Pembersihan Pascabanjir Pidie Jaya: Polres dan Masyarakat Pulihkan Fasilitas Pendidikan
Polres Pidie Jaya bersama masyarakat bersinergi dalam pembersihan pascabanjir Pidie Jaya, fokus memulihkan fasilitas pendidikan agar kegiatan belajar mengajar segera kembali normal.
Personel Polres Pidie Jaya bersama masyarakat dan bantuan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Brimob Polda Aceh aktif membersihkan berbagai fasilitas pendidikan di Kabupaten Pidie Jaya, Provinsi Aceh. Upaya ini dilakukan untuk menghilangkan material sisa banjir yang melanda wilayah tersebut, khususnya di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua. Kegiatan gotong royong ini menjadi langkah nyata dalam percepatan pemulihan pascabencana.
Pembersihan pascabanjir Pidie Jaya ini bertujuan utama memastikan keberlangsungan proses belajar mengajar dapat kembali normal pada Senin (5/1). Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, menekankan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk dukungan kepolisian terhadap sektor pendidikan. Banjir yang terjadi pada akhir November 2025 telah meninggalkan dampak signifikan pada infrastruktur sekolah.
Sinergi antara Polri dan masyarakat menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan sarana pendidikan yang terdampak banjir. Kegiatan ini juga didasari oleh surat telegram Kapolda Aceh mengenai pemulihan pascabencana melalui gotong royong. Selain itu, Dinas Pendidikan Provinsi Aceh juga telah mengeluarkan edaran yang memungkinkan sekolah-sekolah yang layak untuk memulai kembali kegiatan belajar mengajar.
Sinergi Polri dan Masyarakat untuk Pendidikan
Kapolres Pidie Jaya, AKBP Ahmad Faisal Pasaribu, menegaskan bahwa pembersihan fasilitas pendidikan dari material banjir merupakan wujud sinergi kuat antara Polri dan masyarakat. Kolaborasi ini bertujuan mempercepat pemulihan sarana pendidikan agar dapat segera digunakan kembali. Kehadiran Polri di tengah masyarakat pascabanjir Pidie Jaya menunjukkan komitmen nyata terhadap pemulihan.
Dukungan kepolisian terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar sangat vital, terutama mengingat dimulainya kembali kegiatan sekolah pada Senin (5/1). Faisal Pasaribu menyatakan bahwa Polri siap membantu pembersihan sekolah-sekolah demi kenyamanan dan keamanan siswa. Ini adalah bentuk kepedulian mendalam Polri terhadap masa depan pendidikan anak-anak di Pidie Jaya.
Kegiatan gotong royong ini tidak hanya terbatas pada sekolah, tetapi juga meluas ke kantor pemerintahan desa, masjid, dan meunasah. Pembersihan ini memastikan bahwa seluruh fasilitas umum yang terdampak banjir dapat berfungsi kembali. Upaya pembersihan pascabanjir Pidie Jaya ini mencerminkan tanggung jawab kemanusiaan Polri.
Pemulihan Cepat dengan Dukungan Operasi Aman Nusa II
Proses pembersihan fasilitas pendidikan ini turut melibatkan personel Bawah Kendali Operasi (BKO) Brimob Polda Aceh. Mereka tergabung dalam Operasi Aman Nusa II, sebuah operasi yang fokus pada penanganan pascabencana. Keterlibatan Brimob menambah kekuatan personel dalam upaya pemulihan pascabanjir Pidie Jaya.
Beberapa fasilitas pendidikan yang menjadi target utama pembersihan berada di wilayah terdampak parah, seperti Kecamatan Meureudu dan Kecamatan Meurah Dua. Kedua kecamatan ini merupakan lokasi yang paling merasakan dampak banjir akhir November 2025. Fokus pada area ini mempercepat pengembalian fungsi vital masyarakat.
Komitmen Polri untuk terus hadir membantu masyarakat dalam mempercepat pemulihan pascabencana disampaikan langsung oleh Ahmad Faisal Pasaribu. Ia menekankan bahwa ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan Polri kepada masyarakat. Pemulihan pascabanjir Pidie Jaya menjadi prioritas utama bagi aparat keamanan setempat.
Sumber: AntaraNews