Pasaman Barat Antisipasi Kekeringan Pertanian, Siapkan Strategi Ketahanan Pangan
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat mulai menginventarisasi wilayah pertanian yang berpotensi kekeringan, menyiapkan strategi komprehensif untuk menjaga ketahanan pangan di tengah ancaman musim kemarau.
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, bergerak cepat menginventarisasi wilayah pertanian yang berpotensi mengalami kekeringan. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi dampak musim kemarau pada masa mendatang. Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menekankan pentingnya identifikasi sumber air alternatif dan peningkatan koordinasi dengan kelompok tani.
Upaya ini merupakan bagian dari komitmen daerah dalam menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika iklim yang kian menantang. Ancaman kekeringan menghadapi musim kemarau menjadi pembahasan serius dalam rapat koordinasi nasional. Pertemuan tersebut melibatkan Kementerian Pertanian (Kementan) pada Senin (20/4) lalu.
Meskipun saat ini lahan persawahan di Pasaman Barat masih tidak terkendala air karena memiliki banyak sungai, pemerintah tetap proaktif. Inventarisasi daerah rawan kekeringan menjadi prioritas untuk mencari alternatif sumber air di kemudian hari.
Strategi Komprehensif Hadapi Musim Kemarau
Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menunjukkan keseriusan dalam menghadapi potensi kekeringan pertanian. Inventarisasi wilayah yang rawan kekeringan menjadi langkah awal yang krusial. Ini bertujuan untuk memetakan area yang memerlukan perhatian khusus dan intervensi cepat.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pasaman Barat, Afdal, menyatakan bahwa kondisi lahan persawahan di daerah itu masih aman dari kekurangan air. Pasaman Barat diberkahi dengan keberadaan sungai-sungai yang memastikan pasokan air.
Kendati demikian, pemerintah daerah tidak berpuas diri dan terus berupaya mencari alternatif sumber air. Peningkatan koordinasi dengan kelompok tani juga menjadi fokus utama. Tujuannya memastikan kesiapan petani dalam menghadapi perubahan iklim dan potensi kekeringan.
Rehabilitasi Lahan dan Infrastruktur Pertanian
Selain upaya antisipasi kekeringan, Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat juga fokus pada pemulihan infrastruktur pertanian. Bencana alam sebelumnya telah menyebabkan gangguan signifikan pada jaringan irigasi. Hal ini berdampak pada produktivitas lahan pertanian.
Saat ini, program rehabilitasi atau optimalisasi pemanfaatan lahan yang terdampak bencana alam sedang berjalan. Program ini mendapatkan dukungan dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk memulihkan area-area yang rusak.
Rehabilitasi sawah rusak ringan atau optimalisasi lahan seluas 172 hektare sedang dalam proses kontrak. Selain itu, bantuan pembangunan 10 unit DAM parit juga akan segera dimulai setelah proses Survei Investigasi dan Desain (SID) selesai.
Pemerintah juga mengalokasikan bantuan optimalisasi lahan sawah reguler untuk indeks pertanaman di bawah 1.000 hektare. Anggaran untuk program-program ini disalurkan langsung ke rekening kelompok tani dan dikerjakan secara swakelola, memastikan transparansi dan efektivitas.
Sumber: AntaraNews