Kemenag Aceh Besar Tangani Banjir Pidie Jaya: ASN Bersihkan Madrasah Terdampak
ASN Kemenag Aceh Besar menunjukkan kepedulian dengan tangani banjir di MIN 4 Pidie Jaya, membersihkan lumpur, dan menyalurkan bantuan, memastikan proses belajar mengajar segera pulih.
ASN Kemenag Aceh Besar Bergerak Cepat Pulihkan Madrasah Terdampak Banjir
Banda Aceh – Aparatur Sipil Negara (ASN) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Aceh Besar menunjukkan aksi nyata pasca-banjir yang melanda Provinsi Aceh. Mereka melakukan bakti sosial untuk membersihkan tanah dan lumpur di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 4 Pidie Jaya. Kegiatan ini merupakan wujud kepedulian serta kebersamaan ASN Kemenag dalam membantu memulihkan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.
Aksi kemanusiaan ini berlangsung pada Minggu, 4 Januari 2026, sehari setelah peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama yang jatuh pada 3 Januari. Kepala Kantor Kemenag Aceh Besar, Saifuddin, memimpin langsung kegiatan ini, menegaskan bahwa madrasah harus segera pulih agar proses belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Selain membersihkan area madrasah, tim juga membantu memindahkan fasilitas yang rusak dan menyerahkan bantuan logistik. Keterlibatan langsung ASN Kemenag Aceh Besar diharapkan dapat meringankan beban pihak MIN 4 Pidie Jaya serta memotivasi guru dan siswa yang terdampak musibah banjir.
Solidaritas ASN Kemenag Percepat Pemulihan Pendidikan
Penanganan lumpur pasca-banjir di MIN 4 Pidie Jaya difokuskan pada ruang kelas, teras, dan seluruh lingkungan madrasah. Kondisi ruang kelas sebelumnya dipenuhi lumpur dengan ketinggian mencapai sekitar satu meter, menyebabkan kerusakan berat pada fasilitas seperti pagar, meja, kursi, buku-buku, dan perlengkapan belajar lainnya.
Saifuddin menekankan bahwa kerja bakti ini bukan hanya sekadar kegiatan bersih-bersih, melainkan bentuk tanggung jawab dan solidaritas ASN terhadap madrasah yang terdampak. Banjir bandang yang memporak-porandakan Aceh pada akhir November 2025 lalu menyebabkan kerugian signifikan, terutama pada sektor pendidikan.
Inisiatif ini juga menjadi bagian dari komitmen Kemenag Aceh Besar untuk terus hadir dan berperan aktif dalam penanganan dampak bencana, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan keagamaan. “Semoga upaya kecil ini bisa membantu percepatan pemulihan pasca-banjir,” ujar Saifuddin.
Bantuan Kemanusiaan dan Semangat Hari Amal Bakti
Dalam kesempatan bakti sosial ini, Kemenag Aceh Besar Peduli dan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Aceh Besar turut menyalurkan berbagai bantuan. Bantuan yang diserahkan meliputi sajadah, mukena, kain sarung, Al-Quran, peralatan tulis, susu, dan camilan, yang ditujukan langsung untuk pelajar MIN 4 Pidie Jaya.
Kegiatan ini selaras dengan semangat peringatan Hari Amal Bakti (HAB) Ke-80 Kementerian Agama, yang mengusung tema “Umat Rukun dan Sinergi, Indonesia Damai dan Maju”. Peringatan HAB setiap 3 Januari merupakan momentum untuk menegaskan kembali komitmen Kemenag dalam melayani umat dan menjaga harmoni kebangsaan.
Melalui aksi solidaritas seperti ini, Kemenag Aceh Besar berharap dapat memotivasi seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun kembali dan memperkuat ketahanan terhadap bencana. Kehadiran ASN Kemenag di tengah masyarakat terdampak bencana menjadi bukti nyata peran lembaga dalam mewujudkan nilai-nilai keagamaan dan kemanusiaan.
Sumber: AntaraNews