Fakta Angka Fantastis: Pemkab Morut Perjuangkan 8 Ruas Jalan Rp447 Miliar Masuk Inpres Jalan Daerah
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Morut) serius mengusulkan delapan ruas jalan strategis senilai Rp447 miliar agar masuk program Inpres Jalan Daerah, demi konektivitas dan ekonomi lokal.
Pemerintah Kabupaten Morowali Utara (Morut), Sulawesi Tengah, tengah gencar memperjuangkan delapan ruas jalan di wilayahnya untuk masuk dalam program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah. Langkah ini diambil guna merehabilitasi infrastruktur jalan yang krusial bagi mobilitas dan perekonomian masyarakat setempat. Usulan ini diharapkan dapat terealisasi pada tahun anggaran 2026, mengingat pentingnya dukungan pusat bagi pembangunan infrastruktur di daerah.
Bupati Morowali Utara, Delis J Hehi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah bertemu dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum pada Jumat (18/10) lalu. Pertemuan tersebut membahas sejumlah ruas jalan strategis dan satu jembatan yang sangat vital di Morowali Utara. "Kami telah bertemu dengan Wakil Menteri Pekerjaan Umum pada Jumat (18/10) membahas sejumlah ruas jalan strategis dan satu jembatan yang ada di Morowali Utara untuk dimasukkan ke dalam Inpres Jalan Daerah di tahun anggaran 2026," kata Delis J Hehi.
Pengajuan ini menjadi prioritas utama karena Morut tidak lagi menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang infrastruktur jalan dari Kementerian Pekerjaan Umum pada tahun berjalan. Oleh karena itu, program Inpres Jalan Daerah menjadi satu-satunya peluang bagi Morowali Utara untuk mendapatkan dukungan anggaran dari pemerintah pusat. Infrastruktur jalan yang memadai sangat dibutuhkan untuk mendukung konektivitas antar wilayah serta aktivitas ekonomi dan industri yang terus berkembang di Morut.
Prioritas Ruas Jalan Strategis dan Jembatan Vital
Delis J Hehi memaparkan secara rinci ruas-ruas jalan yang diperjuangkan ke pemerintah pusat untuk perbaikan infrastruktur. Salah satunya adalah ruas Towi–Kolonodale sepanjang hampir 30 kilometer, yang merupakan akses utama bagi kawasan produktif dan industri prioritas di Morowali Utara. Selain itu, ada juga ruas Barati–Tomata sepanjang 24,9 kilometer yang sangat penting untuk mendukung sektor pangan dan perkebunan.
Ruas Era–Bencue dengan panjang lebih dari 21 kilometer juga menjadi fokus karena vital bagi pengembangan kawasan pertanian produktif. Tidak ketinggalan, ruas Tontowea–Era sepanjang 31,8 kilometer yang berfungsi sebagai jalur industri strategis turut diusulkan. Ruas-ruas lain yang masuk dalam daftar adalah Lemowala–Salubiro, SP3 jalan Nasional–Mayumba, Winangabino, dan Winangabino–Lijo, yang menghubungkan kawasan permukiman dengan jalur distribusi utama serta pusat ekonomi masyarakat.
Selain delapan ruas jalan, Pemkab Morut juga mengusulkan pembangunan Jembatan Winangabino kepada Kementerian Pekerjaan Umum. Jembatan ini dianggap sebagai penghubung vital antara kawasan permukiman, wilayah industri, dan pertanian di sekitarnya. "Total nilai usulan pembangunan dan rehabilitasi delapan ruas jalan tersebut lebih dari Rp447 miliar," ucap Delis, menunjukkan besarnya investasi yang dibutuhkan untuk pengembangan infrastruktur ini.
Strategi Pemkab Morut dan Dukungan Pusat
Langkah pengajuan melalui Inpres Jalan Daerah ini diambil karena Morowali Utara menghadapi kendala pendanaan dari DAK infrastruktur jalan. Kondisi ini menuntut Pemkab Morut untuk mencari alternatif pembiayaan dari pemerintah pusat guna memastikan pembangunan infrastruktur tetap berjalan. Keberadaan infrastruktur jalan dan jembatan yang baik sangat penting untuk memperlancar akses transportasi masyarakat, menekan biaya logistik, serta mempercepat arus distribusi hasil pertanian dan komoditas lokal.
Pemkab Morut telah menyiapkan rancangan teknis awal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Morut sebagai bagian dari persiapan pengajuan. "Kami telah menyiapkan rancangan teknis awal melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Morut, dengan harapan dapat diprioritaskan ke dalam Inpres Jalan Daerah," tutur Delis. Untuk memperkuat usulan ini, Pemkab Morut juga meminta bantuan Senator daerah pemilihan (dapil) Sulawesi Tengah agar dapat mengawal usulan tersebut di kementerian terkait.
Kementerian Pekerjaan Umum telah memberikan respons dengan meminta Pemkab Morut untuk segera menuntaskan penyusunan rancangan teknis detail, Rencana Anggaran Biaya (RAB), dan Rencana Kerja (RC) untuk setiap ruas jalan dan jembatan yang diusulkan. Menurut Wakil Menteri PU, dokumen teknis yang lengkap dan argumentasi kebutuhan yang kuat akan memperbesar peluang Morowali Utara mendapatkan dukungan Inpres Jalan Daerah. "Menurut Wamen PU dokumen teknis yang lengkap dan argumentasi kebutuhan yang kuat, peluang Morowali Utara mendapatkan dukungan Inpres Jalan Daerah akan semakin terbuka, kami berharap langkah ini membuahkan hasil," pungkas Delis.
Sumber: AntaraNews