Pengerukan Alur Muara Air Kantung Bangka: PT Timah dan Mitra Tingkatkan Akses Nelayan
PT Timah Tbk bersama mitra usaha melakukan pengerukan Alur Muara Air Kantung di Bangka, mempermudah akses nelayan dan mendukung aktivitas pertambangan legal. Simak selengkapnya!
PT Timah (Persero) Tbk, berkolaborasi dengan mitra usaha, telah berhasil melaksanakan pengerukan alur Muara Air Kantung di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini bertujuan utama untuk memperlancar akses keluar masuk kapal nelayan yang selama ini terhambat pendangkalan. Inisiatif ini juga sekaligus mendukung keberlanjutan aktivitas pertambangan yang sah di wilayah tersebut.
Pengerukan alur Muara Air Kantung menggunakan alat berat jenis PC yang disediakan langsung oleh PT Timah Tbk. Operasional pengerukan dilakukan secara gotong royong antara mitra usaha dan para penambang, menunjukkan kepedulian sosial terhadap masyarakat nelayan setempat. Diharapkan, jalur pelayaran menjadi lebih aman dan mudah dilalui, sehingga nelayan dapat kembali beraktivitas dengan lancar mencari ikan di laut.
Kolaborasi antara PT Timah, mitra usaha, dan masyarakat menjadi kunci sukses dalam mempercepat normalisasi alur Muara Air Kantung yang mengalami pendangkalan. Pendangkalan ini sebelumnya sangat mengganggu lalu lintas kapal nelayan. Selain itu, pengerukan ini juga memastikan bahwa aktivitas pertambangan yang beroperasi di wilayah tersebut tetap berjalan sesuai ketentuan hukum.
Manfaat Pengerukan untuk Nelayan dan Pertambangan
Pengerukan alur Muara Air Kantung membawa manfaat ganda bagi masyarakat dan industri di Kabupaten Bangka. Bagi nelayan, normalisasi alur ini berarti akses yang lebih mudah dan aman untuk keluar masuk muara, mengurangi risiko kapal kandas akibat pendangkalan. Penanggung Jawab Operasional CV Tinspire Global Ventures, Hasanudin, menegaskan bahwa pengerukan ini diharapkan membuat jalur pelayaran kapal nelayan menjadi lebih aman dan mudah dilalui.
Selain itu, kegiatan ini juga mendukung aktivitas pertambangan legal di wilayah tersebut. Hasanudin menambahkan bahwa pengerukan tidak hanya memperlancar lalu lintas kapal nelayan, tetapi juga untuk mendukung aktivitas pertambangan yang legal.
Sinergi antara PT Timah, mitra usaha, dan masyarakat menjadi faktor krusial dalam percepatan normalisasi alur muara. Ambo, salah satu mitra usaha PT Timah Tbk, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan kerja sama agar alur nelayan dan penambang bisa normal dan saling membantu.
Sinergi PT Timah dan Mitra Usaha
PT Timah Tbk menunjukkan komitmennya dalam menjaga keseimbangan antara kegiatan industri dan kesejahteraan masyarakat melalui program pengerukan ini. Dengan menyediakan alat berat jenis PC, PT Timah memfasilitasi proses pengerukan yang vital ini.
Operasional di lapangan dilakukan secara gotong royong, melibatkan mitra usaha seperti CV Tinspire Global Ventures dan para penambang lokal. Pendekatan kolaboratif ini mencerminkan bentuk kepedulian sosial perusahaan terhadap nelayan, memastikan mereka dapat kembali beraktivitas di laut tanpa hambatan.
Kerja sama yang erat antara berbagai pihak ini menjadi model dalam menyelesaikan permasalahan lingkungan yang berdampak pada mata pencarian masyarakat. Hal ini memastikan bahwa kepentingan nelayan dan keberlanjutan operasional pertambangan dapat berjalan selaras.
Dukungan dan Pengawasan Pihak Kepolisian
Kegiatan pengerukan dan aktivitas pertambangan di Muara Air Kantung tidak luput dari perhatian dan pengawasan pihak berwenang. Kabag Ops Polres Bangka, AKP Astri Tomi, atas seizin Kapolres Bangka AKBP Deddy Dwitiya Putra, menyatakan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan lapangan menyusul adanya informasi dan keluhan masyarakat terkait aktivitas di perairan Jelitik.
Hasil pengecekan menunjukkan bahwa kegiatan pertambangan ponton di lokasi tersebut legal dan berada dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Timah. Kegiatan ini juga diawasi oleh wastam serta dilengkapi dokumen yang sah.
AKP Astri Tomi menambahkan bahwa PT Timah terus melakukan pengawasan terhadap aktivitas penambangan, serta berupaya menjaga keseimbangan antara kegiatan industri dan kepentingan masyarakat, khususnya nelayan. Pihak kepolisian berharap situasi tetap kondusif, aktivitas pertambangan berjalan baik, dan masyarakat, khususnya nelayan, tidak terganggu.
Sumber: AntaraNews