Fakta Inflasi 6,38% di September 2025, Pemkab Gelar Pangan Murah Pasaman Barat di Pesisir

Pemkab Pasaman Barat bersama BI, Bank Nagari, dan Bulog menggelar gerakan Pangan Murah Pasaman Barat di daerah pesisir untuk menekan laju inflasi tinggi dan stabilkan harga komoditas pangan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fakta Inflasi 6,38% di September 2025, Pemkab Gelar Pangan Murah Pasaman Barat di Pesisir
Pemkab Pasaman Barat bersama BI, Bank Nagari, dan Bulog menggelar gerakan Pangan Murah Pasaman Barat di daerah pesisir untuk menekan laju inflasi tinggi dan stabilkan harga komoditas pangan. (AntaraNews)

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, bersama Bank Indonesia, Bank Nagari, dan Bulog, baru-baru ini menyelenggarakan gerakan pangan murah. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Sasak Ranah Pesisir, sebuah wilayah pesisir yang menjadi fokus utama penyaluran komoditas. Inisiatif ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok.

Gerakan pangan murah ini merupakan langkah konkret pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tengah gejolak ekonomi. Selain itu, program ini juga dirancang untuk menekan angka inflasi yang sempat melonjak. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pasaman Barat, Ekadiana Oktavia, menegaskan komitmen tersebut.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa Pasaman Barat mengalami kenaikan inflasi yang signifikan pada September 2025, mencapai 6,38 persen. Kenaikan ini sebagian besar dipicu oleh lonjakan harga komoditas pangan esensial seperti cabai merah, bawang merah, dan beras, yang sangat membebani daya beli masyarakat.

Laju inflasi di Pasaman Barat pada September 2025 yang mencapai 6,38 persen menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Angka ini tergolong tinggi dan membutuhkan intervensi cepat untuk menjaga stabilitas ekonomi lokal. Kenaikan harga komoditas pangan seperti cabai merah, bawang merah, dan beras menjadi pemicu utama inflasi tersebut.

Menanggapi kondisi ini, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat tidak tinggal diam. Melalui gerakan pangan murah, mereka berupaya menstabilkan harga dan pasokan pangan. Kolaborasi dengan Bank Indonesia, Bank Nagari, dan Bulog memperkuat pelaksanaan program ini, memastikan ketersediaan dan distribusi komoditas secara efektif.

Ekadiana Oktavia menyatakan bahwa gerakan pangan murah ini adalah salah satu langkah nyata pemerintah. Tujuannya jelas, yaitu menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta menekan inflasi yang berdampak langsung pada masyarakat. Dengan harga yang lebih terjangkau, diharapkan beban ekonomi masyarakat dapat berkurang.

Dalam gerakan pangan murah di Kecamatan Sasak Ranah Pesisir, berbagai komoditas pangan penting disediakan untuk masyarakat. Komoditas tersebut dijual dengan harga yang jauh lebih rendah dari harga pasar, sehingga sangat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga. Ini merupakan bagian dari strategi Pangan Murah Pasaman Barat.

Secara rinci, komoditas yang disediakan antara lain beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 2 ton, dijual seharga Rp63.000 per karung isi 5 kilogram. Selain itu, tersedia juga bawang merah sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp24.000 per kilogram, serta cabai merah sebanyak 100 kilogram dengan harga Rp60.000 per kilogram.

Antusiasme masyarakat terhadap gelar pangan murah ini sangat tinggi. Ekadiana Oktavia menyampaikan, "Gelar pangan murah ini cukup mendapat sambutan yang antusias dari masyarakat." Respons positif ini menunjukkan bahwa program tersebut memang sangat dibutuhkan dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.

Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat berkomitmen untuk tidak berhenti pada satu lokasi saja. Pihaknya akan terus melakukan gelar pangan murah dengan menjual pangan di bawah harga pasar. Hal ini bertujuan agar lebih banyak masyarakat yang bisa merasakan manfaat dan keringanan beban ekonomi.

Rencana perluasan ini mencakup wilayah-wilayah lain di luar daerah pesisir. Ekadiana Oktavia menjelaskan, "Gelar pangan murah ini tidak hanya di wilayah pesisir saja tetapi juga ada di kecamatan lainnya kedepannya." Ini menunjukkan visi jangka panjang pemerintah dalam memastikan akses pangan terjangkau.

Tujuan utama dari perluasan gerakan ini adalah untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat di Pasaman Barat dapat memperoleh harga pangan murah. Dengan demikian, stabilitas harga dan ketersediaan pangan dapat terjaga secara merata di seluruh wilayah, mendukung ketahanan pangan daerah.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi