Gubernur Babel Hidayat Arsani: Gereja Ruang Dialog dan Edukasi Inklusif bagi Masyarakat
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menegaskan pentingnya Gereja sebagai ruang dialog dan edukasi yang inklusif, memperkuat kerukunan umat beragama dan stabilitas sosial.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung, Hidayat Arsani, menyerukan agar gereja tidak hanya menjadi tempat ibadah. Ia menekankan gereja harus menjadi pusat dialog dan edukasi yang inklusif. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian sebuah gereja baru di Kabupaten Bangka.
Peresmian Gereja Katolik Santo Yohanes Pemandi Stasi Baturusa pada Minggu, 3 Mei, menjadi momentum penting. Gubernur Hidayat Arsani memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan pesannya. Acara ini dihadiri berbagai elemen masyarakat dan pejabat daerah, menunjukkan dukungan terhadap semangat kebersamaan.
Dalam sambutannya, Hidayat Arsani menegaskan keberadaan gereja merupakan pilar utama. Ini penting untuk menjaga stabilitas dan kerukunan antarumat beragama di Kepulauan Bangka Belitung. Ia mengajak umat Katolik menjadikan gereja sebagai pusat kegiatan sosial yang bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat.
Peran Gereja dalam Pembinaan Karakter dan Kepedulian Sosial
Gubernur Hidayat Arsani secara lugas menyatakan bahwa gereja memiliki peran lebih dari sekadar tempat ibadah. Menurutnya, gereja harus berfungsi sebagai pusat pembinaan karakter yang kuat bagi umatnya. Ini mencakup penanaman nilai-nilai moral dan etika yang relevan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu, gereja juga diharapkan menjadi wadah persemaian nilai-nilai kasih dan kepedulian sosial. Melalui berbagai program dan kegiatan, gereja dapat mendorong umatnya untuk aktif berkontribusi dalam membantu sesama. Inisiatif ini sangat penting untuk menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan harmonis.
Pernyataan Gubernur ini menggarisbawahi visi bahwa gereja dapat menjadi agen perubahan positif di masyarakat. Dengan fokus pada edukasi dan dialog, gereja dapat menjembatani perbedaan dan membangun pemahaman antar kelompok. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat persatuan dan kesatuan.
Semangat Gotong Royong dan Harapan untuk Umat
Berdirinya Gereja Katolik Santo Yohanes Pemandi Stasi Baturusa merupakan bukti nyata dari semangat gotong royong yang kuat di antara umat beragama. Gubernur Hidayat Arsani mengapresiasi keteguhan iman umat Katolik di Kabupaten Bangka yang bahu-membahu mewujudkan pembangunan rumah ibadah ini. Ini menunjukkan sinergi positif antara masyarakat dan pemerintah.
Di tengah kemajemukan masyarakat Kepulauan Bangka Belitung, keberadaan institusi agama seperti gereja menjadi sangat krusial. Institusi ini berfungsi sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas dan harmoni sosial. Gubernur berharap semangat kebersamaan ini terus terpelihara dan menjadi contoh bagi daerah lain.
Gubernur Hidayat Arsani juga menyampaikan harapannya agar umat Katolik semakin bersemangat dalam meningkatkan kualitas iman mereka. Ia mendorong agar gereja ini tidak hanya digunakan untuk ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial yang membawa manfaat luas. Kegiatan ini diharapkan dapat menjangkau seluruh masyarakat sekitar, tanpa memandang latar belakang.
Respon Tokoh Agama dan Peresmian Simbolis
Pastor Paroki Katedral Santo Yosef Pangkalpinang, Romo Yustinus Talaleng, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Hidayat Arsani dan jajaran Forkopimda. Romo Yustinus menekankan bahwa peresmian ini bukan hanya tentang bangunan fisik, melainkan juga peneguhan iman umat. Ia menyebutnya sebagai “bahtera pengharapan yang tidak sia-sia”.
Acara peresmian tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Hidayat Arsani. Beliau didampingi oleh Uskup Keuskupan Pangkalpinang, Mgr. Adrianus Sunarko, OFM, serta jajaran pastor, suster, dan umat Katolik.
Turut hadir dalam acara penting ini adalah unsur Forkopimda Provinsi Kepulauan Babel, Forkopimda Kabupaten Bangka, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Bangka, Anggota DPRD Babel, Pj. Sekda Babel, Sekda Bangka, serta para kepala OPD Lingkup Provinsi Bangka Belitung dan Kabupaten Bangka. Kehadiran berbagai pihak menunjukkan dukungan lintas sektoral terhadap kegiatan keagamaan dan kerukunan.
Sumber: AntaraNews