HAB ke-80 Kemenag Sulsel: Refleksi Harmoni Kehidupan Beragama dan Sinergi Bangsa
Peringatan Hari Amal Bakti ke-80 Kemenag Sulsel menjadi momentum refleksi pentingnya Harmoni Kehidupan Beragama. Bagaimana Kemenag Sulsel memperkuat sinergi umat untuk Indonesia yang damai dan maju?
Makassar, Sulawesi Selatan, tengah menjadi sorotan dengan peringatan Hari Amal Bakti (HAB) ke-80 Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia. Acara ini bukan sekadar perayaan, melainkan sebuah momentum penting untuk merefleksikan perjalanan panjang Kemenag dalam membina dan memelihara harmoni kehidupan beragama di tengah masyarakat majemuk Indonesia.
Kepala Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag Sulawesi Selatan, Ali Yafid, menegaskan bahwa HAB ke-80 ini mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat sinergi dan menjaga kerukunan sebagai fondasi utama kemajuan. Ia menekankan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenag harus menunjukkan kerja nyata yang berintegritas dan memberikan dampak positif langsung bagi umat.
Dengan mengusung tema "Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju", Kemenag Sulsel menyoroti pentingnya persatuan dan kolaborasi lintas umat beragama. Tema ini menjadi pesan strategis untuk memperkuat fondasi kebangsaan di tengah keberagaman yang menjadi ciri khas masyarakat Indonesia, sekaligus mendorong terciptanya Harmoni Kehidupan Beragama yang berkelanjutan.
Memperkuat Fondasi Kebangsaan Melalui Kerukunan Umat
Ali Yafid mengungkapkan bahwa kerukunan umat beragama harus dimaknai lebih dari sekadar ketiadaan konflik. Sebaliknya, kerukunan tersebut harus menjadi energi kolektif yang mendorong pembangunan bangsa ke arah yang lebih baik. Perbedaan agama, suku, dan ras, menurutnya, adalah realitas yang harus dirajut menjadi kekuatan untuk kemajuan.
"Insya Allah, tema ini memberikan petunjuk kepada kita bahwa kerukunan umat beragama itu bukan hanya meniadakan konflik, tapi menjadi sinergitas, menjadi penyemangat untuk membangun bangsa ini ke depan lebih baik," ujar Ali Yafid di Makassar, Sabtu (3/1). Pernyataan ini menggarisbawahi komitmen Kemenag untuk tidak hanya menjaga toleransi, tetapi juga mendorong kolaborasi aktif antarumat beragama demi terciptanya Harmoni Kehidupan Beragama yang sejati.
Pendekatan ini sejalan dengan visi Kemenag untuk menjadikan keberagaman sebagai modal sosial yang kuat. Dengan demikian, setiap elemen masyarakat, tanpa memandang latar belakang agama, dapat berkontribusi secara optimal dalam pembangunan nasional. Membangun sinergi antarumat menjadi kunci utama dalam mewujudkan Indonesia yang damai dan maju.
Rangkaian Kegiatan Sosial dan Pengabdian Kemenag Sulsel
Selain upacara peringatan, HAB ke-80 Kemenag Sulsel juga diisi dengan beragam kegiatan sosial dan kemanusiaan yang telah dilaksanakan sejak beberapa hari sebelumnya. Kegiatan-kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen Kemenag untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui layanan administratif, tetapi juga aksi sosial yang berdampak langsung.
Ali Yafid menjelaskan bahwa seluruh rangkaian pelaksanaan HAB mencerminkan semangat pengabdian Kementerian Agama kepada bangsa dan negara. "Seluruh rangkaian pelaksanaan HAB Kemenag itu dimulai beberapa hari yang lalu. Itu dilaksanakan dengan donor darah kemudian kemarin kita ziarah ke Taman Makan Pahlawan," jelasnya.
Aksi-aksi kemanusiaan seperti donor darah menunjukkan kepedulian Kemenag terhadap kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Sementara itu, ziarah ke Taman Makam Pahlawan merupakan bentuk penghormatan terhadap jasa para pahlawan yang telah berjuang demi kemerdekaan dan persatuan bangsa. Kegiatan-kegiatan ini memperkuat pesan tentang pentingnya Harmoni Kehidupan Beragama dan nilai-nilai kebangsaan.
Puncak Peringatan HAB ke-80 Tingkat Provinsi di Bone
Rangkaian peringatan HAB ke-80 Kemenag Sulsel akan berlanjut dengan acara tingkat provinsi yang diselenggarakan di luar Kota Makassar. Kabupaten Bone akan menjadi tuan rumah puncak peringatan ini pada pekan depan, tepatnya mulai Selasa, 6 Januari 2026, hingga 10 Januari 2026.
Acara di Bone diharapkan akan menjadi magnet bagi seluruh jajaran Kemenag dan masyarakat Sulawesi Selatan. Kehadiran tokoh penting dalam acara ini menunjukkan dukungan penuh pemerintah terhadap upaya Kemenag dalam menjaga Harmoni Kehidupan Beragama dan memajukan bangsa.
Ali Yafid menambahkan bahwa puncak acara di Bone Insya Allah akan dihadiri langsung oleh Menteri Agama Republik Indonesia, Nasaruddin Umar, bersama dengan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman. Kehadiran para pejabat tinggi ini tentu akan semakin memperkuat pesan persatuan dan sinergi yang diusung dalam peringatan HAB ke-80 tahun ini.
Sumber: AntaraNews