuk menstabilkan harga kebutuhan pokok dan menekan inflasi menjelang Lebaran 2026, tawarkan harga lebih terjangkau bagi masyarakat.
Pemerintah Kabupaten Batang, Jawa Tengah, kembali menggalakkan Gerakan Pangan Murah bagi warganya. Inisiatif ini bertujuan untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok dan meredam laju inflasi yang berpotensi meningkat. Kegiatan ini secara khusus digelar menjelang perayaan Lebaran 2026, periode di mana permintaan dan harga barang cenderung melonjak.
Penjabat Sekretaris Daerah Batang, Sri Purwaningsih, menyatakan bahwa gerakan ini sengaja dilaksanakan pada Jumat, 6 Maret 2026, untuk mengantisipasi potensi lonjakan harga musiman. Langkah proaktif ini diharapkan dapat menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah kebutuhan yang meningkat. Fokus utama adalah memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan bagi seluruh lapisan masyarakat Batang.
Tujuan utama dari kegiatan ini adalah membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Terutama saat mendekati Lebaran, di mana harga komoditas seringkali mengalami peningkatan signifikan yang membebani rumah tangga. Gerakan serupa ini telah sukses dilaksanakan sebelumnya pada Jumat, 27 Februari 2026, menunjukkan efektivitas program tersebut.
Strategi Pemkab Batang Redam Kenaikan Harga Pangan
Gerakan Pangan Murah yang digencarkan kembali oleh Pemerintah Kabupaten Batang merupakan strategi konkret untuk menekan inflasi di wilayah tersebut. Kegiatan ini berfokus pada penyediaan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih rendah dari pasaran umum. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap fluktuasi harga, khususnya menjelang hari raya besar yang memicu peningkatan konsumsi.
Menurut Sri Purwaningsih, ketersediaan dan distribusi kebutuhan pokok masyarakat seperti beras, gula, dan minyak goreng saat ini masih tergolong aman. Meskipun demikian, Pemkab Batang tetap berupaya proaktif memastikan harga tetap stabil dan terjangkau bagi seluruh warga. Ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga daya beli masyarakat dan mencegah spekulasi harga.
Selain menyediakan stok yang cukup, Pemkab Batang juga aktif memberikan imbauan kepada para pelaku usaha di pasar. Mereka diminta untuk tetap memprioritaskan kemampuan beli masyarakat dan tidak menetapkan harga yang terlalu tinggi. Harapannya, seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses kebutuhan dasar tanpa terkendala oleh kenaikan harga yang tidak wajar.
Diskon Signifikan pada Komoditas Pangan Utama
Salah satu daya tarik utama dari Gerakan Pangan Murah Batang adalah selisih harga yang cukup signifikan pada berbagai komoditas. Terutama pada komoditas cabai, yang seringkali menjadi salah satu pemicu utama inflasi di tingkat rumah tangga. Masyarakat dapat membeli cabai dengan harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar reguler.
Kabid Ketahanan Pangan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Batang, Sumiyati, menjelaskan secara rinci perbedaan harga yang ditawarkan. Sebagai contoh, cabai merah besar dijual seharga Rp18 ribu per kilogram, cabai rawit merah Rp62 ribu per kilogram, dan cabai keriting Rp25 ribu per kilogram. Selisih harga ini dapat mencapai Rp3 ribu hingga Rp10 ribu per kilogram khusus untuk komoditas cabai.
Tidak hanya cabai, komoditas penting lainnya seperti telur ayam juga ditawarkan dengan harga yang lebih ekonomis dalam kegiatan ini. Telur ayam dijual seharga Rp25 ribu per kilogram, yang jauh lebih murah dibandingkan harga di pasar umum yang bisa mencapai Rp31 ribu per kilogram. Perbedaan harga yang mencolok ini sangat membantu meringankan beban belanja masyarakat.
Berikut adalah perbandingan harga beberapa komoditas yang ditawarkan dalam Gerakan Pangan Murah Batang:
Sumber: AntaraNews