FOTO: AHY Soroti Masa Depan Infrastruktur dan Ketahanan Iklim Asia
Hubungan Indonesia dan Singapura menjadi sorotan dalam forum internasional Ecosperity Week 2026 di Singapura.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono membuka pidatonya dalam forum Ecosperity Week 2026 dengan mengenang masa mudanya saat menempuh pendidikan di Singapura lebih dari dua dekade lalu.
Di hadapan para pemimpin bisnis global, investor, diplomat, dan pejabat internasional, AHY menyampaikan pengalaman tinggal di kawasan Jurong West dan menempuh pendidikan di Nanyang Technological University menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup dan pembentukan perspektif kepemimpinannya.
Ia juga menyinggung hubungan panjangnya dengan Chairman Temasek Teo Chee Hean yang dinilai berperan dalam memperkuat hubungan Indonesia dan Singapura melalui berbagai kemitraan strategis.
Dalam pidatonya, AHY menilai hubungan kedua negara kini berkembang melampaui kerja sama ekonomi semata. Menurutnya, kepercayaan, kolaborasi, dan kesinambungan hubungan antargenerasi menjadi fondasi penting menghadapi tantangan kawasan di masa depan.
Forum tersebut juga dimanfaatkan AHY untuk menyoroti pentingnya pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan ketahanan iklim di tengah meningkatnya dampak perubahan iklim global. Ia menegaskan infrastruktur menjadi sektor paling nyata dalam mewujudkan agenda keberlanjutan.
AHY menyebut perubahan iklim tidak lagi menjadi ancaman masa depan, melainkan tantangan yang sudah dirasakan masyarakat saat ini. Ia mencontohkan dampak bencana akibat Siklon Senyar di Sumatera yang menyebabkan korban jiwa dan jutaan warga terdampak.
Pemerintah Indonesia, lanjut AHY, tengah mempercepat pembangunan infrastruktur adaptif, termasuk proyek Giant Sea Wall Pantura yang menjadi salah satu prioritas strategis nasional pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Proyek sepanjang 575 kilometer tersebut dirancang untuk memperkuat perlindungan wilayah pesisir sekaligus menjaga ketahanan pangan, kawasan industri, dan keselamatan masyarakat di pesisir utara Pulau Jawa.
Selain isu iklim, AHY juga menyoroti posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok global energi hijau melalui cadangan nikel, energi panas bumi, dan pengembangan industri kendaraan listrik.Menurutnya, kebijakan hilirisasi industri yang dijalankan Indonesia merupakan bagian dari strategi memperkuat ketahanan nasional dan membangun masa depan energi bersih di kawasan Asia.
AHY menegaskan Indonesia terbuka terhadap kerja sama global dengan prinsip kemitraan yang adil dan saling menguntungkan bersama negara-negara di Amerika Utara, Eropa, Asia, hingga Global South.