Kisah Mantan Pegawai Bank yang Sukses Raup Omzet Miliaran dari Kebun Cokelat
Dari seorang karyawan bank, ia kini menjadi petani sekaligus CEO CAU Chocolates.
Keputusan berani I Kadek Surya Prasetya Wiguna meninggalkan pekerjaannya di dunia perbankan sembilan tahun lalu menjadi titik balik yang mengubah hidupnya. Dari seorang karyawan bank, ia kini menjadi petani sekaligus CEO CAU Chocolates, sebuah brand cokelat asal Bali yang bergerak dari hulu hingga hilir dan berhasil meraih omzet miliaran rupiah per bulan.
Langkah Kadek untuk terjun ke pertanian bermula secara tidak sengaja. Ia mengaku terdorong oleh keinginannya membantu sang ayah, I Wayan Alit Artha Wiguna, seorang Penyuluh Pertanian Ahli Utama yang telah puluhan tahun mendampingi petani.
"Waktu itu ayah enggak ada yang bantu. Sebagai anak, saya harus berbakti," kata Kadek, di Bali Selasa (25/11).
Fokus Kembangkan Pertanian
Ia pun memutuskan berhenti dari pekerjaannya dan fokus mengembangkan pertanian kakao bersama sang ayah.
Ayah Kadek, yang sebelumnya bertugas di Kementerian Pertanian, sering menyampaikan keresahannya bahwa petani Indonesia jarang menikmati kesejahteraan yang layak. Dari keprihatinan itulah, gagasan mendirikan CAU Chocolates lahir sebuah usaha yang bukan hanya memproduksi cokelat berkualitas, tetapi juga memastikan petani mendapatkan harga yang adil.
Dalam perjalanannya, Kadek merasakan lebih banyak suka daripada duka menjadi petani.
"Petani-petani kita sekarang sudah bisa senyum karena dapat harga yang bagus," ujarnya.
Namun, ia mengakui bahwa profesi petani masih kerap dipandang sebelah mata. Tantangan lainnya, mengajak generasi muda terjun ke dunia pertanian masih sulit, sehingga ia memilih pendekatan ekonomi.
"Kalau kita beri harga yang baik, petani bisa dapat sepuluh juta sebulan. Itu real," ujar dia.
Omzet Miliaran Tiap Bulan
Berkat pola pemberdayaan dan pengelolaan yang terintegrasi, kinerja CAU Chocolates terus tumbuh. Ketika ditanya soal pendapatan perusahaan, Kadek menjawab lugas.
"Omzetnya kita miliaran tiap bulan," ujarnya.
Ratusan petani
Kini, CAU Chocolates tercatat telah memberdayakan ratusan petani di Bali. Produktivitas petani binaan meningkat tajam, dari rata-rata nasional sekitar 600 kg per hektare menjadi 2 ton per hektare per tahun. Melalui sistem pendampingan intensif dan pengolahan biji kakao bernilai tambah, CAU Chocolates berhasil membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk ke pasar global.
Lahir di Denpasar pada 24 November 1987, Kadek dikenal memiliki semangat kepemimpinan sejak muda. Ia adalah alumnus SMA Negeri 3 Denpasar dan pernah menjadi Ketua OSIS, anggota Paskibraka Provinsi Bali 2003, serta Teruna II Denpasar di tahun yang sama.
Ia kemudian melanjutkan pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Udayana dan lulus hanya dalam 2 tahun 8 bulan menjadikannya lulusan tercepat di fakultas tersebut.
Prestasi akademik dan dedikasi sosial itulah yang kemudian menjadi fondasi baginya membangun CAU Chocolates bersama sang ayah.
"Bagi kami, bisnis bukan hanya soal keuntungan. Ini gerakan sosial untuk memastikan petani lokal bisa merdeka secara ekonomi dan naik kelas,” ujar Kadek.
Dengan visi tersebut, perjalanan Kadek Surya menunjukkan bahwa pertanian bukanlah profesi yang tertinggal, melainkan peluang masa depan asal dikelola dengan inovasi, keberanian, dan kepedulian.