Gubernur Babel Perkuat Solidaritas Perantau Sumbagsel Dorong Ekonomi Daerah
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, memperkuat Solidaritas Perantau Sumbagsel melalui Halalbihalal, bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi dan pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Pangkalpinang, 26 April 2026 – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, secara aktif memperkuat silaturahmi dan solidaritas masyarakat perantauan se-Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel). Langkah ini diambil guna mendorong pertumbuhan ekonomi serta akselerasi pembangunan di berbagai daerah, khususnya di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Penguatan hubungan ini menjadi fokus utama dalam upaya menciptakan sinergi positif antara perantau dan daerah asal mereka. Hidayat Arsani menekankan pentingnya kontribusi nyata dari para perantau dalam memajukan wilayahnya.
Pernyataan ini disampaikan Gubernur Hidayat Arsani dalam keterangan pers yang diterima di Pangkalpinang pada Minggu (26/4), menyusul kehadirannya pada acara Halalbihalal Masyarakat Perantauan se-Sumbagsel Tahun 2026. Acara tersebut berlangsung meriah di Palembang, Sumatera Selatan, pada Sabtu (25/4), dan turut dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Muhammad Tito Karnavian, serta sejumlah pejabat negara, tokoh masyarakat, pemuka adat, jajaran pemerintahan, legislatif, petinggi BUMN, hingga para pengusaha.
Peran Strategis Solidaritas Perantau dalam Pembangunan
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan bahwa solidaritas perantau memiliki peran krusial dalam pembangunan daerah. "Kita terus memperkuat solidaritas dan berkontribusi positif dalam berbagai bidang demi pembangunan daerah," kata Hidayat Arsani. Kontribusi ini diharapkan tidak hanya bersifat materiil, tetapi juga ide dan jaringan yang dapat mempercepat kemajuan.
Acara Halalbihalal ini menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarperantau, menjalin silaturahmi, dan meningkatkan rasa kekeluargaan. Lebih dari itu, Gubernur berharap acara ini dapat memperkuat kolaborasi serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah. Para perantau, dengan pengalaman dan keahlian yang dimiliki, diharapkan dapat menjadi jembatan penghubung antara daerah asal dan berbagai potensi di luar.
Keterlibatan aktif masyarakat perantauan dalam pembangunan dianggap sebagai aset berharga. Mereka seringkali membawa pulang inovasi, modal, dan praktik terbaik yang dapat diadaptasi untuk kemajuan daerah asal. Solidaritas yang terjalin erat akan mempermudah koordinasi dan implementasi program-program pembangunan yang berdampak luas.
Membangun Jejaring Kuat dan Komunikasi Efektif
Hidayat Arsani sangat menekankan bahwa silaturahmi merupakan fondasi utama untuk mempererat tali persaudaraan dan menjalin komunikasi yang baik. Komunikasi yang efektif antarperantau dan dengan pemerintah daerah sangat vital untuk mengidentifikasi kebutuhan dan peluang pembangunan.
“Ini penting, karena kita dapat membangun jejaring yang kuat serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah, baik di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung maupun di tempat kita beraktivitas saat ini,” ujarnya. Jejaring yang kuat ini tidak hanya bermanfaat untuk pembangunan di Bangka Belitung, tetapi juga menciptakan ekosistem saling bantu antarperantau di berbagai wilayah.
Pembentukan jejaring yang solid memungkinkan pertukaran informasi, pengalaman, dan sumber daya. Hal ini dapat memfasilitasi investasi, pengembangan usaha, dan penciptaan lapangan kerja di daerah asal. Dengan demikian, perantau tidak hanya menjadi penonton, melainkan pelaku aktif dalam proses pembangunan.
Arah Kebijakan Pusat Dukung Pembangunan Daerah
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, turut memberikan arahan penting dalam kesempatan tersebut. Ia mengajak para kepala daerah dan semua tokoh untuk merumuskan agenda prioritas yang nyata, dapat direalisasikan, dan dituntaskan. Pesan ini menggarisbawahi perlunya perencanaan pembangunan yang terukur dan berorientasi pada hasil.
Menteri Tito Karnavian juga menegaskan bahwa semangat kedaerahan perlu diarahkan menjadi energi positif melalui program-program yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ini berarti bahwa inisiatif pembangunan harus benar-benar menyentuh kebutuhan dasar dan meningkatkan kualitas hidup warga. Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat perantauan menjadi kunci keberhasilan implementasi kebijakan ini.
Dengan adanya sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan partisipasi aktif dari masyarakat perantauan, diharapkan pembangunan di Sumbagsel, khususnya Kepulauan Bangka Belitung, dapat berjalan lebih cepat dan merata. Fokus pada program prioritas dan dampak langsung kepada masyarakat akan memastikan bahwa setiap upaya pembangunan memberikan manfaat maksimal.
Sumber: AntaraNews