Gubernur NTB Dorong Hilirisasi Ekonomi Berbasis Desa, Optimalkan Potensi Lombok Utara
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal gencar mendorong hilirisasi ekonomi berbasis desa untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan, khususnya di Lombok Utara, tanpa mengesampingkan kelestarian lingkungan.
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal secara aktif mendorong inisiatif hilirisasi ekonomi berbasis desa. Upaya ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah komoditas unggulan daerah. Fokus utamanya adalah memastikan peningkatan ekonomi berjalan selaras dengan pelestarian lingkungan.
Langkah strategis ini ditekankan usai kegiatan penanaman 2.000 bibit kakao di Desa Rempek, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara (KLU), pada Sabtu lalu. Gubernur Iqbal melihat potensi besar di KLU. Wilayah ini kaya akan komoditas agraris seperti durian, kopi, alpukat, dan kakao.
Program ini merupakan bagian integral dari visi Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB untuk menyejahterakan masyarakat desa. Berbagai inisiatif pembangunan diarahkan untuk mengangkat kesejahteraan dari level paling bawah. Hilirisasi diharapkan menjadi motor penggerak utama.
Potensi Besar Lombok Utara untuk Hilirisasi Komoditas
Gubernur Iqbal menyoroti Kabupaten Lombok Utara (KLU) sebagai wilayah yang menyimpan potensi agraris melimpah. Komoditas seperti durian, kopi, alpukat, dan kakao menjadi fokus utama untuk dikembangkan secara berkelanjutan. "Kalau kita datang ke KLU ini, kita lihat masa depan," ujarnya, menunjukkan keyakinannya terhadap prospek daerah tersebut.
Untuk mengoptimalkan potensi kakao, Pemprov NTB berencana mendatangkan sejumlah ahli. Para ahli ini akan memberikan masukan teknis dan strategis kepada Pemkab Lombok Utara dan Pemprov. Tujuannya adalah memastikan proses hilirisasi kakao berjalan efektif dan memberikan manfaat maksimal bagi petani lokal.
Selain kakao, kelapa juga disebut memiliki potensi hilirisasi yang luar biasa untuk diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi. Iqbal memberikan contoh konkret diversifikasi produk kelapa. Ini dapat mengubah kelapa mentah menjadi barang-barang inovatif dan mahal di pasaran.
Pemanfaatan kelapa secara menyeluruh dapat mengubah airnya menjadi nata de coco, dagingnya menjadi coco butter untuk kosmetik mahal, tempurungnya menjadi karbon aktif, dan sabutnya menjadi jok mobil mewah. "Bayangkan berapa nilainya kalau kita bisa lakukan hilirisasi di sini, sudah kayak surga Lombok Utara ini," terang Iqbal, menggambarkan besarnya nilai tambah yang bisa dihasilkan.
Pembangunan Berbasis Desa untuk Kesejahteraan Rakyat
Gubernur Lalu Muhamad Iqbal menegaskan bahwa semua program pembangunan Pemprov NTB difokuskan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat desa. Ini merupakan fondasi utama dalam upaya pemerataan ekonomi. Fokus dimulai dari level yang paling bawah, yaitu desa.
Pembangunan di Lombok Utara secara khusus harus "bersahabat dengan alam," menjaga keseimbangan ekologi. Pendekatan ini memastikan bahwa peningkatan ekonomi tidak mengorbankan lingkungan. Keberlanjutan menjadi prinsip utama dalam setiap kebijakan yang diterapkan.
Berbagai program konkret telah dan akan dilaksanakan untuk mendukung masyarakat desa secara langsung. Ini mencakup inisiatif seperti program makan bergizi gratis, pengembangan koperasi, hingga peternakan rakyat berbasis desa. Semua program ini dirancang untuk memberikan dampak positif yang nyata.
Melalui hilirisasi dan program-program pendukung yang terintegrasi ini, diharapkan masyarakat desa dapat merasakan langsung dampak positifnya. Peningkatan pendapatan dan kualitas hidup menjadi tujuan akhir dari seluruh kebijakan yang digulirkan Pemprov NTB.
Sumber: AntaraNews