PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) telah merilis prediksi mengenai kepadatan arus balik Idul Fitri 1447 Hijriah. Perusahaan pelayaran BUMN ini menyoroti beberapa pelabuhan dan rute yang diperkirakan akan sangat sibuk. Prediksi ini menjadi panduan penting bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan kembali setelah merayakan Lebaran.
Sekretaris Perusahaan Pelni, Ditto Pappilanda, di Jakarta pada Sabtu (28/3/2026), menyatakan bahwa Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya, Jawa Timur, diproyeksikan sebagai pelabuhan kedatangan paling padat. Sementara itu, Pelabuhan Makassar diprediksi akan menjadi pelabuhan keberangkatan tersibuk selama periode arus balik.
Kepadatan ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang menggunakan transportasi laut untuk kembali ke kota asal atau tempat bekerja. Pelni terus berkoordinasi dengan otoritas pelabuhan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan penumpang selama masa angkutan Lebaran tahun ini.
Advertisement
Advertisement
Pelni memproyeksikan Pelabuhan Tanjung Perak di Surabaya akan menjadi pelabuhan kedatangan terpadat pada Arus Balik Lebaran 2026. Hingga 28 Maret 2026, jumlah penumpang yang tiba di Surabaya telah mencapai 46.222 orang. Angka ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk kembali ke Jawa Timur melalui jalur laut.
Selain Surabaya, Pelabuhan Makassar juga menunjukkan angka kepadatan yang signifikan sebagai pelabuhan keberangkatan terpadat. Tercatat 39.359 orang telah berangkat dari Makassar hingga tanggal 28 Maret 2026. Pelabuhan-pelabuhan lain seperti Belawan, Bau-Bau, dan Ambon juga masuk dalam daftar pelabuhan dengan lalu lintas penumpang yang tinggi.
Secara rinci, pelabuhan kedatangan lainnya yang padat adalah Makassar dengan 40.231 penumpang, diikuti Belawan dengan 28.147 penumpang, Bau-Bau dengan 25.881 penumpang, dan Ambon dengan 24.056 penumpang. Untuk keberangkatan, setelah Makassar, ada Batam (31.249 orang), Balikpapan (30.892 orang), dan Ambon (30.892 orang).
Advertisement
Advertisement
Prediksi Pelni juga mencakup rute-rute yang akan mengalami kepadatan tertinggi selama Arus Balik Lebaran. Ruas barat, khususnya rute Batam menuju Belawan atau sebaliknya, diperkirakan menjadi yang terpadat. Rute ini mencatat 26.115 penumpang dari Batam ke Belawan dan 17.962 penumpang dari Belawan ke Batam.
Selain itu, rute Balikpapan menuju Surabaya juga diproyeksikan padat dengan 12.265 penumpang. Rute lain yang signifikan adalah Makassar menuju Surabaya dengan 10.290 orang dan Bau-Bau menuju Makassar dengan 9.638 penumpang. Kepadatan ini menunjukkan preferensi penumpang terhadap rute-rute strategis antar pulau.
Dalam menghadapi lonjakan penumpang ini, Pelni menegaskan komitmennya terhadap keselamatan pelayaran. Perusahaan selalu berkoordinasi erat dengan otoritas pelabuhan untuk memastikan kapasitas maksimal kapal tidak terlampaui. Hal ini dilakukan untuk menjamin perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh penumpang.
Advertisement
Advertisement
Pelni sebelumnya telah menawarkan program diskon transportasi sebesar 30 persen dari harga tiket normal untuk arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah. Program stimulus ekonomi ini bertujuan untuk meringankan biaya perjalanan masyarakat. Hingga saat ini, penyerapan diskon telah mencapai 92,5 persen dari total anggaran Rp42,3 miliar yang disediakan.
Program diskon yang dibuka sejak 11 Februari 2026 ini masih berlangsung hingga kuota habis atau paling lambat untuk keberangkatan hingga 5 April 2026. Realisasi penumpang yang memanfaatkan diskon telah mencapai 431.705 orang hingga 28 Maret 2026, atau sekitar 96,9 persen dari proyeksi 445.534 orang.
Untuk periode arus balik, jumlah penumpang diskon yang telah berangkat antara 23 hingga 28 Maret 2026 mencapai 114.345 orang. Puncak keberangkatan penumpang diskon pada arus balik terjadi pada 28 Maret 2026 dengan 22.524 orang. Sementara itu, puncak arus balik secara keseluruhan diprediksi terjadi pada 2 April 2026, dengan proyeksi 27.009 penumpang.
Advertisement
Advertisement
Sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang jasa pelayaran, PT Pelni mengoperasikan 25 kapal penumpang. Kapal-kapal ini melayani 483 ruas dan menyinggahi 75 pelabuhan di seluruh Indonesia. Jaringan luas ini memungkinkan Pelni untuk menjangkau berbagai wilayah kepulauan.
Selain angkutan penumpang, Pelni juga berperan penting dalam konektivitas antar daerah terpencil. Perusahaan melayani 30 trayek kapal perintis yang menjadi sarana aksesibilitas bagi mobilitas penduduk di wilayah 3TP (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan). Kapal perintis ini menyinggahi 229 pelabuhan dengan total 516 ruas dan 2.515 rute.
Pelni juga mengoperasikan 18 kapal rede untuk mendukung konektivitas lokal. Untuk pelayanan bisnis logistik, Pelni mengoperasikan delapan trayek tol laut serta satu trayek khusus untuk kapal ternak. Ini menunjukkan peran multifungsi Pelni dalam mendukung perekonomian dan mobilitas nasional.
Advertisement
Sumber: AntaraNews