Elektrifikasi KRL Green Line Tanah Abang-Rangkasbitung Ditargetkan Tuntas 2027
Kementerian Perhubungan menargetkan elektrifikasi KRL Green Line rute Tanah Abang-Rangkasbitung rampung pada tahun 2027. Proyek ini bertujuan meningkatkan kapasitas dan keandalan layanan KRL di jalur padat tersebut.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengumumkan target penyelesaian proyek elektrifikasi Jalur Hijau KRL Tanah Abang-Rangkasbitung pada tahun 2027. Peningkatan daya listrik aliran atas (LAA) ini krusial untuk mengoptimalkan layanan transportasi massal. Proyek ini menjadi prioritas pemerintah guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat yang terus meningkat.
Elektrifikasi ini bertujuan utama untuk meningkatkan kapasitas, keandalan, dan kualitas pelayanan kereta rel listrik (KRL) bagi jutaan komuter. Pemerintah bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) berupaya keras mempercepat realisasi proyek vital ini. Hal ini dilakukan demi kenyamanan dan efisiensi perjalanan penumpang KRL setiap harinya.
Peningkatan kapasitas angkut juga akan diiringi penambahan rangkaian kereta yang lebih besar, serupa dengan armada jalur Bekasi. Langkah strategis ini diharapkan mampu mengakomodasi lonjakan jumlah penumpang secara signifikan. Dengan demikian, waktu tunggu antarkereta dapat dipersingkat secara drastis.
Peningkatan Daya Listrik dan Kapasitas Angkut KRL
Pemerintah memprioritaskan elektrifikasi jalur Green Line dari Tanah Abang menuju Rangkasbitung sebagai salah satu proyek perkeretaapian terdekat yang akan direalisasikan. Prioritas ini muncul karena waktu tunggu antarkereta masih relatif panjang, sementara jumlah penumpang terus menunjukkan tren peningkatan dari waktu ke waktu. Peningkatan daya listrik menjadi fondasi utama untuk mengatasi tantangan tersebut.
Selain elektrifikasi, pemerintah juga menyiapkan peningkatan kapasitas angkut melalui penambahan rangkaian kereta agar pelayanan kepada masyarakat menjadi lebih optimal dan nyaman. Rangkaian kereta yang akan digunakan nantinya dapat mengadopsi spesifikasi lebih besar, seperti armada yang telah beroperasi melayani jalur menuju Bekasi. Ini akan memungkinkan penggunaan kereta dengan 12 gerbong.
Melalui peningkatan tersebut, kapasitas angkut kereta di jalur Rangkasbitung ditargetkan bertambah hingga mencapai 12 gerbong, sehingga mampu mengakomodasi lonjakan jumlah penumpang. Pemerintah juga membuka peluang penggunaan kereta berkapasitas lebih besar untuk meningkatkan daya angkut sekaligus memberikan kenyamanan yang lebih baik bagi pengguna transportasi massal. Saat ini, daya listrik pada lintas tersebut berada pada level 3.000 volt, sedangkan lintas Bogor dan Bekasi telah didukung daya sebesar 4.000 volt. Perbedaan kapasitas ini menyebabkan rangkaian dengan stamformasi 12 kereta belum dapat dioperasikan.
Tantangan Teknis dan Komitmen Pemerintah
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengakui bahwa pelaksanaan proyek elektrifikasi ini memerlukan penggantian gardu listrik di sepanjang lintasan menuju Rangkasbitung. Proses pembangunan yang kompleks ini membutuhkan waktu dan persiapan yang cukup panjang. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan bersabar karena setiap pekerjaan harus dilaksanakan sesuai tahapan teknis yang berlaku.
"Saya sih berharap itu bisa cepat dan bisa selesai di tahun 2027, mudah-mudahan harapannya itu bisa selesai," kata Menhub Dudy Purwagandhi dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu. Pernyataan ini menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat proyek meskipun ada tantangan teknis. Pembangunan infrastruktur perkeretaapian memang memerlukan proses bertahap dan perencanaan matang.
Pemerintah berkomitmen mempercepat peningkatan elektrifikasi tidak hanya pada jalur Rangkasbitung, tetapi juga jalur lain, termasuk Cikampek, guna memperluas layanan transportasi berbasis rel. "Kami memahami dan kita juga mengerti harapan dan tuntutan masyarakat dan kita akan berupaya secepat mungkin, sesegera mungkin memenuhi apa yang menjadi harapan dari masyarakat," tambah Menhub. Hal ini menunjukkan visi yang lebih luas untuk modernisasi transportasi kereta api nasional.
Lonjakan Pengguna dan Upaya PT KAI
Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero), Bobby Rasyidin, menyatakan bahwa permintaan masyarakat terhadap layanan Commuter Line lintas Tanah Abang-Rangkasbitung terus meningkat. Oleh karena itu, pihaknya bersama Kementerian Perhubungan berupaya meningkatkan kapasitas sarana dan infrastruktur yang saat ini tersedia. Peningkatan kapasitas ini krusial agar perjalanan pelanggan menjadi lebih nyaman dan tersedia lebih banyak pilihan perjalanan.
Langkah pertama yang akan dilakukan meliputi penguatan sistem Listrik Aliran Atas (LAA) pada lintas Tanah Abang-Rangkasbitung. Untuk mendukung peningkatan kapasitas layanan, PT KAI akan menambah 11 gardu traksi di lintas tersebut. Penguatan pasokan daya ini menjadi fondasi penting untuk mendukung operasional rangkaian 12 kereta, yang saat ini belum memungkinkan karena keterbatasan daya.
PT KAI mencatat volume pengguna KRL pada lintas Rangkasbitung terus meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Peningkatan jumlah penumpang ini menjadi bukti nyata urgensi proyek elektrifikasi dan penambahan kapasitas. Data menunjukkan pertumbuhan yang konsisten, memperkuat argumen untuk percepatan proyek ini.
- Volume pengguna KRL pada lintas Rangkasbitung:
- 2022: 43.317.716 orang
- 2023: 62.085.471 pelanggan
- 2024: 69.999.362 pelanggan
- 2025: 77.552.716 pelanggan
- Januari-Mei 2026: 33.397.420 orang
Sumber: AntaraNews