Gubernur Jateng Ajak Putra Daerah Pulang Kampung, Bangun Masa Depan Provinsi dengan Inovasi
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menyerukan putra daerah yang merantau untuk pulang kampung, berkarya, dan membangun provinsi. Ajakannya ini didukung program pemberdayaan dan pengembangan ekonomi kreatif.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengajak mahasiswa asal Jateng yang sedang menempuh pendidikan di luar daerah untuk kembali ke kampung halaman setelah lulus. Ajakan ini bertujuan agar para lulusan dapat berkontribusi aktif dalam pembangunan dan kemajuan provinsi. Pernyataan ini disampaikan di Semarang, Minggu, menegaskan pentingnya peran generasi muda bagi masa depan Jawa Tengah.
Menurut Gubernur Luthfi, bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh di luar daerah merupakan modal berharga bagi generasi muda. Modal tersebut diharapkan dapat diaplikasikan untuk mendorong pembangunan di daerah masing-masing, menciptakan inovasi, dan membuka lapangan kerja baru. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi untuk memaksimalkan potensi sumber daya manusia lokal.
Ahmad Luthfi menekankan bahwa mahasiswa saat ini, yang merupakan bagian dari Generasi Z, memiliki potensi besar untuk menjadi agen perubahan. Dengan semangat dan ide-ide segar, mereka diharapkan mampu membawa dampak positif bagi kemajuan ekonomi dan sosial di Jawa Tengah. Pemerintah provinsi siap mendukung melalui berbagai program pemberdayaan yang relevan.
Peran Penting Generasi Muda dan Program Pemberdayaan
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi secara langsung menyampaikan pesan motivasi kepada para mahasiswa perantau. "'Ndang luluso, ndang muliho, ndang kerjo, ndang bangun provinsimu, kampungmu, dan keluargamu nang Jawa Tengah'," katanya, menyerukan agar mereka segera lulus, pulang, bekerja, dan membangun provinsi serta keluarga di Jawa Tengah. Pesan ini menggarisbawahi harapan besar pemerintah daerah terhadap partisipasi aktif putra-putri terbaiknya.
Mahasiswa asal Jateng yang menempuh pendidikan di luar daerah dinilai memiliki peran krusial bagi masa depan provinsi. Pengetahuan dan pengalaman yang mereka dapatkan di lingkungan yang berbeda akan menjadi bekal berharga. Bekal ini diharapkan dapat menjadi pendorong bagi mereka untuk kembali, berkarya, dan secara langsung terlibat dalam upaya pembangunan daerah masing-masing.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga telah menyiapkan program Kartu Zilenial, sebuah inisiatif pemberdayaan pemuda. Program ini dirancang untuk pengembangan diri melalui akses gratis ke pelatihan kewirausahaan, keterampilan, dan komunitas. Kartu Zilenial bertujuan membekali generasi muda dengan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan ekonomi kreatif.
Program Kartu Zilenial ini didukung penuh oleh Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekraf) Jateng. Gekraf Jateng berperan aktif dalam menyediakan berbagai pelatihan yang dibutuhkan oleh generasi muda. Tujuannya adalah agar para pemuda dapat tersalurkan ke profesi yang sesuai dengan minat dan keahlian mereka, terutama di sektor ekonomi kreatif yang sedang berkembang pesat.
Dorongan Ekonomi Kreatif dan Investasi untuk Lapangan Kerja
Gubernur Ahmad Luthfi menyoroti antusiasme generasi muda dalam mengembangkan ekonomi kreatif. Sektor ini dianggap sangat potensial karena mampu menciptakan lapangan pekerjaan, baik bagi diri sendiri maupun orang lain. Potensi ini mendorong pemerintah provinsi untuk terus menggalakkan pengembangan ekonomi kreatif di berbagai wilayah.
Hingga saat ini, sudah ada 12 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang telah ditetapkan sebagai kota kreatif. Pencapaian ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif. Pengembangan ini diharapkan dapat menarik lebih banyak talenta muda untuk berkarya dan berinovasi di daerah asalnya.
Selain memfasilitasi pengembangan ekonomi kreatif, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah juga berupaya keras memperluas kesempatan kerja dengan menarik investasi sebesar-besarnya. Berdasarkan data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jateng, realisasi investasi di provinsi ini pada Januari-September 2025 mencapai Rp66,13 triliun. Angka ini setara dengan 84,42 persen dari target tahunan penanaman modal, menunjukkan daya tarik investasi yang kuat di Jawa Tengah.
Capaian investasi yang signifikan ini juga diiringi dengan serapan tenaga kerja yang tinggi, mencapai 326.462 pekerja. Jumlah ini menempatkan Jawa Tengah sebagai provinsi dengan serapan tenaga kerja terbanyak kedua di Pulau Jawa. Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Jateng, Ahmad Aziz, menambahkan bahwa keahlian, karakter, dan jejaring sangat penting selain disiplin ilmu yang dipelajari di perguruan tinggi, sehingga pelatihan terus diberikan untuk menciptakan SDM yang kompetitif.
Sumber: AntaraNews