Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Solok, Sumatera Barat, menunjukkan komitmen kuatnya dalam sektor pertanian dengan menyalurkan bantuan irigasi. Bantuan ini diberikan kepada 102 kelompok tani di wilayah tersebut, bertujuan utama untuk menjamin ketersediaan serta distribusi air yang memadai bagi lahan pertanian.
Langkah strategis ini diharapkan dapat secara signifikan meningkatkan produktivitas hasil panen para petani lokal. Penyerahan bantuan ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Solok dalam mengatasi permasalahan kekeringan atau kekurangan air yang kerap dihadapi petani.
Dengan adanya dukungan irigasi yang lebih baik, diharapkan kesejahteraan petani dapat meningkat sekaligus berkontribusi pada penguatan ketahanan pangan nasional secara berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Mendukung Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani
Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, menjelaskan bahwa bantuan irigasi ini merupakan bagian tak terpisahkan dari upaya pemerintah daerah untuk mendukung ketahanan pangan. Program ini selaras dengan delapan program prioritas Presiden RI, khususnya dalam aspek kemandirian dan ketahanan pangan yang menjadi fokus utama.
Kabupaten Solok sendiri memiliki potensi pertanian yang sangat besar, dengan luas lahan sawah mencapai kurang lebih 22 ribu hektare. Selain itu, terdapat 13 ribu hektare lahan bawang merah serta ribuan hektare lahan hortikultura lainnya yang membutuhkan pasokan air yang stabil.
Medison juga menyoroti berbagai langkah yang telah ditempuh oleh Bupati Solok untuk menyukseskan program ini, baik secara fisik maupun nonfisik. "Termasuk saat kemarau panjang, beliau langsung berkoordinasi dengan BNPB dan BMKG untuk melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca, sehingga hujan kembali turun di Kabupaten Solok,” ujar Medison, menunjukkan keseriusan dalam penanganan masalah air.
Advertisement
Advertisement
Investasi Infrastruktur dan Optimasi Lahan Pertanian
Selain bantuan irigasi langsung, Pemkab Solok juga aktif mengupayakan peningkatan infrastruktur penunjang pertanian. Medison mengungkapkan bahwa Presiden RI melalui Bappenas telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp23 miliar untuk pembangunan infrastruktur jalan, khususnya jalan pertanian di kawasan Lembah Gumanti, yang vital untuk distribusi hasil pertanian.
Bupati Solok juga tidak tinggal diam dan telah menyampaikan usulan perbaikan saluran irigasi besar langsung kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Ini menunjukkan upaya komprehensif dalam memastikan sistem irigasi yang handal di seluruh wilayah.
Secara total, lebih dari Rp9 miliar anggaran optimasi irigasi pertanian telah disalurkan kepada 102 kelompok tani yang menjadi penerima manfaat. “Kami berpesan kepada para penyuluh agar terus mendampingi kelompok sehingga pelaksanaan administrasi berjalan sesuai aturan dan ketentuan yang berlaku,” tegas Medison, menekankan pentingnya akuntabilitas.
Advertisement
Sebagai bentuk kemudahan dan transparansi, Pemkab Solok juga telah menyerahkan buku tabungan untuk 102 kelompok tani tersebut melalui Bank Syariah Indonesia Cabang Solok. Buku tabungan ini merupakan representasi bantuan program irigasi pertanian dari pemerintah pusat, yang diterima langsung oleh para ketua kelompok tani untuk dimanfaatkan dalam mendukung peningkatan produksi.
Advertisement
Komitmen Solok untuk Swasembada Pangan Nasional
Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok, Imran Syahrial, menegaskan bahwa Kabupaten Solok sejauh ini berada dalam kondisi surplus pangan. Meskipun demikian, daerah ini tetap memiliki kewajiban untuk terus mendukung program nasional swasembada pangan yang dicanangkan pemerintah pusat.
Salah satu strategi utama yang dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut adalah melalui optimasi lahan. Ini diwujudkan dengan memberikan bantuan perbaikan irigasi pertanian bagi 102 kelompok tani yang menjadi fokus program ini, memastikan setiap jengkal lahan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Selain itu, Pemkab Solok juga berinvestasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia petani. Hal ini dibuktikan dengan penyelenggaraan Rapat Koordinasi Pelaksanaan Kegiatan Optimasi Lahan Non Rawa Tahun Anggaran 2025, yang diadakan di Ruang Pertemuan Solok Nan Indah, sebagai persiapan untuk perencanaan pertanian di masa mendatang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews