AHY Tekankan Semangat Kebangkitan dan Toleransi Umat Beragama di Misa Paskah
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY menekankan semangat kebangkitan dan toleransi antarumat beragama sebagai makna Paskah, mengajak seluruh elemen bangsa menjaga harmoni demi masa depan lebih baik.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyerukan semangat kebangkitan dan toleransi antarumat beragama. Pesan ini disampaikan AHY saat menghadiri misa malam suci Paskah di Gereja Katolik Paroki Kalvari Lubang Buaya, Pondok Gede, Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Sabtu (04/4). Kehadiran AHY ini menjadi momen penting untuk memperkuat persatuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, AHY menekankan makna Paskah sebagai simbol kebangkitan dan harapan bagi seluruh masyarakat. Beliau mengajak semua pihak untuk meneladani semangat ini dalam menghadapi berbagai tantangan. Optimisme yang realistis menjadi kunci utama untuk mencapai masa depan Indonesia yang lebih baik.
AHY mengungkapkan bahwa kehadirannya pada misa malam Paskah ini merupakan pengalaman pertamanya. Namun, momen tersebut memberikan kesan mendalam sekaligus menepati janji kepada pengurus gereja. Sebelumnya, AHY diundang saat menghadiri acara LDII di lokasi yang tidak jauh dari gereja tersebut.
Semangat Kebangkitan dan Harapan Bangsa
AHY mengajak seluruh masyarakat untuk menginternalisasi semangat Paskah sebagai dorongan kebangkitan. Semangat ini diharapkan mampu membangkitkan optimisme di tengah berbagai dinamika yang ada. Bangsa Indonesia perlu bersatu padu menghadapi tantangan global maupun domestik.
Optimisme yang realistis menjadi landasan penting dalam mencapai kemajuan. Dengan semangat kebangkitan ini, Indonesia dapat mengatasi berbagai persoalan. AHY percaya bahwa setiap individu memiliki peran dalam mewujudkan masa depan yang lebih cerah.
Pesan AHY ini relevan untuk semua lapisan masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama. Kebangkitan nasional memerlukan partisipasi aktif dari seluruh elemen bangsa. Oleh karena itu, AHY menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi.
Menjaga Harmoni di Tengah Keberagaman Indonesia
AHY juga menyoroti urgensi menjaga kedamaian di tengah gejolak global yang penuh tantangan. Konflik di berbagai belahan dunia, termasuk di Timur Tengah, memberikan dampak yang perlu diwaspadai oleh seluruh negara, termasuk Indonesia. Meskipun jarak geografis jauh, dampak dari gejolak geopolitik, keamanan, dan ekonomi tetap bisa dirasakan.
Oleh karena itu, kita harus tetap waspada dan fokus pada pembangunan bangsa, ujarnya. Kewaspadaan dan fokus pada pembangunan adalah prioritas utama. AHY menekankan bahwa stabilitas internal sangat krusial.
Indonesia, dengan lebih dari 280 juta penduduk dan perbedaan latar belakang, memiliki kekayaan keberagaman. Menjaga harmoni di tengah pluralitas ini adalah tugas bersama. AHY berharap semangat toleransi antarumat beragama terus terjaga erat.
Peran Gereja dan Kepedulian Sosial
Menurut putra mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini, gereja tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat solidaritas sosial dan kemanusiaan. Ini menunjukkan dimensi sosial dari perayaan keagamaan.
AHY berharap semangat kebersamaan, toleransi antarumat beragama, serta kepedulian sosial terus dijaga dan ditingkatkan. Nilai-nilai ini menjadi fondasi kuat bagi persatuan bangsa. Peningkatan kepedulian sosial akan memperkuat ikatan antarwarga.
Pada akhir sambutannya, AHY mengucapkan selamat merayakan Hari Paskah kepada seluruh umat Nasrani di Indonesia. Beliau mendoakan agar semua senantiasa diberikan kesehatan, kebahagiaan, dan kekuatan untuk terus membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.
Sumber: AntaraNews