Kemenhub Perkuat Ekosistem Keselamatan Jalan Berbasis Teknologi, Tekan Angka Kecelakaan
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) serius memperkuat ekosistem keselamatan jalan berbasis teknologi untuk menekan angka kecelakaan dan memastikan kendaraan aman. Simak strateginya!
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara serius memperkuat ekosistem keselamatan jalan berbasis teknologi. Langkah ini diambil untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di seluruh wilayah Indonesia. Inisiatif ini juga bertujuan memastikan setiap kendaraan memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan.
Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menyatakan komitmen tersebut dalam sebuah Focus Group Discussion (FGD). Acara ini bertajuk "Membangun Ekosistem Keselamatan Jalan Berbasis Teknologi: Dari Kebijakan ke Implementasi" pada Rabu, 6 November di Jakarta. Penguatan ini mencakup peningkatan koordinasi lintas sektor serta edukasi keselamatan bagi masyarakat luas.
Kemenhub berupaya melahirkan kendaraan yang benar-benar menjamin keselamatan di jalan. Mereka juga memastikan kelayakan dan keandalan kendaraan melalui pengujian berkala. Pemanfaatan teknologi diharapkan dapat menjadi kunci utama dalam mencapai target penurunan angka kecelakaan.
Strategi Kemenhub Wujudkan Kendaraan Berkeselamatan
Sebagai sektor utama pada pilar ketiga Rencana Umum Nasional Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Ditjen Perhubungan Darat terus memperkuat keselamatan kendaraan. Berbagai upaya strategis telah dan sedang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut. Hal ini sejalan dengan visi menciptakan transportasi darat yang aman dan terpercaya bagi seluruh pengguna jalan.
Upaya yang tengah dilakukan mencakup pembangunan Proving Ground Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB). Selain itu, Kemenhub juga melaksanakan uji tipe kendaraan bermotor serta memberikan bantuan teknis alat uji berkala. Akreditasi bagi Unit Pelaksana Uji Berkala Kendaraan Bermotor (UPUBKB) juga menjadi fokus penting.
Kemenhub juga mengimplementasikan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) secara ketat. Pengawasan dan penindakan terhadap muatan kendaraan barang dilakukan di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB), jalan tol, dan kawasan industri. Peningkatan kompetensi sumber daya manusia melalui pelatihan dan sertifikasi pengemudi kendaraan barang serta SDM logistik juga terus digalakkan.
Aan Suhanan menegaskan, "Tugas kita adalah melahirkan kendaraan yang benar-benar menjamin keselamatan di jalan serta melalui tugas dan fungsi pengujian kendaraan secara berkala kami memastikan setiap kendaraan memenuhi standar yang aman, layak dan andal." Pernyataan ini menegaskan komitmen Kemenhub dalam menjaga kualitas dan keamanan kendaraan yang beroperasi.
Peran Teknologi dan Edukasi dalam Keselamatan Jalan
Kondisi keselamatan transportasi darat di Indonesia saat ini masih cukup memprihatinkan, menurut Aan Suhanan. Apabila tidak dikelola dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan dampak yang luas terhadap beberapa aspek penting. Dampak tersebut meliputi kemiskinan, masalah sosial, serta perubahan budaya dalam masyarakat.
Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Ernita Titis Dewi, menambahkan bahwa Ditjen Perhubungan Darat memiliki peran sentral. "Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat menjadi lead sector dalam pengawasan, pengendalian, dan penindakan guna memastikan kendaraan yang beroperasi di jalan memenuhi standar keselamatan," ujarnya.
Akademisi Transportasi, Siti Malkhamah, turut menyoroti pentingnya penggunaan teknologi dalam meningkatkan keselamatan jalan. Penerapan teknologi pada infrastruktur jalan bertujuan memberikan informasi, peringatan dini, serta perlindungan bagi seluruh pengguna jalan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi konflik lalu lintas serta menurunkan risiko dan dampak kecelakaan secara signifikan. "Melalui inovasi teknologi, kami ingin memastikan setiap pengguna jalan dapat berkendara dengan lebih aman, nyaman, dan terlindungi," kata Siti Malkhamah.
Sejalan dengan itu, Direktur Sistem dan Layanan Integrasi Transportasi Antarmoda Kemenhub, Amirulloh, menyatakan bahwa teknologi dapat memudahkan implementasi edukasi keselamatan. "Perkembangan teknologi yang pesat membuat edukasi keselamatan berkendara dapat disampaikan dengan lebih mudah, efektif, dan cepat melalui konten digital yang menarik, interaktif, serta mudah diakses," terangnya. Forum ini menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, akademisi, aparat penegak hukum, pelaku industri transportasi, dan komunitas pengguna jalan untuk mewujudkan lima pilar keselamatan jalan.
Sumber: AntaraNews