Polri Percepat Pemulihan Sekolah Terdampak Bencana di Bireuen, Pendidikan Kembali Bangkit

Polres Bireuen bergerak cepat dalam upaya pemulihan sekolah terdampak bencana di Bireuen, Aceh, memastikan aktivitas belajar mengajar segera normal kembali.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Polri Percepat Pemulihan Sekolah Terdampak Bencana di Bireuen, Pendidikan Kembali Bangkit
Polres Bireuen mengambil langkah cepat dalam upaya Pemulihan Sekolah Bireuen pascabanjir, membersihkan fasilitas pendidikan agar kegiatan belajar mengajar dapat segera normal kembali. (AntaraNews)

Kepolisian Resor (Polres) Bireuen, Provinsi Aceh, tengah gencar melakukan upaya pemulihan sekolah yang terdampak bencana banjir. Langkah cepat ini diambil guna membangkitkan kembali sektor pendidikan pascabanjir yang melanda Kabupaten Bireuen, Aceh, yang sempat terhenti akibat genangan air dan lumpur.

Kapolres Bireuen, AKBP Tuschad Cipta Herdani, menyatakan bahwa percepatan pemulihan ini difokuskan pada pembersihan material banjir seperti lumpur dari fasilitas pendidikan. Tujuannya adalah agar proses belajar mengajar dapat segera berlangsung normal kembali bagi para siswa, tanpa hambatan berarti.

Aksi gotong royong ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir di tengah masyarakat yang mengalami musibah. Pembersihan dilakukan di beberapa lokasi, termasuk Madrasah Aliah Negeri (MAN) 7 Bireuen yang terdampak cukup parah, menunjukkan fokus pada titik-titik krusial.

AKBP Tuschad Cipta Herdani menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya membersihkan sekolah dari material banjir yang menumpuk. Lumpur yang mengendap di berbagai area sekolah, termasuk ruang kelas dan fasilitas umum, menjadi fokus utama dalam kegiatan pemulihan ini.

Salah satu lokasi yang menjadi prioritas pembersihan adalah Madrasah Aliah Negeri (MAN) 7 Bireuen, yang terletak di Gampong Bugak Krueng, Kecamatan Jangka. Bangunan sekolah tersebut dipenuhi lumpur banjir dengan ketinggian mencapai beberapa sentimeter.

Sejumlah personel Polres Bireuen dikerahkan secara langsung untuk bergotong royong membersihkan ruang kelas, halaman sekolah, serta fasilitas pendukung lainnya. Mereka bahu-membahu menyingkirkan lumpur dan material banjir agar lingkungan sekolah kembali bersih dan aman untuk digunakan.

"Personel bahu-membahu membersihkan lingkungan sekolah agar aktivitas belajar mengajar dapat segera kembali berjalan normal," ujar Tuschad Cipta Herdani.

Kehadiran aparat kepolisian di lingkungan pendidikan ini menjadi bentuk kepedulian nyata Polri terhadap pemulihan fasilitas publik pascabencana. Ini menunjukkan bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada aspek keamanan semata, melainkan juga merambah ke bidang sosial dan kemanusiaan.

Gotong royong membersihkan sekolah dari material banjir juga merupakan bagian dari komitmen Polri untuk selalu hadir membantu masyarakat yang terdampak bencana alam. Mereka ingin memastikan bahwa fasilitas pendidikan dapat segera difungsikan kembali, mengingat urgensi pendidikan bagi generasi penerus.

"Kami ingin memastikan bahwa fasilitas pendidikan yang terdampak banjir dapat segera difungsikan kembali. Sekolah adalah tempat penting bagi masa depan generasi muda, sehingga pemulihannya menjadi prioritas kami," tegas Tuschad Cipta Herdani.

Kapolres Bireuen menambahkan, kehadiran Polri mencakup peran kemanusiaan dan sosial dalam membantu masyarakat bangkit dari bencana. Diharapkan upaya ini dapat meringankan beban warga serta mempercepat proses pemulihan, khususnya di Kecamatan Jangka, yang terdampak cukup serius akibat banjir bandang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi