Banjir yang melanda Aceh Utara meninggalkan dampak signifikan, terutama pada fasilitas umum. Untuk mempercepat pemulihan, Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) bersama warga setempat bahu-membahu membersihkan sisa-sisa lumpur yang menutupi berbagai fasilitas vital. Kolaborasi ini menunjukkan semangat gotong royong dalam menghadapi bencana alam.
Kegiatan pembersihan ini dipimpin oleh Letda Inf Rico Jerianto, melibatkan 10 personel Yonif TP 857/GG yang bersinergi dengan personel Kodim 0102/Pidie Jaya. Fokus utama adalah mengembalikan fungsi optimal fasilitas kesehatan dan pendidikan yang terdampak. Upaya ini diharapkan dapat segera memulihkan aktivitas masyarakat.
Lokasi pembersihan tersebar di beberapa titik, termasuk Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Mancang serta sejumlah sekolah dan rumah warga. Sejak Sabtu (3/1), personel TNI AD telah aktif membersihkan berbagai area. Tujuannya agar warga dapat kembali mengakses layanan esensial tanpa hambatan.
Advertisement
Advertisement
Salah satu prioritas utama dalam kegiatan ini adalah pemulihan Pondok Bersalin Desa (Polindes) di Desa Mancang, Aceh Utara. Fasilitas kesehatan ini sangat penting bagi masyarakat setempat, terutama ibu dan anak. Lumpur tebal yang mengendap di dalam dan sekitar bangunan Polindes menjadi penghalang utama operasionalnya.
Personel TNI AD dan warga secara bersama-sama mengangkat lumpur, membersihkan lantai serta dinding yang kotor. Mereka juga menata kembali lingkungan Polindes agar siap difungsikan kembali. Harapannya, layanan kesehatan esensial dapat segera diakses oleh warga yang membutuhkan.
Selain Polindes, sebagian rumah warga di Aceh Utara juga tidak luput dari perhatian para anggota TNI AD. Dengan menggunakan sekop, sisa-sisa lumpur yang mengotori rumah-rumah dibersihkan secara telaten. Bantuan ini sangat meringankan beban warga yang terdampak banjir.
Advertisement
Advertisement
Menyambut semester baru, personel TNI AD turut fokus pada pembersihan fasilitas pendidikan yang terdampak banjir. Sejak Sabtu (3/1), berbagai sekolah di Aceh Utara telah menjadi sasaran kegiatan bersih-bersih. Tujuannya adalah memastikan lingkungan belajar yang layak bagi para siswa.
Beberapa sekolah yang dibersihkan meliputi:
Proses pembersihan mencakup bagian dalam dan luar gedung sekolah. Lumpur yang masih tersisa dan telah mengeras disiram dengan air untuk memudahkan pembersihan. Tumpukan material sampah yang terbawa banjir dan longsor juga dibersihkan secara menyeluruh.
Advertisement
Sumber: AntaraNews