Meski Defisit Rp61 Miliar, Bupati Bangka Tengah Optimistis Ekonomi Tetap Tumbuh: Ini Strateginya!
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, tetap optimistis ekonomi Bangka Tengah akan tumbuh dan pembangunan berjalan merata, meski daerah menghadapi defisit Rp61 miliar.
Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menyatakan keyakinannya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia juga memastikan pembangunan di seluruh wilayah akan berjalan merata. Pernyataan ini disampaikan pada Kamis (17/10) di Koba.
Keyakinan tersebut muncul di tengah kondisi keuangan daerah yang menghadapi defisit signifikan. Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah tercatat mengalami defisit sebesar Rp61 miliar. Situasi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintahan setempat.
Algafry Rahman menegaskan bahwa pemerintah daerah akan tetap memprioritaskan program utama. Langkah ini diambil meskipun ada penurunan pendapatan serta pengurangan dana dari pemerintah pusat. Strategi khusus telah disiapkan untuk mengatasi kondisi ini.
Strategi Jitu Hadapi Defisit Keuangan Daerah
Untuk mengatasi defisit keuangan sebesar Rp61 miliar, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah telah menyiapkan strategi komprehensif. Bupati Algafry Rahman menekankan pentingnya fokus pada perputaran ekonomi lokal. Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menjadi salah satu pilar utama.
Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi prioritas utama pada tahun 2026. Upaya ini diharapkan mampu menutupi kekurangan anggaran yang ada. Selain itu, langkah rasionalisasi anggaran akan diterapkan secara ketat.
Algafry menjelaskan bahwa defisit dapat diatasi melalui dua langkah kunci. "Defisit bisa diatasi melalui dua langkah, yakni rasionalisasi dan peningkatan pendapatan daerah," ujarnya. Dengan demikian, pembangunan daerah dipastikan tetap berjalan.
Dorong Sektor Pendukung dan Sinergi Lintas Wilayah
Selain fokus pada UMKM dan PAD, Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah juga berupaya memperkuat sektor pendukung ekonomi. Sektor pertanian, perikanan, dan pariwisata daerah menjadi perhatian khusus. Hal ini bertujuan agar perputaran ekonomi tidak hanya bergantung pada perdagangan dan jasa.
Penguatan sektor-sektor ini diharapkan dapat menciptakan kemandirian ekonomi yang lebih stabil. Berbagai program telah disiapkan untuk mendukung para pelaku di bidang tersebut. Ini merupakan bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi Bangka Tengah.
Kolaborasi dengan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat juga menjadi kunci. Sinergi ini penting untuk mengoptimalkan program pembangunan lintas sektor. "Kolaborasi dengan semua pihak penting agar percepatan pembangunan tetap terjaga walau kondisi fiskal terbatas," kata Algafry.
Efisiensi OPD dan Kemandirian Ekonomi
Bupati Algafry Rahman juga meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk bekerja lebih efisien. Fokus utama adalah pada program prioritas yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat. Langkah efisiensi ini krusial untuk menekan pengeluaran.
Penekanan pengeluaran dan menjaga stabilitas keuangan daerah merupakan tujuan utama dari efisiensi ini. Setiap OPD diharapkan mampu mengidentifikasi area-area yang bisa dioptimalkan. Dengan demikian, anggaran dapat digunakan secara lebih bijak.
Algafry melihat defisit sebagai sebuah momentum. "Defisit bukan berarti kita berhenti bergerak. Justru ini momentum untuk berbenah, memperbaiki sistem keuangan, dan menumbuhkan kemandirian ekonomi daerah," pungkasnya. Ini menjadi dorongan untuk perbaikan sistem keuangan daerah.
Sumber: AntaraNews