Pelni Tanjungpinang Perketat Pembelian Tiket Online, Cegah Praktik Calo Tiket Lebaran 2026
Pelni Cabang Tanjungpinang secara tegas menerapkan sistem pembelian tiket kapal secara online untuk Pelni Cegah Calo Tiket Online, memastikan kelancaran arus mudik Idul Fitri 2026.
Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, menghadapi momentum arus mudik Idul Fitri 2026 dengan langkah antisipatif dari Pelni Cabang Tanjungpinang. Perusahaan pelayaran milik negara ini secara proaktif mencegah praktik percaloan tiket kapal angkutan Lebaran. Strategi utama yang diterapkan adalah mewajibkan pembelian tiket secara daring.
Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, pada Rabu (19/3/2026), menjelaskan bahwa calon penumpang kini dapat membeli tiket melalui aplikasi Pelni Mobile. Sistem ini dirancang untuk memberikan transparansi informasi jadwal keberangkatan dan ketersediaan kursi kapal secara real-time. Dengan demikian, diharapkan tidak ada lagi celah bagi oknum calo untuk beroperasi.
Selain aplikasi Pelni Mobile, pembelian tiket juga dapat dilakukan melalui saluran resmi lainnya. Agen travel yang bekerja sama dengan Pelni, serta gerai ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret, turut menjadi opsi bagi masyarakat. Langkah ini diambil untuk memastikan kemudahan akses bagi seluruh calon penumpang yang ingin melakukan perjalanan mudik.
Strategi Pelni Memerangi Calo Tiket
Pelni Cabang Tanjungpinang secara konsisten menerapkan kebijakan pembelian tiket non-manual guna memberantas praktik percaloan yang kerap meresahkan penumpang, khususnya saat arus mudik. Putra Kencana menegaskan bahwa pihaknya tidak lagi melayani pembelian tiket secara langsung di loket kantor Pelni. Kebijakan ini merupakan bagian integral dari upaya Pelni Cegah Calo Tiket Online.
Masyarakat yang datang ke kantor Pelni dengan tujuan membeli tiket akan diarahkan dan dibimbing untuk menggunakan aplikasi Pelni Mobile. Petugas akan membantu calon penumpang memahami tata cara pembelian tiket melalui platform digital tersebut. Hal ini menunjukkan komitmen Pelni dalam mengedukasi serta memfasilitasi transisi menuju sistem pembelian tiket yang lebih modern dan transparan.
Data menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat telah beralih menggunakan aplikasi Pelni Mobile untuk membeli tiket kapal. Fenomena ini menyebabkan tiket kapal seringkali cepat habis terjual, terutama menjelang momentum mudik Idul Fitri. Kondisi ini secara tidak langsung membuktikan efektivitas sistem online dalam mengelola permintaan tiket yang tinggi dan meminimalkan peluang calo.
Integritas Karyawan dan Pengawasan Internal
Dalam rangka menjaga integritas dan mencegah praktik percaloan dari internal, Kepala Cabang Pelni Tanjungpinang, Putra Kencana, memberikan penekanan khusus kepada seluruh karyawannya. Ia melarang keras karyawan untuk menerima titipan uang dari calon penumpang dengan imbalan tiket kapal. Larangan ini juga mencakup janji-janji ketersediaan kursi kapal bagi penumpang tertentu.
Putra Kencana menekankan pentingnya menjunjung tinggi integritas dalam setiap aspek pekerjaan. Ia memperingatkan bahwa setiap karyawan yang terbukti terlibat dalam praktik percaloan tiket akan ditindak tegas sesuai dengan aturan perusahaan. Kebijakan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan bebas dari praktik-praktik tidak etis, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap layanan Pelni.
Penegasan ini merupakan bagian dari komitmen Pelni untuk memberikan pelayanan yang adil dan transparan kepada seluruh masyarakat. Dengan pengawasan internal yang ketat dan sanksi yang jelas, Pelni berupaya memastikan bahwa proses pembelian tiket berjalan sesuai prosedur. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan suasana mudik yang nyaman dan aman bagi semua penumpang.
Data Arus Mudik Idul Fitri 2026 Pelni Tanjungpinang
Selama periode arus mudik Idul Fitri 2026, Pelni Tanjungpinang telah berhasil mengangkut ribuan penumpang dengan menggunakan armada kapalnya. Hingga tanggal 18 Maret 2026, total 4.343 penumpang telah diberangkatkan dari Pelabuhan Kijang dan Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang. Angka ini menunjukkan tingginya animo masyarakat untuk mudik menggunakan transportasi laut.
Berikut adalah rincian data keberangkatan kapal Pelni Tanjungpinang selama arus mudik Idul Fitri 2026:
- KM Bukit Raya: Berangkat pada 14 Maret 2026 dari Pelabuhan Kijang dengan mengangkut 1.409 penumpang.
- KM Tidar: Berangkat pada 17 Maret 2026 dari Pelabuhan Kijang dengan jumlah penumpang mencapai 2.654 orang.
- KM Sabuk Nusantara 48: Terakhir berangkat pada 18 Maret 2026 dari Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang, membawa 280 penumpang.
Puncak arus mudik pada tanggal 18 Maret 2026 menggunakan KM Sabuk Nusantara, dengan tujuan antarpulau Dabok Singkep hingga Belinyu, Bangka Belitung. Data ini menjadi indikator penting dalam evaluasi dan perencanaan layanan Pelni untuk periode mudik di masa mendatang.
Sumber: AntaraNews